Home / healthy / Stres Bikin Berat Badan Bertambah, Benarkah?

Stres Bikin Berat Badan Bertambah, Benarkah?

Biasanya sih kalau sedang stres kita bakalan susah tidur dan tidak bersemangat menjalani hari-hari. Tapi kamu pernah dengar gak disaat sedang stres, berat badan malah bertambah? Kok bisa ya? Harusnya kan malah turun akibat stres, tapi kenyataannya enggak. Kalau kamu penasaran, silahkan simak ulasan di bawah ini.

 

Stres Bisa Menyebabkan Gemuk

Kamu merasa bahwa berat badanmu semakin hari semakin bertambah padahal pola makanmu biasa saja? Well, bisa jadi kamu sedang stres dan kamu tidak menyadarinya. Stres dapat terjadi karena adanya ketegangan mental, emosional maupun fisik seseorang. Bentuk ketegangan ini berdampak pada menurunnya produktivitas dan juga mempengaruhi berat badan seseorang. Ada yang berat badannya turun dalam waktu singkat dan adapula yang malah naik hingga menyebabkan kegemukan. Stres bisa terjadi pada siapapun, baik tua maupun muda. Stres bisa disebabkan karena masalah yang timbul tidak bisa teratasi dan membebani di pikiran kamu tiap hari.

Setidaknya ada dua alasan mengapa saat stres kita sering bertambah gemuk. Pertama, kita menjadi lebih sering mengasup makanan yang menimbulkan rasa nyaman. Makanan tersebut biasanya adalah makanan tinggi kalori dan juga tidak sehat. Hormon-hormon yang dihasilkan tubuh ketika kita sedang stres ternyata juga dapat membangkitkan rasa lapar sehingga kita jadi makan berlebihan. Tubuh akan terus memproduksi hormon sampai stres benar-benar hilang.

Tingginya tingkat hormon kortisol akan dilepaskan saat seseorang mengalami stres. Efeknya tentu saja berbahaya bila berlebihan. Tingginya hormon kortisol menyebabkan lemak di area perut jadi tertimbun dan sulit untuk dikikis. Biasanya ini terjadi pada pekerja kantoran yang pekerjaan sehari-hari dilakukan di balik meja sambil duduk dan tingkat stresnya tinggi.

Sekarang kamu sudah mengetahui kalau hormon memegang peranan penting dalam diet. Nah, mari lihat efek negatifnya. Peningkatan hormon bisa menyebabkan tingkat insulin yang lebih tinggi, sehingga gula darah menurun. Ketika ini terjadi, kamu jadi ingin makan yang manis-manis dan yang berlemak. Burger, ayam goreng, kue tart dan es krim tentu lebih menarik daripada salad atau semangkuk buah bukan? Meski hati puas setelah makan-makanan manis dan berlemak, tapi perasaan ini tidak berlangsung lama. Setelah semua dilahap, kamu akan merasa mual atau justru makan lebih banyak. Jika kamu ingin makan permen atau es krim, cobalah ganti pilihan kamu pada yogurt rendah lemak dengan taburan buah segar misalnya. Ini adalah cara efektif untuk meredakan stres sekaligus membantu kamu untuk menurunkan berat badan.

Stres Menjadi Faktor Timbulnya Penyakit

Pastinya kondisi kesehatan kamu tidak akan baik jika mengalami stres yang berlebihan. Hal ini mempengaruhi kadar gula dalam darah, sistem peredaran darah, detak jantung, otak, paru-paru, otot bahkan sistem kekebalan tubuh. Semakin tinggi kadar stres seseorang, semakin besar kecenderungan mereka mengidap penyakit jantung, stroke, diabetes, kanker, gangguan pada tulang dan otot.

Stres Bisa Memperlambat Metabolisme

Dalam sebuah studi kecil yang dilakukan Ohio State, peneliti bertanya kepada 58 wanita berusia rata-rata 53 tahun tentang level stres mereka. Para wanita tersebut kemudian diberi 930 kalori makanan dengan 60 gram lemak untuk diukur berapa lama makanan tersebut dibakar oleh tubuh.

Hasilnya, tubuh wanita yang merasa sangat stres lebih lambat melakukan pembakaran. Kadar insulin mereka juga tinggi sehingga kelebihan lemak disimpan di dalam tubuh. Para wanita yang stres membakar 104 kalori lebih sedikit daripada yang tidak stres. Kelebihan kalori ini bisa membuat berat badan bertambah setidaknya 5 kilogram dalam setahun.

Selain membuatmu mudah lapar dan makan dengan porsi lebih banyak, stres juga bisa membuatmu melewatkan waktu makan. Stres berat membuatmu tidak ingin makan sama sekali atau memilih menunda makan untuk menyelesaikan persoalan. Hal inilah yang kemudian memperlambat metabolisme, menurunkan kadar gula dalam darah yang justru membuatmu sulit konsentrasi dan makin stres. Jika tidak nafsu makan, makanlah pelan-pelan dalam porsi kecil asalkan perut tidak kosong.

Sudah metabolisme lebih lambat, kita juga cenderung memilih makanan tidak sehat. Tak heran kalau tubuh semakin melar meski kita mengeluh sedang stres. “Saat kamu merasa stres dan putus asa, berhati-hatilah terhadap apa yang kamu makan. Simpanlah makanan sehat di kulkas karena saat stres biasanya kita ingin mengasup sesuatu yang cepat disantap,” kata Jan Kiecolt-Glaser, peneliti dari Ohio State University yang melakukan studi ini. Ia menambahkan, “meski sulit menghindari stres dalam kehidupan modern, tapi kita bisa mengenali apa yang jadi pemicunya dan mengubah perilaku saat menghadapi stres. Termasuk mengubah pola makan menjadi lebih sehat”.

Mungkin kamu sudah tahu kalau konsekuensi tidak mendapatkan tidur yang cukup adalah menyebabkan kenaikan berat badan. Anggapan itu diperkuat oleh penelitian Columbia University yang membuktikan bahwa orang kurang tidur cenderung makan lebih banyak.

Kurangnya tidur dapat mengganggu fungsi ghrelin dan leptin, hormon yang mengontrol nafsu makan. Selain itu, seseorang cenderung melahap karbohidrat lebih banyak ketika sedang lelah atau marah-marah. Kemampuan untuk menahan godaan makanan akan runtuh ketika tubuh kurang tidur.

Untuk itulah sangat disarankan sebisa mungkin hindari hal-hal yang bisa membuat kamu stres. Seringlah berbagi masalah dengan teman kamu dan lakukan kegiatan positif, berekreasi atau jogging bersama teman. Dan yang terpenting selalu jaga kesehatan dan tidur yang cukup.

Check Also

Jenis, Cara Menghindari dan Mengobati Infeksi Jamur Kulit

Apakah anda sedang mengalami penyakit Infeksi kulit Jamur? Memang sih, penyakit ini tidak akan merenggut nyawa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *