Home / history / Latar Belakang Perang Dunia II Serta Misteri Yang Belum Terpecahkan

Latar Belakang Perang Dunia II Serta Misteri Yang Belum Terpecahkan

Perang Dunia 2 atau disingkat (PD 2) merupakan kelanjutan dari Perang Dunia I yang terjadi dan berakhir beberapa tahun setelahnya. Perang ini mengakibatkan pengaruh yang sangat besar, sebab perang ini juga mengakhiri konflik berkepanjangan yang terjadi antar negara di Eropa yang juga berpengaruh luas pada hubungan internasional negara-negara di dunia pada masa sekarang.

Perang Dunia II membawa begitu banyak perubahan pada dinamika politik internasional dan menimbulkan berbagai macam pemikiran Hubungan Internasional, Organisasi Internasional dan hingga cara berpolitik. Perang dunia kedua juga membawa kehancuran yang begitu luar biasa, kerugian material yang sangat besar, hingga jumlah korban tewas yang banyak sekali. Berikut sejarah terjadinya Perang Dunia II yang perlu anda ketahui.

Sejarah Terjadinya Perang Dunia II

Secara resmi, Perang Dunia II dimulai tanggal 1 September 1939. Pernyataan lain menganggap bahwa perang ini terjadi lebih awal ketika Jepang berhasil menduduki wilayah Manchuria sekitar tahun 1937. Pada umumnya, Perang Dunia I menghasilkan upaya perdamaian ketika negara-negara membentuk organisasi internasional Liga Bangsa-Bangsa (LBB).

 

Ketakutan, kengerian, hingga penderitaan akan perang disadari oleh pelaku maupun korban perang. Untuk itu hadirnya LBB sebagai produk dari Perang Dunia I menjadi jalan bagi terciptanya perdamaian. Adanya politik balas dendam bagi pihak yang kalah pada Perang Dunia I yaitu Revanche Idea sebagai sebab lahirnya rasa terhina oleh Jerman.

Atas Perjanjian Versailles yang membuatnya harus bertekuk lutut pada keinginan Perancis dan Sekutu. Para negara-negara aliansi hasil dari Perang Dunia I memiliki kecurigaan khusus terhadap oposisinya. Jerman dan Italia yang berpaham ultranasionalisme (Nasional-Sosialis Jerman dan Fasisme Italia) mencurigai komunis Uni Soviet.

Kecurigaan tersebut membuat patahnya keyakinan perdamaian yang dibimbing oleh LBB, sehingga timbullah persaingan untuk mempertahankan diri dan memperkuatnya di bidang militer. Inggris, Prancis dan Amerika Serikat kemudian terlibat dengan kecurigaan paham tersebut karena mereka mengusung paham demokrasi.

Persaingan bidang militer tersebut menghasilkan berbagai persenjataan baru dari berbagai negara. Senjata-senjata modern dari transportasi laut, udara, darat hingga senjata pemusnah massal sudah dimiliki oleh masing-masing negara.

Perang di era ini kemudian menjadi bentuk evolusi perang besar-besaran dengan korban yang juga sangat massive. Negara-negara Eropa (ditambah Amerika Serikat) terbagi atas 3 paham, yaitu demokrasi (Prancis, Inggris, ditambah dengan Amerika Serikat), fasisme (Jerman dan Italia) dan komunisme (Uni Soviet).

Terjadinya Perang Dunia II

Jerman yang menjadi pihak yang kalah pada Perang Dunia I mencoba membangun untuk kembali kejayaan negaranya dan membalas dendam atas harga diri Jerman yang dinilai diinjak-injak pasca perjanjian Versailles di Perancis. Jerman kemudian berusaha melakukan ekspansi ke negara-negera di sekitarnya. Negara-negara kecil, seperti Cekoslovakia dan Austria, terancam oleh ekspansi Jerman.

Perancis dan Inggris hanya mengamati tanpa ikut campur, karena kondisi ekonomi yang melanda mereka, namun akhirnya terlibat perang untuk menghentikan agresi Jerman pada tahun 1939. Italia yang berperang bersama Sekutu pada Perang Dunia I, merasa kecewa karena memperoleh bagian yang sedikit dalam perjanjian damai.

Pasca Perang Dunia I, di Italia muncul konflik yang hampir berujung pada perang saudara. Sebuah gerakan baru, yang dipimpin Benito Mussolini, fasisme, tumbuh di kota-kota. Kaum fasis merupakan kumpulan pekerja yang menginginkan perubahan dan percaya pda kebanggaan nasional dan kepatuhan kepada pemimpinnya. Untuk menarik kelas atas dan menengah golongan ini menyerang kelompok komunisme.

Pemerintahan fasis Mussolini dalam menjalankan pemerintahannya dilakukan secara diktator sehingga rakyat tidak bisa mengeluarkan pendapatnya secara bebas dan menjalankan politik luar negeri yang agresif. Pada awalnya Mussolini bermusuhan dengan Hitler karena takut akan invasi Jerman ke Austria, namun ketika akan menginvasi Ethiopia pada 1935, Mussolini meminta bantuan Hitler. Pada tahun 1936 keduanya membuat pakta kerja sama poros Roma Berlin.

Penyebab Umum Terjadinya Perang Dunia II antara lain:

1. Kegagalan Liga Bangsa-bangsa (LBB) dalam menciptakan perdamaian dunia. LBB bukan lagi alat untuk mencapai tujuan, tetapi menjadi alat politik negara-negara besar untuk mencari keuntungan. LBB tidak dapat berbuat apa-apa ketika negara-negara besar berbuat semaunya, misalnya pada tahun1935 Italia melakukan serangan terhadap Ethiopia.

2. Negara-negara maju saling berlomba memperkuat militer dan persenjataan. Dengan kegagalan LBB tersebut, dunia Barat terutama Jerman dan Italia mencurigai komunisme Rusia tetapi kemudian Rusia mencurigai fasisme Italia dan nasionalis-sosialis Jerman. Oleh karena saling mencurigai akhirnya negara-negara tersebut memperkuat militer dan persenjataannya.

3. Adanya politik aliansi (mencari kawan persekutuan). Kekawatiran akan adanya perang besar, maka negara-negara mencari kawan dan muncullah dua blok besar yakni;

1. Blok Fasis, terdiri atas Jerman, Italia dan Jepang.
2. Blok Sekutu, terdiri atas :

-Blok Demokrasi yaitu Prancis, Inggris, Amerika Serikat, dan Belanda.
-Blok Komunis yaitu Rusia, Polandia, Hongaria, Bulgaria, Yugoslavia, Rumania dan Cekoslovakia.

4. Adanya pertentangan-pertentangan ekspansi

  • Jerman mengumumkan Lebensaroumnya (Jerman Raya) yang meliputi Eropa Tengah.
  • Italia menginginkan Italia Irredenta yang meliputi seluruh laut Tengah dan Abyssinia.
  • Jepang mengumumkan Kemakmuran Bersama di Asia Timur Raya.

Penyebab Khusus Terjadinya Perang Dunia II

Eropa

Sebab khusus terjadinya perang dunia II adalah Serbuan Jerman ke kota Dansig, Polandia pada tanggal 1 September 1939. Polandia merupakan Negara di bawah pengawasan Liga-liga Bangsa. Hitler menuntut Dansig karena penduduknya adalah bangsa Jerman, tetapi Polandia menolak tuntutan itu.

Pada tanggal 3 September 1939 Negara-negara pendukung LBB terutama Inggris dan Prancis mengumumkan perang pada Jerman. Kemudian di ikuti sekutu-sekutunya.

Asia Pasifik

Perang dunia di Pasifik di sebabkan oleh serbuan Jepang terhadap Pangkalan Armada Angkatan Laut Amerika di Pearl Harbour, Hawai 7 Desember 1941.

Perang Dunia II mempengaruhi perubahan pada hubungan Internasional hingga di masa sekarang. Hubungan Internasional di geopolitik pada saat ini berdasar pada aliansi yang dibentuk oleh sekutu-sekutu yang ada, yang kemudian membuat pihak yang kalah wajib mengikuti keinginan pihak yang menang di era setelahnya.

Perang Dunia II juga mengakibatkan konflik antara dua negara Superpower di era Perang Dingin yang terjadi setelah PD II, dimana konflik ini juga menjadi alur perubahan geopolitik hubungan Internasional.

Perang Dunia II yang maha dahsyat tersebut dikenal sebagai perang terbesar yang pernah terjadi di muka bumi, yang menghancurkan berbagai wilayah di Eropa, Asia, Amerika dan Afrika serta menghabisi sekitar 50 juta nyawa manusia. Setelah Perang Dunia II berakhir, keadaan Eropa sangat kacau dan semakin parah, sehingga Eropa tenggelam dalam kesengsaraan dan penderitaan.

Amerika Serikat muncul sebagai kreditor bagi seluruh dunia, terutama Eropa. Amerika Serikat menyadari bahwa Wilayah Eropa yang rusak akan mudah dicengkeram oleh pihak komunis, oleh karena itu harus dibantu. Berkaitan dengan itu ada beberapa lembaga donatur diantaranya:

  1. Thruman Doctrin (1947), lembaga ini membantu pertumbuhan ekonomi Yunani dan Turki
  2. Marshall Plan (1947), lembaga ini memberi bantuan ekonomi dan militer untuk membangun kembali ekonomi atas rencana yang terlebih dahulu dibuat oleh negara-negara Eropa dan disetujui oleh Amerika Serikat.
  3. Point Four Thruman, lembaga ini memberikan bantuan kepada negara-negara yang masih terbelakang di Asia dalam bentuk bantuan ekonomi dan militer (Mutual Security Act atau MSA).

Keterlibatan Jepang Pada Perang Dunia II

Jepang saat itu adalah “Negara pertapa” yang menutup diri secara total selama ribuan tahun menuju dunia luar. Tidak ada orang asing yang boleh menginjakkan di Jepang. Sama seperti orang Jepang juga tidak boleh pergi pergi kepulauan Jepang.

Politik isol Jepang akhirnya menerima tantangan dari pihak luar pada 31 Maret 1854, komodor Matthew Perry dari AL Amerika Serikat dengan 10 kapal perangnya memborbardir pantai timur Jepang. Kedatangan Matius Perry dan tentara AS ke pantai Edo Jepang sangat menggemparkan seluruh masyarakat Jepang. Para bangsawan takut, rakyat kecewa.

Kekecewaan rakyat dan para bangsawan berhasil menggelar pemerintahan Jepang saat itu (Shogun Tokugawa) untuk digulingkan. Para masyarakat berharap pemerintahan kembali dipimpin oleh sang Kaisar yang selama ini dipasung kuasanya dan dikurung di dalam istananya sendiri oleh pemerintahan Tokugawa.

Penggulingan ini berhasil dan berdirilah negara Jepang modern. Jepang yang memodernkan pemerintahan dan militernya berhasil mengalahkan 2 negara raksasa yakni. Cina (1894-1895) dan Rusia (1904-1905). Di bidang politik, Jepang juga berhasil menjadi sekutu negara terkuat di dunia, yaitu Inggris (1902).

Faktor-faktor yang melatarbelakangi keterlibatan Jepang dalam Perang Dunia II adalah sebagai berikut :

  • Jepang menjelma menjadi negara yang tangguh dan disegani setelah terjadinya Restorasi Meiji ( 14 Desember 1867 ).
  • Modernisasi dilakukan dalam bidang pemerintahan, angkatan perang, industri dan pendidikan.
  • Adanya prinsip hakko-ichi-u dalam ajaran Shinto yaitu dunia sebagai satu keluarga. Adapun beberapa alasan yang keterlibatan Jepang dalam Perang Dunia II adalah : Watak imperialisme Jepang yang ingin menguasai seluruh Asia.
  • Jepang ingin menggantikan posisi dan kedudukan bangsa Barat di Asia.
  • Jepang merasa lebih kuat dibandingkan negara-negara Barat di Asia.
  • Memanfaatkan kemenangan Jerman atas negara-negara sekutu

Perang Dunia II adalah sebuah perang global yang berlangsung mulai tahun 1939 sampai 1945. Perang ini melibatkan banyak sekali negara di dunia termasuk semua kekuatan besar yang pada akhirnya membentuk dua aliansi militer yang saling bertentangan, Sekutu dan Poros.

Perang ini merupakan perang terluas dalam sejarah yang melibatkan lebih dari 100 juta orang di berbagai pasukan militer. Dalam keadaan perang total, negara-negara besar memaksimalkan seluruh kemampuan ekonomi, industri dan ilmiahnya untuk keperluan perang, sehingga menghapus perbedaan antara sumber daya sipil dan militer.

Misteri Perang Dunia II yang Hingga Saat Ini Belum Terpecahkan

Perang dunia 2 mungkin merupakan perang konvensional terbesar yang pernah melanda dunia, yang telah melibatkan banyak Negara-negara di Eropa, Asia, bahkan Amerika. Selain meninggalkan banyak korban jiwa dan kerusakan, ternyata perang ini juga menyisakan banyak cerita dan misteri di dalamnya, yang sampai saat ini mungkin belum bisa terungkap.

Selama perang dunia II, pertempuran udara sering terjadi antara pihak Amerika dengan pihak Jerman. Dan pada saat itulah pilot dari kedua belah pihak mengalami perjumpaan dengan objek-objek misterius di udara. Peristiwa ini dianggap sebagai salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah UFO dan hingga saat ini fenomena ini masih belum terpecahkan.

Istilah Foo Fighter digunakan oleh para pilot pesawat sekutu dalam Perang Dunia II untuk menggambarkan berbagai UFO atau fenomena aerial misterius yang terlihat di langit di atas wilayah operasi Eropa dan Pasifik. Penampakan pertama terjadi pada bulan November 1944, saat itu seorang pilot terbang di atas jerman dan melaporkan melihat objek yang bergerak dan berputar dengan cepat mengikuti pesawat mereka.

Benda itu seperti berapi-api dan mengeluarkan cahaya merah, putih, atau jingga. Beberapa pilot juga menggambarkan mereka seperti lampu pohon natal dan bola api. Para Foo Fighters tersebut tidak bisa ditembak jatuh. Penampakan ini menandai dimulainya sebuah fenomena misterius yang disebut foo fighters. Pihak sekutu sama sekali tidak mengetahui identitas objek tersebut.

Pada penampakan tersebut, objek itu terbang dengan mengikuti formasi armada pesawat, seakan-akan dikendalikan oleh tangan tak terlihat. Objek itu juga tidak terlihat mengancam pesawat-pesawat lainnya. Pihak militer sekutu mengira bahwa penampakkan objek misterius itu adalah senjata terbaru milik Jerman. Namun anehnya, pihak Jerman dan Jepang melaporkan penampakan yang sama.

Hingga akhirnya kedua belah pihak yang berkonflik menganggap cahaya tersebut adalah UFO (Benda Terbang Asing), dan mereka turut berperan dalam peperangan global saat itu. Fenomena ini kemudian diteliti secara serius oleh para ilmuwan besar seperti David Griggs, Luis Alvarez dan H.P. Robertson. Namun fenomena tersebut tidak pernah dijelaskan secara resmi baik oleh pihak intelejen militer maupun dari para akademisi.

Selain misteri Foo Fighter, terdapat misteri aneh lainnya. Yakni, Misteri Harta Rommel. Siapa yang tak kenal dengan Rommel, salah seorang marsekal NAZI Jerman paling terkenal pada pertempuran Perang Dunia II. Harta karun Rommel memang terkenal. Cuma orang tidak tahu dengan tepat dimana harta itu disembunyikan.

Pada bulan September 1943, pasukan-pasukan Rommel terdesak ke Utara, sampai memasuki Tunisia berkat serbuan dari pasukan-pasukan Inggris yang dipimpin oleh Jenderal Montgomery. Hitler mengirimkan perintah dari Berlin, Lebih baik mati daripada menyerahkan satu inci tanah.

Tetapi bala bantuan bagi Rommel tidak berhasil didatangkan. Panser-panser Jerman kekurangan bahan bakar dan Rommel segera mendapatkan dirinya terkurung. Tanggal 29 September tahun 1943, pemborong bangunan bernama Vicente Carratala menemukan mayat seorang pelaut Jerman di pantai Alicante, Spanyol.

Pada hari itu juga laut mendamparkan 40 tubuh lain ke pantai. Semua mayat itu tadinya awak sebuah kapal selam yang tidak terdaftar, yang berlayar beberapa hari sebelumnya dari Tunisia untuk menjalankan misi khusus. Tetapi dalam perjalanannya, kapal selam itu kena torpedo Inggeris dan hanya 6 awak yang selamat.

Pada tahun 1944 pasukan sekutu berusaha untuk menyerang markas Rommel. Mengetahui hal itu Marsekal Rommel memerintahkan 4 penyelam pasukan SS untuk membawa dan menyimpan hartanya di dalam enam kotak amunisi yang terbuat dari baja. Harta itu dirumorkan terdiri dari batu mulia, emas dan perak bullion.

Marsekal Rommel menyuruh agar harta ini dimasukkan ke dalam sepuluh peti besar yang disegel dan dibawa ke Jerman. Tetapi ketika keadaan menggawat sehingga pengangkutan ke Jerman tidak mungkin, Rommel memerintahkan agar peti-peti ini ditenggelamkan saja ke sebuah plateau (dataran yang meninggi) di laut sekitar Corsica atau Sardinia.

Dan sangat disayangkan, peti-peti yang ditenggelamkan itu lenyap entah kemana. Pencarian harta karun Marsekal Rommel pun mulai dilakukan dari tahun 1944, sampai sekarang. Berkali-kali usaha untuk menemukannya, namun semua itu tidak berhasil.

Dan, Pada tahun 2007, beberapa arkeolog dan pemburu harta karun mulai menyelidiki foto seorang tentara Jerman yang berisi kode-kode yang menunjukkan lokasi dari harta karun Rommel tersebut. Para arkeolog itu sangat yakin bahwa mereka sudah sangat dekat dengan lokasi penyimpanan harta itu.

Tapi sampai saat ini belum ada kabar tentang tanda-tanda ditemukannya harta karun Rommel yang dirumorkan itu. Dari kasus orang hilang, harta karun sampai penampakan benda terbang tak dikenal terjadi semasa Perang Dunia II.

Di balik segala kehancuran yang terjadi, kebijakan politik di baliknya, peraduan kekuatan militer, fanatisme ideologi hingga perebutan pengaruh di negara-negara domain, Perang Dunia II ternyata menyimpan banyak sekali keanehan dan misteri yang akan selalu dikenang dalam sejarah. Untuk itu demikianlah informasi mengenai latar belakang perang dunia II.

Check Also

Mengulas Kisah Suku Polahi Yang Melakukan Pernikahan Sedarah

Setiap suku pasti memiliki ciri khas atau tradisi tersendiri yang pastinya berbeda satu sama lain. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *