Home / Bisnis / Bisnis : Sejarah, Tujuan Serta Jenisnya

Bisnis : Sejarah, Tujuan Serta Jenisnya

Makin majunya peradaban masyarakat maka pertukaran barang tidak dilakukan lagi secara barter dan sudah menggunakan alat pembayaran yang bisa digunakan oleh semua orang berupa uang. Setiap orang pasti memiliki cara masing-masing dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Cara itu bisa dilakukan dengan bekerja pada sebuah instansi atau juga bisa dengan mendirikan bisnis sendiri.

Setiap orang tentu sah-sah saja jika ingin membuat usaha miliknya sendiri. Asalkan masih mematuhi etika dan cara berbisnis yang baik. Kegiatan bisnis merupakan suatu aktivitas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia, organisasi dan masyarakat secara luas. Bisnis bukan sesuatu hal yang asing ditelinga anda dan masyarakat pada umumnya. Setiap harinya terdapat jutaan orang melakukan kegiatan berbisnis.

Banyak diantara mereka yang berhasil mengembangkan usahanya dan terus mengalami pertumbuhan setiap harinya. Sebagian lagi mengalami kegagalan hingga menderita kerugian terutama materil dengan jumlah yang tidak sedikit. Memasuki era modern, perkembangan perekonomian di Indonesia mengalami kemajuan yang semakin pesat.

Dengan adanya perkembangan tersebut maka perubahan kehidupan masyarakatpun semakin meningkat pula. Hal ini dibuktikan banyak berdirinya perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang jasa, dagang maupun industri dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan serta menjaga keseimbangan kelangsungan hidup perekonomian suatu negara tersebut.

Berkembangnya suatu zaman maka tidak akan pernah lepas dari yang namanya perkembangan bisnis dan teknologi. Nah, Untuk mengetahui bagaimana sejarah perkembangan bisnis, mari kita simak bersama ulasan dibawah ini.

Pengertian dan Sejarah Bisnis

Bisnis adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh perorangan maupun organisasi yang melibatkan aktivitas produksi, penjualan, pembelian, maupun pertukaran barang (jasa), dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan atau laba. Kata bisnis berasal dari bahasa Inggris, yaitu business yang artinya kesibukan.

Dalam konteks sederhana, yang dimaksud dengan kesibukan adalah melakukan suatu aktivitas atau pekerjaan yang memberikan keuntungan pada seseorang.

 

Menurut Brown dan Pretello, pengertian bisnis adalah lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat serta semua hal yang mencakup berbagai usaha yang dilakukan pemerintah maupun swasta tidak peduli mengejar laba ataupun tidak. Berdasarkan kegiatannya bisnis dibagi menjadi tiga, yaitu:

  • Production (Produksi) merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengolah suatu bahan atau sumber-sumber yang ada agar tercipta suatu produk yang mempunyai nilai guna yang lebih tinggi (menaikan faedahnya).
  • Distribution (Distribusi) adalah suatu proses penyampaian barang atau jasa dari produsen ke konsumen dan para pemakai, sewaktu dan dimana barang atau jasa tersebut diperlukan.
  • Consumtion (Konsumen) adalah setiap orang pemakai barang dan jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.

Nah perlu anda ketahui bahwa Pada masa duhulu, kegiatan bisnis dilakukan pada tingkat keluarga saja dan secara tertutup. Keluarga-keluarga pada saat itu menanam tanaman guna memenuhi kebutuhan bahan makanan, membuat pakaian sendiri, membuat rumah sendiri dengan bantuan tetangga. Usaha yang dilakukanpun terbatas, hanya pada bidang yang sangat kecil.

Pada tahun 1960-an muncul satu keragaman akan perencanaan di tengah ekonomi pasar kapitalis dan pada saat itu memperlihatkan garis besar tujuan strategi, memproyeksikan penjualan dan investasi dan mengidentifikasi peluang untuk mengembangkan pasar, produk dan bisnis baru.

Pada saat itu ide untuk membuat usaha yang bersifat komersial, dengan meminjam modal untuk produksi berskala besar belum terpikirkan. Kemudian muncul Revolusi industri yang membawa perubahan secara drastis dan sangat penting. Seiring berjalannya waktu banyak alat-alat ditemukan, hal ini mendorong terjadinya revolusi industri.

Penemuan baru misalnya mesin uap mempengaruhi sektor pertanian. Traktor dan buldozer menggantikan sapi dan kerbau sebagai pembajak sawah. Kemudian muncul pula tenaga kerja yang mulai menerima upah. Di masa ini, barang siapa yang tidak bekerja maka dia tidak akan mendapatkan penghasilan.

Namun bagi yang bekerja dengan keras dan dengan prestasi yang cukup baik dalam ruang lingkup kerjanya akan mendapatkan jaminan pensiunan dari perusahaan. Tentunya jaminan tersebut jauh dari cukup karena sudah tidak bekerja lagi.

Akhirnya ekonomi tumbuh pesat dan memberi peluang berkembangnya pabrik-pabrik, perdagangan besar, perdagangan eceran dan perusahaan jasa baik perorangan ataupun persekutuan. Proses tersebut berlangsung hingga saat ini dimana setiap usaha dituntut untuk efisien dalam biaya produksi agar harga akhirnya menjadi rendah.

Persaingan bisnis saat ini hanya dimenangkan oleh perusahaan yang berhasil melakukan efisiensi di segala bidang. Era Informasi, yang di awali pada awal tahun 1990-an dan terus berkembang pesat sampai saat ini dan diyakini akan terus berkembang dari tahun ke tahun selanjutnya.

Kecepatan dunia informasi akan memegang penuh dalam perkembangan dunia bisnis dimasa mendatang mulai dari industri kecil sampai industri besar, rumahan hingga pabrik, toko, marketing dan masih banyak lagi akan membutuhkan kecepatan dalam penyampaian bisnisnya.

Dalam hal ini bisa dikatakan melalui jaringan internet/website yang akan selalu siap bersedia membantu bisnis yang sedang anda lakoni (bisnis yang sedang anda jalankan).

Jenis-jenis Bisnis

Perbedaan antara penghasilan dari gaji seorang karyawan dengan seorang pebisnis terletak pada kemampuan dalam mencari peluang usaha yang menguntungkan. Oleh sebab itu pebisnis harus mampu mencari jenis peluang usaha yang dapat di gali dari permasalahan atau kebutuhan lingkungan sekitar.

Salah satu cara untuk menggali macam-macam jenis usaha yang tepat adalah dengan cara melakukan analisa dan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin dari internet. Dengan banyak informasi yang kita ketahui maka kita dapat menyusun strategi untuk memenangkan persaingan bisnis.

Bagi anda yang masih belum memiliki ide bisnis yang laku setiap hari maka berikut adalah macam-macam jenis usaha yang menjanjikan berikut beberapa jenis Bisnis di antaranya adalah :

  • Manufaktur adalah bisnis yang memproduksi produk yang berasal dari barang mentah atau komponen-komponen, kemudian dijual untuk mendapatkan keuntungan. Contoh manufaktur adalah perusahaan yang memproduksi barang fisik seperti mobil atau pipa.
  • Bisnis jasa adalah bisnis yang menghasilkan barang intangible, dan mendapatkan keuntungan dengan cara meminta bayaran atas jasa yang mereka berikan. Contoh bisnis jasa adalah konsultan dan psikolog.
  • Pengecer dan distributor adalah pihak yang berperan sebagai perantara barang antara produsen dengan konsumen. Kebanyakan toko dan perusahaan yang berorientasi-konsumen adalah distributor atau pengecer. lihat pula: Waralaba
  • Bisnis pertanian dan pertambangan adalah bisnis yang memproduksi barang-barang mentah, seperti tanaman atau mineral tambang.
  • Bisnis finansial adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dari investasi dan pengelolaan modal.
  • Bisnis informasi adalah bisnis menghasilkan keuntungan terutama dari pejualan-kembali properti intelektual (intelellectual property).
  • Utilitas adalah bisnis yang mengoperasikan jasa untuk publik, seperti listrik dan air, dan biasanya didanai oleh pemerintah.
  • Bisnis real estate adalah bisnis yang menghasilkan keuntungan dengan cara menjual, menyewakan, dan mengembangkan properti, rumah, dan bangunan.
  • Bisnis transportasi adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dengan cara mengantarkan barang atau individu dari sebuah lokasi ke lokasi yang lain.
  • Bisnis online adalah bisnis yang dilakukan secara online lewat internet. Dalam bisnis online, barang apa saja bisa diperjuabelikan layaknya pada bisnis pada umumnya. Untuk bisa berbisnis secara online, banyak media yang bisa dimanfaatkan, salah satunya adalah website, facebook, twitter, instagram, path, blog dan lainnya.

Bisnis sendiri masih terdiri dari berbagai macam tipe. Sehingga akibatnya, bisnis dapat dikelompokkan macam dan jenisnya dengan berbagai cara yang berbeda-beda.

Salah satu dari banyak cara yang dapat digunakan untuk membedakan bisnis dan macamnya adalah dengan mengelompokkan bisnis berdasarkan aktivitas atau kegiatan yang dilakukannya dalam hal yang bertujuan untuk menghasilkan keuntungan.

Tujuan Bisnis

Orang-orang menciptakan bisnis mungkin karena melihat suatu kesempatan untuk menciptakan barang atau jasa yang belum ditawarkan oleh perusahaan lain. Selain itu, adanya keinginan untuk memproduksi barang yang lebih murah dibandingkan dengan perusahaan lain.

Dengan demikian kesempatan mendapatkan laba terbuka karena dapat menyediakan barang dan jasa bagi konsumen. Tujuan utama dari semua bisnis adalah untuk mendapatkan laba dengan memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Adapun beberapa tujuan bisnis adalah sebagai berikut:

  1. Untuk memperoleh keuntungan dari kegiatan bisnis.
  2. Untuk pengadaan barang ataupun jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat.
  3. Untuk mencapai kesejahteraan pemilik faktor produksi dan masyarakat.
  4. Menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
  5. Untuk menunjukkan eksistensi suatu perusahaan dalam jangka panjang.
  6. Untuk meningkatkan kemajuan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara umum.
  7. Untuk menunjukkan prestise dan prestasi.

Fungsi Bisnis

Terdapat 5 fungsi bisnis yang terlibat dalam operasi suatu bisnis, yaitu manajemen, pemasaran, keuangan, akuntansi, dan sistem informasi Apabila ingin sukses berbisnis, maka kelima fungsi ini harus dijalankan dengan baik.

  • Manajemen adalah cara bagaimana karyawan dan sumber lain (seperti mesin) digunakan oleh perusahaan.
  • Pemasaran adalah cara bagaimana produk (jasa) dikembangan, ditentukan harganya, disebarkan, dan dipromosikan kepada pelanggan.
  • Keuangan adalah cara bagaimana perusahaan mendapatkan dan menggunakan dana untuk menjalankan bisnisnya.
  • Akuntansi adalah ringkasan dan analisis kondisi keuangan perusahaan dan dipakai untuk membuat berbagai macam keputusan sistem informasi termasuk masyarakat, teknologi informasi, prosedur untuk memberi informasi yang cocok untuk karyawan perusahaan sehingga bisa membuat keputusan bisnis.
  • Sistem informasi, perusahaan menggunakan sistem informasi untuk selalu memperbarui dan menganalisis sistem informasi tentang operasinya. Hasil informasi bisa digunakan oleh manajer perusahaan untuk membuat keputusan bisnis.

Fungsi bisnis adalah untuk menciptakan nilai (kegunaan) suatu produk, yang semula kurang bernilai, setelah diubah atau diolah menjadi kebutuhan masyarakat. Fungsi utama bisnis adalah menciptakan nilai suatu produk atau jasa dengan cara :

  • Mengubah bentuknya (form utility), yang tidak lain dari fungsi produksi.
  • Memindahkan tempat produk itu (place utility), atau fungsi distribusi.
  • Mengubah kepemilikan (possessive utility), yaitu fungsi penjualan.
  • Menunda waktu kegunaan (time utility), atau fungsi pemasaran.

Nilai kegunaan (utility Value) yang diciptakan oleh kegiatan bisnis, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat adalah terangkum dalam fungsi utama bisnis.

Faktor Kontinuitas Bisnis

Seperti yang sudah diuraikan mengenai pengertian bisnis, bahwa bisnis harus berpandangan jauh ke depan. Bisnis didirikan bukan untuk sementara, tapi untuk selamanya, seumur hidup pemilik dan terus dilanjutkan oleh ahli warisnya.

Dengan demikian setiap bisnis harus menjaga kontinuitas (keberlangsungannya), dengan landasan yang kuat menuju masa depan yang penuh tantangan. Faktor-faktor kontinuitas bisnis adalah :

  1. Likuiditas : Kemampuan bisnis membayar utang-utangnya pada saat jatuh tempo. Likuiditas juga berarti mampu menjaga kelancaran proses produksi agar suplai hasil produksinya lancar.
  2. Solvabilitas : Berusaha menjaga modal sendiri (assets) bisnis lebih besar dari utangnya.
  3. Soliditas : Kemampuan bisnis untuk memperoleh kepercayaan dari masyarakat. Kepercayaan meliputi moral pengelola bisnis, tepat dalam berjanji dan dipercaya dalam bidang keuangan.
  4. Rentabilitas : Bisnis mampu memperoleh keuntungan yang layak, tidak merugi.
  5. Crediet waardigheid : Bisnis bisa dipercaya sehingga layak memperoleh pinjaman/kredit.

Dalam berbisnis, ada etika bisnis yang harus ditaati oleh para entrepreneur. Yakni, wirausahawan yang melakukan aktivitas wirausaha yang dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun manajemen operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya

Pengertian etika bisnis adalah studi yang difokuskan untuk menentukan standar moral pada pebisnis dalam menerapkan kebijakan dan perilaku yang benar. Etika ini diterapkan pada organisasi dan sistem yang akan dipakai oleh masyarakat modern dalam mendistribusikan dan memproduksi barang serta jasa. Ketentuan dalam etika bisnis dijelaskan dan diatur langsung oleh hukum.

Etika dalam berbisnis seringkali dikatakan sebagai kontrol para entrepreneur dalam menjalankan kegiatan usahanya. Dengan adanya etika ini, maka cara berbisnis akan lebih terarah sesuai dengan norma dan nilai dalam kehidupan bermasyarakat. Etika pertama yang harus dimiliki oleh setiap pelaku bisnis adalah berprinsip otonomi.

Maksudnya adalah setiap pelaku usaha mandiri bebas menentukan bidang bisnis yang diinginkan yang tentunya sesuai dengan kemampuan dan juga visi misinya. Etika dapat membuat pebisnis menghindari hal-hal yang tidak pantas seperti berlaku curang, licik, kotor dan lain sebagainya. Cara berbisnis online juga dibahas dalam etika berbisis.

Karena pada dasarnya, semua bisnis baik offline maupun online harus disesuaikan dengan norma dan nilai-nilai dalam masyarakat. Kegiatan berbisnis pada dasarnaya tidak hanya mengacu pada individu sebagai pelakunya.

Umumnya kegiatan berbisnis dilakukan oleh suatu lembaga tertentu yang memproduksi suatu barang dalam skala tertentu dan kemudian mempromosikannya sebagai kebutuhan masyarakat luas yang akhirnya dapat memberinya keuntungan.

Dan anda harus jeli melihat peluang usaha yang menjanjikan di lingkungan sekitar dengan memanfaatkan berbagai informasi yang tersedia. Untuk itu demikianlah ulasan diatas, semoga artikel pada hari ini dapat memberi manfaat dan pengetahuan kepada pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *