Home / healthy / Yuk, Pahami Penyakit Osteoporosis Dan Penyebabnya

Yuk, Pahami Penyakit Osteoporosis Dan Penyebabnya

Umumnya sih tulang keropos atau osteoporosis itu dialami oleh orang tua, penyebab utama terjadinya tulang keropos adalah faktor usia. Kira-kira kalau tulang keropos itu bisa diobati gak ya? Hmmm jadi penasaran? Ya udah untuk mengetahui lebih jelasnya lagi, silahkan simak aja artikel ini.

Apa Itu Osteoporosis?

Osteoporosis adalah kondisi saat kualitas kepadatan tulang menurun. Kondisi ini membuat tulang menjadi keropos dan rentan retak. Osteoporosis umumnya baru diketahui setelah ditemukan retak pada tulang, setelah pasien mengalami jatuh ringan. Kondisi ini dianggap sangat berbahaya karena efek yang dihasilkannya terhadap pergerakan dan gaya hidup pasien. Retak pada pergelangan tangan, tulang pinggul dan tulang belakang adalah kasus yang paling banyak ditemui pada penderita osteoporosis.

Di Indonesia, sebanyak 23 persen wanita berusia 50-80 tahun dan 53 persen wanita berusia 70-80 tahun mengidap osteoporosis berdasarkan hasil penelitian pada tahun 2006. Risiko wanita mengidap osteoporosis empat kali lebih besar dibandingkan dengan risiko pada pria.

Jenis-Jenis Osteoporosis

Osteoporosis bukan lagi masalah kecil di bidang kesehatan. Diperlukan perhatian khusus pada kesehatan tulang yang menjadi pangkal masalah osteoporosis. Selama ini mungkin kamu lebih peduli pada kesehatan organ dalam tubuh tanpa memperhatikan tulang yang menjadi kerangka pembentuk tubuh itu sendiri. Untuk mengenali osteoporosis lebih jauh, ada baiknya kamu mengetahui jenis-jenis osteoporosis yang ada seperti berikut ini:

Osteoporosis primer

Osteoporosis primer merupakan jenis yang paling umum dari osteoporosis dan lebih sering dialami oleh kaum wanita ketimbang pria. Pada wanita, hilangnya kepadatan tulang biasanya dimulai setelah periode menstruasi bulanan berhenti yakni antara usia 45 dan 55. Pada pria, penipisan tulang umumnya dimulai sekitar usia 45 sampai 50 tahun ketika produksi testosteron mereka melambat.

Osteoporosis sekunder

Osteoporosis sekunder memiliki gejala yang sama seperti osteoporosis primer. Namun, osteoporosis sekunder disebabkan oleh kondisi medis tertentu seperti hiperparatiroidisme, hipertiroidisme atau leukemia. Hal ini juga bisa terjadi karena konsumsi obat yang dapat menyebabkan kerusakan tulang, seperti kortikosteroid (jika digunakan lebih dari 6 bulan), hormon tiroid dan inhibitor aromatase (digunakan untuk mengobati kanker payudara). Osteoporosis sekunder dapat terjadi pada semua usia.

Osteogenesis imperfecta

Osteogenesis imperfekta merupakan gangguan jaringan ikat yang bersifat genetik dan cukup jarang dijumpai. Ditandai dengan tulang yang rapuh dan mudahnya terjadi patah tulang. Penyembuhan osteogenesis imperfekta sampai saat ini belum ditemukan. Penanganannya difokuskan untuk mencegah komplikasi serta menjaga massa tulang serta kekuatan otot.

Osteoporosis juvenile idiopathic

Osteoporosis juvenile idiopathic merupakan jenis osteoporosis yang penyebabnya belum diketahui. Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda yang memiliki kadar dan fungsi hormon yang normal, kadar vitamin yang normal, serta tidak memiliki penyebab yang jelas dari rapuhnya tulang.

Penyebab Osteoporosis

Banyak orang beresiko tinggi terkena keropos tulang. 80% dari total kasus disebabkan oleh kondisi turunan, sedangkan gaya hidup seperti berikut ini menyebabkan 20% sisanya:

  • Orang tua
  • Mereka dengan riwayat keluarga penderita keropos tulang (osteoporosis)
  • Perokok
  • Wanita yang sudah berhenti haid
  • Orang dengan berat badan di bawah rata-rata
  • Pasien yang sedang mengkonsumsi obat-obatan

Meski umumnya osteoporosis dialami oleh wanita yang telah memasuki masa menopause, osteoporosis juga dapat terjadi pada pria, wanita yang berusia lebih muda dan anak-anak. Kekurangan kalsium diperkirakan menjadi penyebab kasus-kasus osteoporosis di Indonesia.

Gejala Penyakit Osteoporosis

Umumnya tidak ada tanda-tanda terjadinya osteoporosis di awal masa menurunnya kepadatan tulang. Akan tetapi Untuk mengetahui apakah kita terkena tulang keropos atau osteoporosis atau tidak, kita kenali gejala gejala yang biasa terjadi pada penderita tulang keropos / osteoporosis seperti berikut ini:

  • sering merasa sakit pada punggung dan pinggang
  • kehilangan tinggi badan
  • Terjadi kelainan pada bentuk tulang belakang seperti kyphosis (badan mulai bungkuk)
  • Postur kaki mulai membengkok biasanya berbentuk seperti O

Bila kita mengalami gejala di atas, sudah dipastikan kita menderita penyakit tulang keropos ( osteoporosis ). Tidak jarang penderita penyakit tulang keropos sulit untuk mendapatkan pengobatan yang tepat dikarenakan masih jarangnya pengobatan khusus tulang keropos.

Tulang akan terus bergenerasi dari waktu ke waktu. Ini berarti tulang yang telah rapuh akan terganti dengan tulang baru. Saat masih kanak-kanak, tulang kita tumbuh dan mampu memperbarui diri dengan cepat. Pada usia 16-18 tahun, tulang perlahan-lahan akan berhenti tumbuh sementara massa tulang akan terus bertambah hingga usia akhir 20-an. Namun proses ini melambat seiring dengan pertambahan usia manusia. Secara perlahan, kepadatan tulang akan makin berkurang dan proses ini dimulai sekitar umur 35 tahun.

Untuk mendiagnosis terjadinya osteoporosis, kamu perlu menjalani tes untuk memeriksa kepadatan tulang. Dual energy X-ray absorptiometry/DEXA scan adalah pemeriksaan paling umum untuk memperkirakan risiko keretakan tulang. Prosedur ini tidak memerlukan banyak waktu dan tidak menyebabkan rasa sakit. Selain itu ada pula FRAX, algoritma untuk memperkirakan risiko patah tulang dalam jangka waktu 10 tahun ke depan. Semua orang dapat menjaga tulang mereka tetap sehat dan mengurangi risiko mengidap osteoporosis. Kamu bisa mulai dengan menerapkan pola makan sehat disertai dengan melakukan olahraga secara teratur.

Cara Mengobati Osteoporosis

Bagi kamu yang telah didiagnosis mengidap osteoporosis, penting untuk menjaga diri agar tidak mengalami cedera atau mengalami keretakan tulang. Pengidap yang telah lanjut usia disarankan untuk menjalani pemeriksaan penglihatan dan pendengaran secara teratur. Ciptakan rumah dan lingkungan yang aman dengan memindahkan perabot yang membuat kamu berisiko untuk jatuh, terantuk atau terbentur.

Jika kamu telah mengalami keretakan tulang, terdapat beberapa cara yang dapat membantu kamu untuk pulih. Misalnya perawatan dengan mandi air hangat atau menyiapkan kantong kompres dingin. Relaksasi juga bisa membantu proses pemulihan. Sebagian orang juga menganggap untuk mengobati osteoporosis adalah dengan minum susu, namun pada kenyataannya minum susu saja tidak cukup. Osteoporosis juga dapat diobati dengan cara berikut ini:

  • Mengkonsumsi makanan dan minuman bergizi
  • Mengkonsumsi sayuran
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin D dan vitamin K

Nah itulah penjelasan tentang osteoporosis dan penyakit tersebut bisa diobati. Jagalah kesehatan tulang kamu sejak dini dan untuk mencapai kepadatan tulang yang normal, tubuh kamu harus mendapatkan cukup kalsium. Selain itu, janganlah melupakan olahraga karena berolahraga secara teratur dapat mengurangi patah tulang akibat osteoporosis.

Check Also

Jenis, Cara Menghindari dan Mengobati Infeksi Jamur Kulit

Apakah anda sedang mengalami penyakit¬†Infeksi kulit Jamur? Memang sih, penyakit ini tidak akan merenggut nyawa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *