Home / healthy / Mengenal Kandungan Pada Pasta Gigi Dan Bahayanya Jika Tertelan

Mengenal Kandungan Pada Pasta Gigi Dan Bahayanya Jika Tertelan

Apakah kamu pernah tidak sengaja menelan pasta gigi? Ya, tentu saja pernah dong ya. Pasta gigi sudah menjadi kebutuhan kita sehari-hari yang wajib kita beli kalau kita sedang belanja, paling tidak kita menggunakannya dua kali dalam sehari. Tapi apakah kamu tau bahayanya kalau menelan pasta gigi? Nah untuk lebih jelasnya lagi, mari kita mengenal lebih jauh kandungan yang ada dalam pasta gigi.

Kandungan Di Dalam Pasta Gigi

Pasta gigi adalah sejenis pasta yang digunakan untuk membersihkan gigi, biasa digunakan dengan sikat gigi. Di Indonesia, pasta gigi sering juga disebut Odol. Sebenarnya odol adalah salah satu merek pasta gigi asal Jerman yang dibawa oleh para tentara Hindia Belanda.

Pasta gigi mempunyai banyak rasa dan juga dijual dalam berbagai fungsi tertentu, seperti pasta gigi dengan fungsi memutihkan gigi, membersihkan dan melindungi gigi dari bakteri, membuat mulut terasa segar sepanjang hari, mencegah gigi berlubang dan masih banyak lagi. Sebenarnya kandungan apa yang ada di dalam pasta gigi? Berikut ini adalah kandungan yang terdapat dalam pasta gigi:

  • Agen abrasif. Merupakan bahan kasar, seperti kalsium karbonat, dikalsium fosfat dihidrat dan magnesium trisilikat. Agen abrasif berfungsi untuk membantu mengusir sisa makanan, bakteri dan beberapa noda di gigi.
  • Perasa. Pemanis buatan termasuk sakarin yang sering ditambahkan pada pasta gigi untuk membuat rasanya lebih baik. Rasa pasta gigi biasanya merupakan campuran dari beberapa komponen. Pasta gigi tersedia dalam banyak rasa, seperti rasa mint, lemon-lime, dan bahkan rasa permen karet serta buah-buahan (untuk anak-anak). Mayoritas orang lebih memilih pasta gigi yang memiliki rasa mint yang membuat mulut terasa segar dan bersih, meskipun hanya beberapa menit. Sensasi ini biasanya timbul karena kandungan perasa dan detergen dalam pasta gigi yang menyebabkan iritasi ringan pada mukosa mulut.
  • Pewarna. Juga ditambahkan ke pasta gigi, seperti titanium dioksida untuk pasta putih dan berbagai pewarna makanan untuk pasta atau gel berwarna.
  • Humektan. Digunakan dalam pasta gigi untuk mencegah hilangnya air dalam pasta gigi sehingga pasta gigi tidak menjadi keras ketika terkena udara saat dibuka. Humektan yang paling sering digunakan adalah gliserol dan sorbitol. Sorbitol dengan dosis besar dapat menyebabkan diare karena bertindak sebagai pencahar osmotik. FAO/WHO merekomendasikan penggunaan sorbitol dibatasi sebesar 150 mg/kg/hari. Oleh karena itu, penggunaan 60-70% pasta gigi yang mengandung sorbitol oleh anak kecil harus diawasi oleh orang tua.
  • Zat pengikat. Zat pengikat merupakan koloid hidrofilik yang mengikat air dan digunakan untuk menstabilkan formulasi pasta gigi dengan mencegah pemisahan fase padat dan fase cair. Contoh zat pengikat yang digunakan adalah karet alami (karaya dan tragakan), koloid rumput laut (alginat dan karet karagenan) dan selulosa sintetis (karboksimetil selulosa dan selulosa hidroksietil).
  • Deterjen. Deterjen, seperti natrium lauril sulfat, menghasilkan busa ketika kamu menyikat gigi. Deterjen membantu menghilangkan tumpukan dan emulsi plak pada gigi.

Satu lagi kandungan dalam pasta gigi yang sangat penting, yaitu fluoride yang berfungsi membantu melindungi gigi dari asam yang dilepaskan bakteri saat memakan gula dan pati tersebut. Hal ini dilakukan dalam dua cara. Pertama, fluoride membuat enamel gigi lebih kuat sehingga lebih kecil kemungkinannya untuk terjadi kerusakan gigi karena asam yang dilepaskan oleh bakteri. Kedua, fluoride dapat memineralisasi kembali daerah gigi yang sudah mulai membusuk sehingga kerusakan gigi tidak cepat terjadi.

Bahaya Menelan Pasta Gigi

Kandungan fluoride yang melebihi batas pada pasta gigi juga dapat merusak gigi. Kerusakan gigi yang disebabkan karena gigi terpapar fluoride dengan kadar sangat tinggi dinamakan fluorosis, fluorosis biasanya terjadi pada anak-anak. Fluorosis terjadi karena gigi anak terpapar fluoride yang tinggi pada pasta gigi saat anak berusia 8 tahun di mana gigi permanen baru mulai tumbuh. Berikut ini adalah bahaya pasta gigi terutama bahaya bahan kimia fluoride jika ditelan berlebihan:

Racun bagi tubuh

Apakah Anda tahu bahwa fluoride merupakan salah satu bahan yang digunakan pada untuk pembuatan bom atom? Sebuah penelitian memaparkan bahwa fluoride pada pasta gigi memiliki efek racun kimia yang berbahaya.

Karena hal ini, kandungan fluoride di dalam setiap pasti gigi selalu dibatasi. Jika Anda keracunan, tubuh akan mengirimkan sinyal berupa mual dan muntah, juga sakit kepala, bahkan bisa menyebabkan kehilangan kesadaran atau pingsan.

Osteoporosis

Efek samping dan bahaya dari fluoride lainnya ialah bisa memicu terjadinya osteoporosis dan kerusakan sistem saraf, terutama pada penggunaan yang salah, seperti menelan pasta gigi yang berlebihan dan terlalu sering masuk ke dalam tubuh. Bahkan pada awal tahun 2000, pemerintah Belgia pernah menjadi pihak pertama yang melarang peredaran tablet dan permen yang mengandung fluoride seperti yang terkandung di dalam pasta gigi.

Menimbulkan overdosis

Penelitian dari Swedia yang mengamati kecenderungan anak yang menelan pasta gigi secara tidak sengaja melalui air ludah saat melakukan sikat gigi kerap memicu kasus overdosis fluoride dan gangguan lainnya. Gangguan itu misalnya sering mengeluarkan ludah dalam jumlah banyak, tumpulnya indera perasa di sekitar mulut hingga pada gangguan pernapasan seperti asma.

Penyerapan kalsium terhambat

Terlalu sering menelan pasta gigi yang mengandung fluoride bisa menyebabkan terhambatnya penyerapan kalsium dalam tubuh yang dikenal dengan sebutan fluorosis. Hal ini bisa berakibat pada penurunan IQ, gangguan sistem saraf, kekebalan tubuh dan kerapuhan tulang serta penghambat pertumbuhan terutama pada anak-anak. Oleh karena itu, bukan suatu hal yang mengherankan kalau beberapa negara menganjurkan pembatasan penggunaan pasta gigi dengan kandungan fluoride yang berlebihan untuk usia di atas 5 tahun.

Menyebabkan bintik kuning pada gigi

Pada kasus fluorosis akibat penelanan fluoride yang terkandung dalam pasta gigi secara berlebihan akan menimbulkan beberapa gejala yang muncul. Biasanya akan ada noda kecoklatan atau bintik-bintik kuning yang menyebar di permukaan gigi karena pembentukan enamel gigi yang tidak sempurna. Enamel gigi yang tidak sempurna dapat memicu terjadinya kerusakan akibat retensi sisa-sisa makanan di area tersebut karena adanya akumulasi bakteri, sehingga bisa saja berimbas pada proses muasal karies gigi.

Kelainan tulang dan gigi

Kelebihan fluoride juga bisa menyebabkan kelainan tulang dan gigi. Flouride yang masuk ke dalam tubuh sekitar setengah dari kandungannya akan disimpan dalam tulang dan terus bertambah seiring usia. Sehingga apabila dibiarkan begitu saja akan menimbulkan kelainan tulang yang mungkin terjadi setelah begitu lama bertumpuk.

Nah mulai dari sekarang, berhati-hatilah saat menggosok gigi. Jangan sampai tertelan pasta gigi terlalu sering ya kalau tidak ingin mengalami hal di atas.

Check Also

Jenis, Cara Menghindari dan Mengobati Infeksi Jamur Kulit

Apakah anda sedang mengalami penyakit¬†Infeksi kulit Jamur? Memang sih, penyakit ini tidak akan merenggut nyawa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *