Home / history / Mari Mengenal Lebih Dekat Tentang Islam Dan Sejarah Kekhalifahan

Mari Mengenal Lebih Dekat Tentang Islam Dan Sejarah Kekhalifahan

Bagi kalian yang beragama Islam, sudah pasti tau apa kewajiban yang harus dijalani setiap umat muslim di dunia ini. Agama Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan agama inilah Allah menutup agama-agama sebelumnya. Allah telah menyempurnakan agama ini bagi hamba-hambaNya.

Dengan agama Islam ini pula Allah menyempurnakan nikmat atas mereka. Allah hanya meridhoi Islam sebagai agama yang harus mereka peluk. Oleh sebab itu tidak ada suatu agama pun yang diterima selain Islam. Tidak ada paksaan/kekerasan untuk memeluk agama islam. Sekalipun agama Islam adalah agama yang paling benar dan yang paling diridhoi oleh Allah SWT sebagaimana telah ditegaskan dalam Al-Qur’an;

“Sesungguhnya agama yang diridhoi di sisi Allah hanyalah Islam” (Ali Imran: 19) “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali Imran: 85)

Dengan melihat definisi islam, yang intinya adalah pasrah dan tunduk pada semua aturan Allah, para ulama membagi islam menjadi dua,

Pertama, dalam arti umum

Yang dimaksud islam dalam arti umum adalah semua ajaran para nabi, yang intinya mentauhidkan Allah dan mengikuti aturan syariat yang berlaku ketika itu. Islam dalam arti umum adalah menyembah Allah sesuai dengan syariat yang Dia turunkan, sejak Allah mengutus para rasul, hingga kiamat. (Syarh Ushul at-Tsalatsah, hlm. 20)

Berdasarkan pengertian ini, berarti agama seluruh Nabi dan Rasul beserta pengikutnya adalah islam. Meskipun rincian aturan syariat antara satu dengan lainnya berbeda. Diantara dalil mengenai islam dalam makna umum, dalam al-Quran, Allah menyebut Ibrahim dan anak keturunannya, orang-orang islam.

وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.” (QS. al-Baqarah: 132).

Allah juga mengingkari klaim sebagian orang bahwa Ibrahim penganut yahudi dan nasrani,

أَمْ تَقُولُونَ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطَ كَانُوا هُودًا أَوْ نَصَارَى قُلْ أَأَنْتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللَّهُ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَتَمَ شَهَادَةً عِنْدَهُ مِنَ اللَّهِ

Kalian (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?” Katakanlah: “Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?” (QS. al-Baqarah: 140).

Kedua, dalam arti khusus

Islam dalam arti khusus adalah ajaran yang dibawa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Syariat beliau menghapus syariat sebelumnya yang bertentangan dengannya .

Imam Ibnu Utsaimin menyebutkan,

والإسلام بالمعنى الخاص بعد بعثة النبي صلى الله عليه وسلم يختص بما بعث به محمد صلى الله عليه وسلم لأن ما بعث به النبي صلى الله عليه وسلم نسخ جميع الأديان السابقة فصار من أتبعه مسلماً ومن خالفه ليس بمسلم

Islam dengan makna khusus adalah islam setelah diutusnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Khusus dengan ajaran yang dibawa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena Syariat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menghapus semua agama sebelumnya. Sehingga pengikutnya adalah orang islam, sementara yang menyimpang dari ajaran beliau, bukan orang islam. (Syarh Ushul at-Tsalatsah, hlm. 20)

Pengikut para nabi terdahulu, mereka muslim ketika syariat nabi mereka masih berlaku. Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus, syariat mereka tidak berlaku, sehingga mereka bisa disebut muslim jika mengikuti syariat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sebagai permisalan, ketika ada orang nasrani yang mengikuti ajaran Isa lahir batin. Dia komitmen dengan ajaran paling otentik yang disampaikan Isa, kecuali satu masalah, yaitu ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus, dia tidak mau mengikuti beliau, maka orang ini bukan muslim.

Allah ta’ala berfirman,

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيماً

“Muhammad itu bukanlah seorang ayah dari salah seorang lelaki diantara kalian, akan tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para Nabi.” (QS. Al Ahzab: 40)

Allah ta’ala juga berfirman,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً

“Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan Aku telah cukupkan nikmat-Ku atas kalian dan Aku pun telah ridha Islam menjadi agama bagi kalian.” (QS. Al Maa’idah: 3)
Allah ta’ala juga berfirman,

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُ

“Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran: 19)

Allah ta’ala berfirman,

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan barang siapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan pernah diterima darinya dan di akhirat nanti dia akan termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Ali ‘Imran: 85).

Seperti yang kita tahu, Islam adalah salah satu agama yang mayoritas dalam sejarah peradaban umat manusia. Awal mula ajaran Islam muncul pada tahun 610 Masehi dengan Muhammad S.A.W. sebagai pembawa risalah sekaligus menyempurnakan agama-agama yang dibawa oleh para nabi dan rosul terdahulu.

Mengenai sejarah Islam tidak lepas dari masa kepemimpinan Nabi Muhammad dan empat sahabatnya, yang terkenal sebagai khulafaur rasyidin. Islam juga melahirkan warisan kebudayaan dunia. Oleh karena itu sejarah Islam menarik untuk diketahui. Berikut ini empat para sahabat nabi yang memimpin umat Islam.

Abu Bakar ash-Sidddiq

Abdullah adalah nama yang diberikan kepada Abu Bakar oleh orang tuanya. Abu Bakar adalah kunyah(nama panggilan) sebelum Islam yang bermakna bapaknya unta muda, nama ini merupakan julukan bagi Abdullah karena begitu baiknya kepada unta-unta muda. Abu Bakar, nama lengkapnya ialah Abdullah bin Abi Quhafa AtTamimi.

Dia memangku jabatan khalifah selama dua tahun lebih sedikit, yang dihabiskannya terutama untuk mengatasi berbagai masalah dalam negeri yang muncul akibat wafatnya nabi. Terpilihnya Abu Bakar telah membangun kembali kesadaran dan tekad umat untuk bersatu melanjutkan tugas tugas mulia nabi.

Umar Bin Khatthab

Umar bin Khatthab nama lengkapnya adalah Umar Bin Khatthab bin Nufail keturunan Abdul Uzza Al-Quraisy dari suku Adi; salah satu suku yang terpandang mulia. Umar dilahirkan di Mekah empat tahun sebelum kelahiran Nabi SAW. Umar masuk Islam pada tahun kelima setelah kenabian dan menjadi salah satu sahabat terdekat Nabi SAW.

Kemudian oleh Rasulullah dijadikan sebagai tempat rujukan oleh nabi mengenai hal-hal yang penting. Ia dapat memecahkan masalah yang rumit tentang siapa yang berhak menggantikan Rasulullah dalam memimpin umat setelah wafatnya Rasulullah SAW. Khalifah Umar memerintah selama 10 tahun lebih 6 bulan 4 hari.

Kematiannya sangat tragis, seorang budak bangsa Persia bernama Fairus atau Abu Luluah secara tibatiba menyerang dengan tikaman pisau tajam kea rah khalifah yang akan mendirikan shalat subuh yang telah ditunggu oleh jamaahnya di masjid Nabawi di pagi buta itu.

Khalifah terluka parah, dari para pembaringannya ia mengangkat Syura (komisi pemilih) yang akan memilih penerus tongkat kekhalifahannya. Khalifah Umar wafat 3 hari setelah penikaman atas dirinya, yakni 1 Muharam 23 H/644 M.

Mengenai sejarah Islam tidak lepas dari masa kepemimpinan Nabi Muhammad dan empat sahabatnya, yang terkenal sebagai khulafaur rasyidin. Islam juga melahirkan warisan kebudayaan dunia. Oleh karena itu sejarah Islam menarik untuk diketahui. Berikut ini empat para sahabat nabi yang memimpin umat Islam.

Abu Bakar ash-Sidddiq

Abdullah adalah nama yang diberikan kepada Abu Bakar oleh orang tuanya. Abu Bakar adalah kunyah (nama panggilan) sebelum Islam yang bermakna bapaknya unta muda, nama ini merupakan julukan bagi Abdullah karena begitu baiknya kepada unta-unta muda. Abu Bakar, nama lengkapnya ialah Abdullah bin Abi Quhafa AtTamimi.

Dia memangku jabatan khalifah selama dua tahun lebih sedikit, yang dihabiskannya terutama untuk mengatasi berbagai masalah dalam negeri yang muncul akibat wafatnya nabi. Terpilihnya Abu Bakar telah membangun kembali kesadaran dan tekad umat untuk bersatu melanjutkan tugas tugas mulia nabi.

Umar Bin Khatthab

Umar bin Khatthab nama lengkapnya adalah Umar Bin Khatthab bin Nufail keturunan Abdul Uzza Al-Quraisy dari suku Adi; salah satu suku yang terpandang mulia. Umar dilahirkan di Mekah empat tahun sebelum kelahiran Nabi SAW. Umar masuk Islam pada tahun kelima setelah kenabian, dan menjadi salah satu sahabat terdekat Nabi SAW.

Kemudian oleh Rasulullah dijadikan sebagai tempat rujukan oleh nabi mengenai hal-hal yang penting. Ia dapat memecahkan masalah yang rumit tentang siapa yang berhak menggantikan Rasulullah dalam memimpin umat setelah wafatnya Rasulullah SAW. Khalifah Umar memerintah selama 10 tahun lebih 6 bulan 4 hari.

Kematiannya sangat tragis, seorang budak bangsa Persia bernama Fairus atau Abu Luluah secara tibatiba menyerang dengan tikaman pisau tajam kea rah khalifah yang akan mendirikan shalat subuh yang telah ditunggu oleh jamaahnya di masjid Nabawi di pagi buta itu.

Khalifah terluka parah, dari para pembaringannya ia mengangkat Syura (komisi pemilih) yang akan memilih penerus tongkat kekhalifahannya. Khalifah Umar wafat 3 hari setelah penikaman atas dirinya, yakni 1 Muharam 23 H/644 M.

Usman Bin Affan

Pada zaman khalifah pertama, yakni Abu Bakar as Siddiq melihat banyak kaum muslimin penghapal Alquran yang wafat di medan perang. Lalu disusun Alquran. “Kemudian hal tersebut kembali terjadi di zaman khalifah ketiga, Usman bin Affan,” tutur dia.Usman bin Affan menyusun Alquran karena Islam sudah menyebar luas ke seluruh dunia.

Mulai banyak orang-orang non Arab masuk Islam,”Biasa kalau orang-orang non Arab lebih banyak salahnya (dalam membaca Alquran) daripada orang Arab,” kata dia.Akhirnya, karena beliau melihat banyak sekali kesalahan dalam membaca Alquran, akhirnya beliau melakukan standardisasi penulisan Alquran.“Kemudian beliau meyalin beberapa salinananya, dan salinanya di depan ini,” kata dia.

Ali Bin Abi Thalib

Setelah Utsman bin Affan wafat, Ali adalah calon terkuat untuk menggantikannya sebagai khalifah. Namun peristiwa terbunuhnya Khalifah Utsman membuat umat Islam terpecah menjadi empat golongan, yaitu pengikut Utsman bin Affan yang menuntut balas atas kematian Utsman, dan mencalonkan Muawiyah sebagai khalifah. Kemudian pengikut Ali bin Abi Thalib yang mengajukan Ali sebagai khalifah.

Awalnya Ali bin Abi Thalib menolak untuk menjadi khalifah karena ia berpendapat ada yang lebih baik daripada dirinya. Namun, desakan yang dilakukan oleh sahabat, ditambah tidak adalah lagi yang bersedia dicalonkan, membuat Ali bin Abi Thalib akhirnya menerima untuk menjadi khalifah demi kepentingan umat.

Ali di baiat pertama kali oleh Thalhah bin Ubaidilah, kemudian diikuti oleh Zubair bin Awwam, dan Sa’ad bin Abi Waqqash, dan selanjutnya diikuti oleh orang-orang dari kalangan Anshar dan Muhajirin.

Check Also

Mengulas Kisah Suku Polahi Yang Melakukan Pernikahan Sedarah

Setiap suku pasti memiliki ciri khas atau tradisi tersendiri yang pastinya berbeda satu sama lain. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *