Home / healthy / Mengapa Air Putih Berbahaya Untuk Bayi Dibawah 6 Bulan?

Mengapa Air Putih Berbahaya Untuk Bayi Dibawah 6 Bulan?

Bayi membutuhkan asupan ASI eksklusif selama enam bulan pertama di dalam hidupnya, sebagaimana direkomendasikan oleh Lembaga Kesehatan Dunia (World Health Organization – WHO). Tapi gimana kalau bayi tersebut diberi air putih ya? Katanya sih anak bayi di bawah enam bulan itu gak boleh diberi air putih, kira-kira kenapa ya? Yuk, kita simak aja artikel ini untuk lebih jelasnya lagi.

Alasan Bayi Tidak Boleh Minum Air Putih

ASI adalah sebuah cairan tanpa tanding ciptaan Allah yang memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit. Keseimbangan zat-zat gizi dalam air susu ibu berada pada tingkat terbaik dan air susunya memiliki bentuk paling baik bagi tubuh bayi yang masih muda.

Selain ASI, tidak sedikit orang tua memberikan air putih pada bayinya meskipun masih berusia di bawah enam bulan. Pemberian air putih pada bayi lebih dini dapat menyebabkan berbagai dampak kesehatan untuk bayi. Bayi yang masih menyusu Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif tidak memerlukan air putih sebelum usianya mencapai enam bulan. Pemberian air putih pada bayi berusia di bawah enam bulan justru dapat mengundang risiko gizi buruk dan diare.

Kita dianjurkan untuk minum air putih sebanyak 8 gelas perhari. Air putih memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan membuat tubuh menjadi lebih segar. Namun, pernyataan tersebut hanya berlaku untuk orang dewasa, lain halnya dengan bayi. Pemberian air putih itu sendiri pada bayi justru kurang baik karena akan berdampak pada kesehatannya. Meskipun begitu bukan berarti bayi tidak boleh diberi air putih. Pemberian air putih dapat dilakukan pada bayi sesuai dengan usia yang telah ditentukan.

Bayi boleh diberi air putih setelah usianya enam bulan. Dari enam bulan tidak ada asupan apapun selain ASI. Meskipun air putih sehat, tetapi tidak dianjurkan diberikan pada bayi berusia di bawah enam bulan. ASI sudah memenuhi semua kebutuhan nutrisi bayi saat usia tersebut, sehingga asupan cairan atau makanan lainnya selain ASI tidak dibutuhkan.

Badan kesehatan Amerika Serikat memperingati pada orang tua untuk tidak memberikan air putih pada bayi di bawah usia enam bulan. Pasalnya, berdasarkan penelitian yang dilakukan air putih yang diberikan pada bayi terlalu sering ditakutkan akan menyebabkan keracunan. Berikut ini beberapa bahaya air putih untuk bayi enam bulan:

Bayi Dapat Terinfeksi Bakteri

Air putih pada kenyataannya memang menjadi asupan utama bagi manusia dewasa, namun ternyata tidak bagi bayi. Jika memberikan air putih, terlebih yang air tanahnya tercemar banjir di Jakarta, itu akan membuat bayi makin mudah terinfeksi bakteri. ASI adalah pilihan satu-satunya yang paling tepat bagi bayi di umur 0-6 bulan. Ketika diberikan air putih, pencernaan si bayi kecil yang tadinya normal justru malah jadi terinfeksi bakteri. Dampaknya bisa fatal, selain mencret, diare dan gangguan perut lainnya.

Mengganggu Otak Bayi

Pada bayi berusia 0 sampai 6 bulan, ginjalnya belum berfungsi dengan baik. Ketika bayi mengkonsumsi air putih, ketika BAK air seninya akan membawa elektrolit dalam darah, seperti misalkan natrium, dimana natrium sebenarnya berguna untuk tubuh.

Ketika bayi kekurangan natrium, maka bayi memiliki risiko mengalami kejang-kejang. Apabila elektrolit yang terbuang semakin banyak, maka efek negatif yang dialami oleh bayi pun akan semakin banyak. Akibatnya apabila banyak organ tubuh bayi mengeluarkan elektrolit seperti ginjal, jantung, paru-paru dan otak, maka akan menghambat aktivitas otak bayi. Gejala yang ditunjukkan oleh bayi dapat berupa kejang-kejang atau suhu tubuh menjadi rendah.

Ginjal Rusak

Pemberian air putih pada bayi berusia 0-6 bulan dapat menyebabkan rusaknya ginjal. Pada bayi usia ini, ginjal yang memiliki fungsi sebagai pengatur keseimbangan cairan dalam tubuh masih belum berfungsi dengan baik. Sebenarnya pada saat usia kehamilan ibu 35 minggu, ginjal pada bayi sudah terbentuk, namun fungsinya belum optimal. Begitu pun saat bayi lahir, meskipun bentuk ginjal sudah sempurna.

Pada anak yang usianya lebih besar dan orang dewasa, fungsi ginjal sudah optimal. Ginjal sudah mampu dalam mengatur asupan cairan yang masuk dan keluar. Ketika banyak minum, maka ginjal otomatis akan mengaturnya dengan mengeluarkan melalui BAK. Dalam tubuh ginjal memiliki fungsi untuk mengatur keseimbangan cairan, seperti misalkan kalsium, natrium dan lain sebagainya. Sehingga ketika fungsi ginjal belum sempurna dan sudah diberi air putih, maka tubuh bayi akan kelebihan air. Pasalnya, ginjal belum mampu menyeimbangkan cairan yang masuk dan keluar dalam tubuh bayi.

Resiko Gizi Buruk

Jika bayi yang disusui dengan ASI ekslusif meminum air putih, dia bisa berhenti menyusu sebelum waktunya dan hal ini bisa menyebabkan kekurangan gizi. Bunda pun akan merasakan imbasnya, yaitu jumlah air susu akan berkurang. Mengenai kandungan ASI sendiri, terutama tetesan-tetesan yang keluar pertama tiap bayi menyusu, mengandung lebih dari 80 persen air. Oleh karena itu, ASI saja sudah cukup untuk menghidrasi bayi. Tiap kali bayi haus atau lapar, segera berikan ASI. Selain menghilangkan rasa haus, ASI juga membantu dalam melindungi bayimu dari infeksi serta membantu bayi tumbuh dan berkembang secara normal.

Sementara itu, memberikan air putih pada bayi yang disusui dengan susu formula juga tidak dianjurkan. Ikutilah petunjuk pembuatan susu formula untuk bayimu, jangan mencoba menambahkan takaran air melebihi jumlah yang disarankan. Memberikan susu formula yang encer karena terlalu banyak air berarti memberikan bayimu nutrisi yang lebih sedikit dari yang dia butuhkan.

Selain itu, baik pada bayi di bawah enam bulan yang mengonsumsi ASI atau susu formula, pemberian air dapat mengganggu kemampuan tubuh si buah hati untuk menyerap nutrisi dari susu. Air putih juga bisa menyebabkan perut bayi terasa penuh sehingga keinginan makannya berkurang.

Kapan Bayi Boleh Meminum Air Putih?

Kondisi berikut membolehkan bayi untuk minum air putih:

  • Ketika cuaca panas, Bunda boleh memberikan tambahan air saat menyeduh susu formula untuk bayi yang memang mengonsumsi susu formula.
  • Jika bayi mengalami flu perut atau gastroenteritis, dokter biasanya menyarankan untuk memberikan minuman elektrolit pada bayi. Tujuannya membantu mencegah terjadinya dehidrasi.
  • Setelah bayi berusia enam bulan, bayi boleh diberi air putih saat haus, namun jangan berlebihan.
  • Setelah berusia satu tahun, ketika dia sudah mengonsumsi makanan padat, dia boleh diberi air putih sebanyak yang dia suka.

Nah, buat bunda-bunda di rumah, sekarang udah tau kan kalau air putih untuk bayi di bawah enam bulan itu berbahaya. Maka dari itu cobalah untuk lebih memperhatikan bayi kesayangan kamu agar bayi kamu tidak mengalami dampak di atas. Semoga dengan artikel ini dapat menambah pengetahuan para bunda sekalian.

Check Also

Jenis, Cara Menghindari dan Mengobati Infeksi Jamur Kulit

Apakah anda sedang mengalami penyakit Infeksi kulit Jamur? Memang sih, penyakit ini tidak akan merenggut nyawa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *