Home / healthy / Bahaya Keracunan Makanan Bagi Kehidupan Manusia

Bahaya Keracunan Makanan Bagi Kehidupan Manusia

Di zaman sekarang ini memang susah mencari makanan yang higienis serta baik untuk kesehatan. Bahkan anda juga dituntut untuk memilih makanan yang hendak dibeli agar anda tidak keracunan makanan. Karena penyebabnya sangat banyak kalau seandainya anda keracunan makanan. Di artikel kali ini saya akan mengulas semua mengenai keracunan makanan tersebut. Dengan mengetahui segala hal dari penyakit tersebut, mungkin anda bisa untuk menghindarinya dan mengenali gejalanya serta pengobatannya.

Keracunan makanan tidak hanya makanan yang ada di pinggir jalan saja lho, sebab di restoran mewah juga bisa keracunan makanan tersebut. Karena tidak ada yang bisa menjamin makanan tersebut bisa dikonsumsi dengan aman. Dengan begitu, ada baiknya anda mengurangi untuk menikmati makanan di luar sana. Lebih baik anda memasak sendiri dan membuat makanan tersebut lebih efektif untuk anda konsumsi dan keluaraga juga. Karena anda sendiri yang tahu kualitas masakan anda. Yuk, mari mengetahui tentang penyakit keracunan makanan yang bisa anda ketahui.

Gejala Keracunan Makanan

Jika anda memiliki keracunan makanan, kemungkinan itu tidak akan terdeteksi atau tidak bisa terlihat begitu saja. Gejala bisa bermacam-macam tergantung dari sumber infeksi. Lama waktu yang dibutuhkan untuk gejala muncul juga tergantung pada sumber infeksi, tapi bisa bermula mulai dari 1 jam sampai 28 hari. Kasus umum keracunan makanan biasanya mencakup setidaknya tiga dari gejala berikut dibawah ini :

  • Kram perut
  • Diare
  • Muntah
  • Kehilangan selera makan
  • Demam ringan
  • Kelemahan
  • Mual
  • Sakit kepala

Nah, beberapa gejala diatas tersebut, tidak laa mengancam kehidupan. Namun, ada jugua Gejala keracunan makanan yang memang sangat mengancam kehidupan meliputi :

  • Diare bertahan lebih dari tiga hari
  • Demam lebih tinggi dari 101,5 ° F
  • Kesulitan melihat atau berbicara
  • Gejala dehidrasi berat, yang mungkin termasuk mulut kering, sedikit lewat tanpa air kencing, dan sulit menahan cairan
  • Urin berdarah

Jika anda mengalami gejala ini, anda harus segera menghubungi dokter. Karena beberapa gejala yang disebutkan diatas akan mengancam nyawa anda. Jangan menunda-nunda untuk kesehatan anda sendiri.

Penyebab Keracunan Makanan

Penyebab anda keracunan makanan memang bisa dilihat dari beberapa penyebabnya. Mungkin setelah anda mengetahui keracunan makanan, nantinya anda dapat menghindarinya juga. Sebagian besar keracunan makanan dapat ditelusuri menurut salah satu dari tiga penyebab utama berikut ini:

Bakteri

Bakteri sejauh ini adalah penyebab paling umum keracunan makanan. Saat memikirkan bakteri berbahaya, nama seperti E. coli, Listeria, dan Salmonella muncul dalam pikiran untuk alasan yang baik. Salmonella adalah penyebab terbesar dari kasus keracunan makanan serius di Amerika Serikat. Menurut CDC, sekitar 1.000.000 kasus keracunan makanan, termasuk hampir 20.000 rawat inap, dapat ditelusuri ke infeksi salmonella setiap tahunnya. Campylobacter dan C. botulinum (botulisme) adalah dua bakteri yang kurang dikenal dan berpotensi mematikan yang bisa mengintai makanan kita.

Parasit

Keracunan makanan yang disebabkan oleh parasit ini tidak biasa seperti keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri, namun parasit yang menyebar melalui makanan masih sangat berbahaya. Toksoplasma adalah parasit yang paling sering terlihat pada kasus keracunan makanan. Ini biasanya ditemukan di kotak sampah kucing. Parasit bisa hidup di saluran pencernaan anda tanpa terdeteksi selama bertahun-tahun. Namun, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan wanita hamil berisiko mengalami efek samping yang serius jika parasit tinggal di usus mereka.

Virus

Keracunan makanan juga bisa disebabkan oleh virus. Virus norovirus, yang juga dikenal sebagai virus Norwalk, menyebabkan lebih dari 19 juta kasus keracunan makanan setiap tahunnya. Dalam kasus yang jarang terjadi, bisa berakibat fatal. Sapovirus, rotavirus, dan astrovirus membawa gejala serupa, tapi jarang terjadi. Virus Hepatitis A adalah kondisi serius yang bisa ditularkan melalui makanan.

Makanan Yang Terkontaminasi

Patogen dapat ditemukan pada hampir semua makanan yang dimakan manusia. Namun, panas dari masakan biasanya membunuh patogen pada makanan sebelum mencapai piring kami. Makanan yang dimakan mentah merupakan sumber keracunan makanan yang umum karena tidak melalui proses memasak. Terkadang, makanan akan bersentuhan dengan organisme dalam kotoran. Hal ini paling sering terjadi bila seseorang menyiapkan makanan tidak mencuci tangan sebelum memasak.

Daging, telur dan produk susu sering terkontaminasi. Air juga bisa terkontaminasi dengan organisme yang menyebabkan penyakit. Nah, untuk itu, lebih berhati-hatilah dengan semua yang akan anda konsumsi.

Faktor Risiko

Siapa yang berisiko keracunan makanan? Siapa pun bisa saja terserang keracunan makanan. Secara statistik, hampir semua orang akan mengalami keracunan makanan setidaknya sekali dalam hidup mereka. Ada beberapa populasi yang lebih berisiko dibanding yang lain. Siapapun dengan sistem kekebalan tubuh yang tertekan atau penyakit Auto-Imun mungkin memiliki risiko infeksi lebih besar dan risiko komplikasi lebih besar akibat keracunan makanan.

Menurut Mayo Clinic, wanita hamil lebih berisiko karena tubuh mereka menghadapi perubahan metabolisme dan sistem peredaran darah selama kehamilan. Orang tua juga menghadapi risiko tertular keracunan makanan karena sistem kekebalan tubuh mereka mungkin tidak merespon dengan cepat terhadap organisme penyebab infeksi. Anak-anak juga dianggap sebagai populasi berisiko karena sistem kekebalan tubuh mereka tidak berkembang seperti orang dewasa. Anak kecil lebih mudah terkena dehidrasi karena muntah dan diare.

Diagnosa Keracunan Makanan

Dokter mungkin bisa saja mendiagnosis jenis keracunan makanan berdasarkan gejala anda. Pada kasus yang parah, tes darah, tes tinja dan tes pada makanan yang anda makan dapat dilakukan untuk menentukan apa yang membuat anda keracunan makanan. Dokter anda mungkin juga akan menggunakan tes urine untuk mengevaluasi apakah seseorang mengalami dehidrasi akibat keracunan makanan.

Namun, biarpun dengan adanya bantuan dokter. Bukan berarti anda juga bisa selamat dari keracunan makanan, sebab semua adalah takdir anda yang akan menentukannya. Akan tetapi, anda bisa mengubah takdi dengan lebih berhati-hati dengan apa yang akan membuat anda jatuh sakit.

Cara Mengatasi Keracunan Makanan

Keracunan makanan biasanya bisa diobati di rumah dan kebanyakan kasus akan sembuh dalam waktu tiga sampai lima hari. Jika anda memiliki keracunan makanan, sangat penting untuk tetap terhidrasi dengan baik. Minuman olahraga elektrolit tinggi bisa membantu dengan ini. Jus buah dan air kelapa bisa mengembalikan karbohidrat dan membantu dengan kelelahan. Hindari kafein yang bisa mengiritasi saluran pencernaan. Teh tanpa kafein dengan ramuan yang menenangkan seperti chamomile, peppermint dan dandelion dapat menenangkan perut yang sakit.

Obat over-the-counter seperti Imodium dan Pepto-Bismol dapat membantu mengendalikan diare dan menekan mual. Namun anda harus memeriksakan diri ke dokter sebelum menggunakan obat ini, karena tubuh anda akan muntah dan diare untuk membersihkan sistem toksin. Selain itu, menggunakan obat ini bisa menutupi keparahan penyakit dan menyebabkan agar menunda anda untuk mencari pengobatan ahli. Penting juga bagi anda yang memiliki keracunan makanan untuk beristirahat yang cukup.

Pada kasus keracunan makanan yang parah, orang mungkin memerlukan hidrasi dengan cairan intravena (IV) di rumah sakit. Dalam kasus keracunan makanan yang paling parah, rawat inap yang lebih lama mungkin diperlukan untuk sementara individu sembuh.

Makanan Yang Tepat

Apa yang baik untuk dimakan saat anda memiliki keracunan makanan? Cara terbaik untuk secara bertahap menunda makanan padat sampai muntah dan diare berlalu dan malah kembali ke makanan biasa dengan makan makanan sederhana yang digoreng dan rendah lemak, seperti:

  • Kerupuk Asin
  • gelatin
  • pisang
  • Nasi
  • havermut
  • kaldu ayam
  • kentang hambar
  • sayuran rebus
  • roti panggang
  • soda tanpa kafein (jahe ale, root beer)
  • jus buah yang diencerkan
  • minuman olahraga

Makanan Yang Harus Dihindari

Untuk mencegah perut anda semakin sembraut di dalam, anda bisa juga mencoba untuk menghindari makanan yang sulit dicerna, bahkan jika anda merasa merasa lebih baik:

  • produk susu, terutama susu dan keju
  • makanan berlemak
  • makanan dengan kadar gula tinggi
  • makanan pedas
  • gorengan

Tak hanya itu saja, anda juga harus menghindari makanan dan minuman dibawah ini :

  • Kafein (soda, minuman energi, kopi)
  • Alkohol
  • Nikotin

Nah, dengan mengetahui segalanya tentang Keracunan Makanan. Anda bisa menghindari serta mencegahnya juga. Karena mengingat penyakit semcam ini sangat berhaya bagi kehidupan dan nyawa nada. Nggak ada ruginya untuk anda menghindari segalanya apa yang menyebabkan keracunan makanan. Malah jadi satu keuntungan bagi anda juga, karena tidak terkena keracunan makanan tersebut. Kalau anda mau mendengarkan isi dari ulasan saya ini, ya saya bersyukur. Tapi, kalau anda tidak menghiraukan artikel ini, ya’ itu terserah anda.

Sampai disini sajalah ulasan yang bisa saya bagikan kepada anda, semoga artikel ini bisa memberikan satu Faedah dalam kehidupan anda. Akhir kata saya ucapkan banyak terimakasih atas waktu dan perhatiannya.

Check Also

Mari Kenali Lebih Dalam Mata Silinder Pada Penglihatan

Berbagai penyakit memang sudah terlalu banyak untuk diketahui. Pada umumnya semua penyakit sudah pasti akan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *