Home / Beauty / Gingsul, Trend Para Remaja Jepang

Gingsul, Trend Para Remaja Jepang

Apa yang ada di pikiran kalian kalau  melihat cewek Jepang yang giginya gingsul? gemas? Apalagi di saat tersenyum imoet banget yah hehe. Di Jepang, “yaeba” atau “gigi gingsul”, seringkali memunculkan kesan positif dan lucu lho seperti saat melihat anak kucing yang lucu. Lain halnya di negara lain, bergigi gingsul seringkali disamakan dengan vampir dan terkesan menyeramkan, aneh yah padahal lucu. Oleh karena itu, pemasangan kawat gigi pun seringkali dilakukan untuk menghilangkan gingsul. Dapat disimpulkan bahwa gigi gingsul merupakan bagian dari budaya yang unik di Jepang.

Beberapa artis seperti Tomomi Itano (ex-member AKB48), Kanako Momota (Momoiro Clover Z), Haruka Kudoh (Generasi ke-15 Morning Musume) dan Airi Suzuki (cute) merupakan gadis bergigi gingsul dengan senyum yang dianggap mempunyai senyum manis. Hal tersebut membuat banyak gadis belia di Jepang yang melakukan operasi untuk membuat gigi gingsul.

Dengan anggapan masyarakat seperti “mempunyai gigi gingsul membuat anda akan terlihat lebih manis” atau “senyum lebih manis dengan gigi gingsul”, popularitas gigi gingsul ini di jadikan sebagai aksesori yang terus melonjak di Jepang hingga saat ini lho. Pesona unik dari gigi gingsul seringkali dideskripsikan sebagai “wabi” atau “kecenderungan orang Jepang untuk mencari kecantikan di ketidaksimetrisan atau ketidaksempurnaan dan gigi gingsul menjadi bagian dalam hal tersebut”.

Gadis Jepang

Walaupun di negara lain gigi gingsul dianggap hal yang buruk, di Jepang tumbuh pemikiran “gigi gingsul membuatnya lebih manis”. Ketika seseorang dengan wajah yang simetris mempunyai gigi gingsul, orang Jepang akan lebih cepat melihat hal tersebut sebagai hal yang baik dan menguntungkan. Hal yang sama dengan bagaimana para wanita di Eropa pada abad pertengahan yang memakai korset 50cm menganggap dirinya cantik, gigi gingsul dianggap hal yang indah di Jepang sekarang. Gigi gingsul memang menjadi ciri khas wanita Jepang, tidak hanya terlihat menarik tapi juga membuat indah dipandang saat tersenyum. Tapi di Indonesia gigi ginsul lebih kalah hits nya sama gigi behel yah?

Di Indonesia, memiliki gigi gingsul seringkali dianggap jelek dan gigi yang cantik itu adalah gigi yang rata dan tidak tumbuh sembarangan seperti gigi gingsul.

Tapi di Jepang gigi gingsul ini malah menjaid tren saat ini. Banyak wanita yang rela menghabiskan banyak uang untuk ke klinik gigi agar melakukan perawatan khusus untuk bisa memiliki gigi gingsul. Ini karena gigi gingsul yang disebut dengan yaeba dianggap dapat menciptakan senyuman yang terlihat lebih manis.

Selain itu, gigi gingsul pun dianggap dapat membuat seseorang menjadi tampak lebih muda, imut dan menggemaskan.

Bahkan bagi mereka yang memiliki gigi gingsul akan diberikan peringkat di Jepang. Beberapa artis Jepang yang memang memiliki gigi gingsul alami tetap mempertahankan gigi gingsulnya demi mendapatkan peringkat yang tinggi.

Seharusnya beruntung dong yang punya gigi gingsul. Kalau di Indonesia ada Nabila JKT48 dan Chelsea Olivia yang terkenal memiliki gigi gingsul yang membuat senyumnya sangat manis.

Bagi mereka, sebuah senyuman yang menampakkan gingsul akan nampak sangat imut dan manis serta terlihat seperti kanak-kanak. Demi sebuah senyuman bergingsul itu, para remaja Jepang yang mengikuti trend aneh tersebut rela merogoh kocek cukup dalam.

Jenis Yaeba (gigi gingsul)

Yaeba dapat dibagi menjadi dua jenis:

  • Alami

Secara alami, gigi gingsul merupakan bagian dari awal perkembangan gigi dan mulut. Kemudian muncul secara alami karena gigi susu yang terlambat tumbuh atau mulut anak yang masih terlalu kecil.

  • Buatan

Tren Yaeba yang kini populer di Jepang juga difasilitasi oleh dokter gigi untuk membuat gigi gingsul dan perawatan ini dilakukan oleh dokter gigi dan ada pula sebuah produsen yang menyediakan jasa menciptakan yaeba dengan cara merekatkan taring mini (dalam bahasa Jepang disebut tsuke yaeba maupun non-permanen).

Dilansir oleh situs Dailymail, operasi penambahan gingsul yang dikenal sebagai yaeba di Jepang dibandrol US$ 390. atau Rp. 3.500.000,-.  Namun ada diskon khusus bagi pelajar dan mahasiswa yang dapat menunjukkan kartu identitas pelajar mereka.

Prosedur operasi yaeba yaitu, dokter menambahkan taring kecil dengan cara menempelkan di gigi yang sudah ada. Hal tersebut akan menambah kesan bahwa gigi mereka bergingsul atau bertaring lebih panjang.

Konon, lelaki Jepang menyukai senyum seperti itu, sebab terlihat tulus seperti senyum kanak-kanak.

Menurut Japan Today, trend gigi gingsul ini dipicu oleh seorang selebriti Jepang TYB48 (tsuke yaeba 48) yang pertama kali giginya dioperasi. Memang setelah dioperasi, senyum sang selebriti nampak lebih imut dan manis.

Hal tersebut lalu ditiru oleh banyak remaja Jepang hingga menjadi booming. Anda berminat untuk menirunya?

Check Also

MANFAAT MINYAK KELAPA UNTUK RAMBUT

Ini adalah hal yang bisa dilakukan minyak kelapa untuk rambut Anda Berkat senyawa dalam minyak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *