Home / general / Uniknya Babi Berbulu Domba

Uniknya Babi Berbulu Domba

“Serigala berbulu domba”, pernah dengar pribahasa itu gak sob? Ya, kalau pribahasa tersebut pasti udah seringlah ya mendengarnya. Tapi kalau babi berbulu domba? Pribahasa atau memang fakta ya? Okey daripada kamu penasaran, lebih baik kita simak aja sama-sama artikel ini.

Di sosial media sempat ramai dibicarakan mengenai babi berbulu tebal mirip domba. Sampai muncul isu bahwa babi tersebut berasal dari persilangan dengan domba. Serangkaian foto yang menggambarkan makhluk seperti babi namun berbulu domba telah banyak beredar. Ya, terkadang banyak foto-foto palsu seperti foto aneh hybrid manusia anjing yang diduga menjadi “trans-spesies antara Labrador retriever dan manusia” beredar secara luas. Itu bukan seekor binatang melainkan patung realistis dengan artis Patricia Piccinini. Lalu gimana dengan foto babi berbulu domba ini ya, nyatakah?

Ternyata ini nyata, memang benar adanya babi yang memiliki bulu seperti domba. Ini bukanlah hybrid domba-babi, babi berbulu itu disebut Mangalitsa. Mangalitsa tidak memiliki DNA domba di dalamnya, bahkan lebih erat terkait dengan babi hutan.

Mangalitsa atau nama lainnya Mangalica merupakan babi langka asal Hungaria dengan bulu keriting mirip domba. Bulunya bisa berwarna hitam atau merah, namun lebih sering pirang. Pengembangbiakan Mangalitsa dimulai pada 1830-an, di kerajaan Austro-Hungarian. Archduke Joseph Anton Johann, anak ketujuh Kaisar Roma Leopold II menerima sejumlah babi jenis Sumadija dari pangeran Serbia dan mengawinkannya dengan babi Bakony dan Szalonta. Hasilnya, Mangalitsa memiliki bulu keriting dan cenderung lebih gendut.

Ukuran badannya pun lebih besar, penuh lemak dan bulat dibanding babi pada umumnya. Rasanya yang enak membuat Mangalitsa menjadi populer di akhir abad 19 dan sempat menjadi spesies utama di Eropa. Lemak dan produk olahan dagingnya merupakan produk paling diminati di pasar Eropa. Sebelum adanya minyak sayur, lemak Mangalitsa juga diminati untuk minyak memasak dan produksi lilin, sabun dan kosmetik.

Babi jenis Mangalitsa ini merupakan jenis terakhir yang memiliki bulu panjang. Kini spesiesnya hanya tersisa kurang dari 200 ekor. Babi Mangalitsa tidak sulit dipelihara karena tidak membutuhkan perawatan khusus. Mangalitsa memiliki kemampuan alami menggemukkan tubuh, bahkan merupakan jenis babi tergemuk di dunia dengan lemak mencapai 65 sampai 70 persen berat tubuh.

Babi Mangalitsa sempat berkembangbiak dalam jumlah besar di Lincolnshire, namun perburuan besar-besaran membuat spesies babi ini hampir punah pada tahun 1972. Daging babi ini dimanfaatkan untuk membuat sosis sedangkan bulunya diolah menjadi sweater. Namun, pada pertengahan 1980-an minat terhadap Mangalitsa kembali muncul. Ada lebih dari 60.000 ekor Mangalitsa yang diternakan oleh sekitar 8.000 peternakan babi di Hungaria. Pada 2006, Mangalitsa mulai diimpor ke Inggris. BBC mengakui, orang yang pertama kali melihat mereka pasti akan berpikir bahwa mereka adalah domba.

Sepasang suami istri di Inggris, Malcolm Gough dan Lesley pada awalnya berkeinginan untuk membeli babi dengan ciri yang unik. Mereka berdua membeli seekor babi unik ini dari sebuah peternakan kecil di Oakham empat tahun lalu. Mereka berdua langsung jatuh cinta saat pertama kali melihat babi yang unik ini. Bahkan dengan memelihara babi unik ini menjadi motivasi mereka berdua untuk merawat Mangalitsa dengan baik dan tidak akan memakan babi langka tersebut.

“Lesley telah membeli sebuah tempat kecil untuk merawat Mangalitsa dan juga memberikan informasi tentang beberapa keturunan babi langka tersebut,” ujar Malcolm. Sejak itulah, kini mereka berdua menjadi peternak babi yang sukses dengan menjual sebagian besar keturunan dari Mangalitsa kepada orang-orang yang ingin memiliki babi unik seperti ini.

Maraknya informasi tentang Mangalitsa cukup membuat masyarakat muslim khawatir terhadap peredaran daging Mangalitsa. Namun di Indonesia, jenis babi ini belum ada. Mangalitsa merupakan spesies babi dengan harga yang sangat mahal. Harga seekor babi Mangalitsa mencapai 5 kali lipat (£1.000 atau Rp. 18 juta) dibandingkan dengan jenis babi lainnya. Sehingga hanya diminati hanya oleh kalangan tertentu di Hungaria dan beberapa negara Eropa lainnya.

Nah, gak penasaran lagi kan kalau babi berbulu domba itu pribahasa atau memang fakta. Jawabannya, babi berbulu domba memang ada. Lucu juga ya bentuknya, unyuk-unyuk gimana gitu, hehehe. Hayooo siapa yang berminat memilikinya? Silahkan pergi ke Hungaria atau ke Inggris sana. 😀 😀 😀

Check Also

Latar Belakang Perang Dunia II Serta Misteri Yang Belum Terpecahkan

Perang Dunia 2 atau disingkat (PD 2) merupakan kelanjutan dari Perang Dunia I yang terjadi …