Home / healthy / Mari Kenali Lebih Dalam Mata Silinder Pada Penglihatan

Mari Kenali Lebih Dalam Mata Silinder Pada Penglihatan

Berbagai penyakit memang sudah terlalu banyak untuk diketahui. Pada umumnya semua penyakit sudah pasti akan ada obatnya yang dikeluarkan para dokter maupun pengobatan secara tradisional. Namun terkadang ada juga penyakit yang sangat mengganggu penglihatan manusia seperti Mata Silinder atau Astigmatisme yang terjadi pada penderita yang mengakibatkan Mata menjadi rabun serta berbayang karena bentuk Kornea atau lensa mata tidak cembung sempurna.

Tentu hal seperti itu membuat anda terganggu karena tidak jelasnya penglihatan di area sekitar. Bagi anda yang mengalami Mata silinder tersebut. Segeralah memeriksakan mata anda ke dokter yang memang ahli mata atau anda juga bisa mendapatkan pencegahan dan cara mengatasi Mata Silinder tersebut, dari artikel ini yang telah saya rangkum menjadi satu. Nah, maka dari itu, anda tidak perlu khawatir dengan penyakit yang anda derita pada saat ini. Sebab, semua penyakit pasti ada obatnya. Asalkan anda benar-benar menerapkan cara pengobatannya. Sehat itu mahal lho.

Mata Silinder atau istilah dari medis Astigmatisme adalah kesalahan refraksi yang disebabkan oleh lensa atau kornea yang cacat (penutup transparan di atas iris, pupil dan lensa) yang menghalangi pandangan si penderita untuk melihat benda dengan jelas dari kejauhan dan jarak dekat. Astigmatisme ini bisa terjadi dalam berbagai tingkat di setiap mata manusia dan sering juga menyertai Miopia (Rabun Jauh) bahkan Hiperopia (Rabun Dekat). Silindris rigan juga biasanya tidak terlihat segala gejalanya dan hanya menyebabkan sedikit kabur.

Sedangkan Astigmatisme yang parah akan menyebabkan pandangan menjadi kabur dari segala jarak apapun, meski itu dari dekat atau dari jauh. Sekita 80 persen masyarakat Indonesia telah mengalami Mata Silinder. Sementara itu, Kornea normal berbentuk seperti bola yang sempurna. Lensa mata juga melengkung dalam derajat yang sama ke segala arah. Tapi kornea atau lensa mata pada seorang penderita astigmatisme tidak melengkung secara simetris. Satu sisi mungkin lebih curam dari yang lain, membuat kornea lebih mirip bola basket.

Oleh karena itu, cahaya yang akan masuk ke mata tidak tertuju pada retina, sehingga akan menghasilkan gambar yang buram atau kabur. Cahaya yang akan masuk ke mata dari arah yang berbeda akan difokuskan pada titik fukos yang berbeda pula. Sehingga pandangan akan menjadi buram juga. Nah, setelah anda sudah dapat mengetahui pengertian dari Mata silinder. Saya juga sudah mengulas gejala, penyebab dan pengobatan atau langkah yang harus anda lakukan ketika mengalami Mata Silinder tersebut.

Gejala Astigmatisme

Pada kasus ringan Astigmatisme, memang gejala hampir tidak dapat terlihat, sehingga anda tidak dapat mengetahuinya dan pastinya sulit anda untuk melakukan pengobatannya. Jika Penyakit semacam ini sudah dikatakan parah, barulah anda akan mengetahui bahwa anda sedang mengalami Astigmatisme. Nah, maka dari itu anda diharuskan untuk mengetahui segala gejala dari Astigmatisme tersebut. Berikut dibawah ini adalah gejala yang akan dirasakan para penderita Penyakit Tersebut :

  1. Penglihatan buram atau berbayang
  2. Kelelahan pada mata
  3. Silau yang berlebih ketika mengendarai kendaraan pada malam hari
  4. Sakit kepala pada saat fokus melihat suatu benda
  5. Ketidakmampuan untuk melihat dengan baik dekat dan jauh tanpa menyipitkan mata.
  6. Jika pada anak-anak dengan gangguan Silindris akan mengalami Kesulitan untuk fokus pada kata-kata tercetak dan garis
  7. Ketegangan mata, mata lelah atau bahkan sakit kepala

Nah, kalau anda mengalami segala gejala-gejala yang saya sebutkan diatas, segeralah konsultasikan kepada dokter yang memang ahli Mata. Namun, ada lagi jenis dari Astigmatisme yang perlu juga untuk anda ketahui. Berikut dibawah ini adalah jenis dari Astigmatisme tersebut.

  • Deformitas lensa (astigmatisme lenticular)
  • Kornea (Astigmatisme Kornea)

Kedua jenis diatas memang sama-sama sangat mempengaruhi terhadap penglihatan. Kalau anda sudah mengetahui gejala-gejala dari mata silinder, maka ada baiknya anda juga mengetahui segala penyebab mengapa anda bisa sampai mengalami kasus seperti ini. Bagi anda juga kiranya yang tidak mengalami penyakit tersebut bisa mengetahui juga segala penyababnya agar bisa anda hindari juga. Mencegah itu lebih baik daripada mengobati lho.

Penyebab Astigmatisme

Dibawah ini adalah hal-hal yang menyebabkan ketidak sempurnaan pada penglihatan anda. Dari berbagai kronologis diatas dapat juga anda simpulkan, bahwa mata silinder sangatlah rentan dan sangat bergantung pada sebuah lensa silinder. Faktor yang menyebabkan mata silinder adalah sebagai berikut dibawah ini :

Faktor Keturunan

Faktor keturununan Merupakan salah satu penyebab utama timbulnya suatu jenis penyakit, termasuk mata silinder ini. Penelitian yang telah dilakukan menyebutkan bahwa kebanyakan penderita mata silinder memiliki faktor keturunan pada keluarganya yang pernah atau sedang menggunakan kacamata silinder.

Faktor Radiasi Cahaya

Radiasi cahaya Kebiasaan buruk sering menggunakan mata melebihi kemampuannya, yaitu dengan memaksa mata untuk tetap aktif melihat padahal mata anda telah memberi suatu respon untuk beristirahat, dapat menjadi penyebab awal mata silinder, terutama akibat radiasi cahaya yang ditimbulkan dari sinar radiasi TV, cahaya monitor komputer. Penyebab mata silinder lainnya yang sering tidak disadari antara lain; membaca dalam pencahayaan yang lebih atau kurang terang, membaca sambil tiduran, ataupun waktu istirahat mata yang kurang akibat sering begadang.

Memiliki Penyakit Mata Tertentu

Penyakit mata tertentu Beberapa penyakit tertentu yang dapat menimbulkan pembengkakan, penipisan atau perubahan bentuk pada kornea seperti, Keratoconus / kornea yang membentuk kerucut, Infeksi yang mengakibatkan jaringan parut pada kornea, Ptosis atau kelopak mata yang menggantung, sering bisulan di sekitar area kelopak mata, pasca operasi mata, pasca trauma dari suatu kecelakaan yang mengenai mata dapat menjadi penyebab mata silinder.

Kekurangan Asupan Vitamin Penting

Vitamin sangat dibutuhkan oleh tubuh, termasuk indera penglihatan kita. Mata sebagai salah satu indera tubuh yang sangat penting memerlukan vitamin A untuk menjaga kesehatannya. Selain itu asupan nutrisi, protein dan lemak yang seimbang juga tidak kalah penting bagi kornea mata.

Astigmatisme dapat dengan mudah didiagnosis setelah pemeriksaan mata standar dengan tes refraksi. Untuk mengukur kelengkungan kornea, keratometer dapat digunakan dalam pemeriksaan keratometri. Dalam kasus di mana detail halus bentuk kornea perlu ditentukan, tes yang lebih canggih yang disebut topografi kornea dapat dilakukan.

Jika si penderita tidak dapat merespons secara normal selama pengujian refraksi, seperti yang mungkin terjadi pada anak kecil atau penyandang cacat. Pembiasannya dapat diukur dengan tes yang disebut retinoskopi dengan penggunaan  cahaya yang dipantulkan. Selama Retinoskopi, dokter mata menggunakan alat yang disebut Retinoskop, yang memusatkan cahaya ke mata. Dokter mata melihat refleks cahaya di pupil sambil meletakkan lensa berbeda di depan mata.

Pengobatan Atigmatisme

Jika anda adalah Orang yang mengalami astigmatisme memiliki berbagai tingkat penglihatan kabur. Pengobatan meliputi kacamata, kontak khusus dan operasi refraksi tertentu. Dalam kebanyakan kasus seperti astigmatisme paling baik dikoreksi oleh kacamata. Lensa kontak, lensa kontak torik yang lebih spesifik, bisa dirancang khusus untuk orang dengan astigmatisme. Kasus minor bisa dikoreksi dengan lensa toric yang lembut.

Derajat astigmatisme yang tinggi lebih baik dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak toraks RGP. Lensa kontak torik lebih mahal dari pada kontak normal karena adanya koreksi ekstra yang mereka berikan.  Perawatan bedah meliputi LASIK Eye Surgery, PRK (keratektomi photorefractive) dan keratotomi astigmatik (AK). LASIK membentuk kembali kornea dengan menghilangkan jaringan mata. Dalam keratotomi astigmatis, perawatan yang lebih tua, ahli bedah mata membuat sayatan di pinggiran kornea berubah bentuknya.

Orthokeratology, yang juga dikenal sebagai Ortho-K atau CRT, menggunakan lensa kontak RGP untuk secara bertahap membentuk kembali kornea. Namun, pembentukan kembali kornea tidak permanen, dan lensa kontak khusus perlu dipakai beberapa jam setiap hari untuk mempertahankan bentuknya yang baru. Hanya astigmatisme ringan yang diobati dengan metode ini.

Penting untuk diketahui bahwa kebanyakan kasus astigmatisme disebabkan oleh kelengkungan kornea. Karena itu, hanya operasi yang bisa efektif memperbaiki kondisinya. Kacamata dan lensa kontak bagus untuk mengoreksi penglihatan saat dipakai, tapi memang tidak dapat menyembuhkan dengan menggunakan kacamata saja.

Jika anda sudah mengetahui segalanya mengenai penyakit Atigmatisme, maka cobalah untuk selalu berhati dan menjaga mata anda. Semoga artikel ini juga bisa sangat bermanfaat dan membantu untuk anda menjaga kesehatan mata. Akhir kata saya ucapkan banyak terimakasih atas waktu dan perhatiannya.

Check Also

Jenis, Cara Menghindari dan Mengobati Infeksi Jamur Kulit

Apakah anda sedang mengalami penyakit Infeksi kulit Jamur? Memang sih, penyakit ini tidak akan merenggut nyawa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *