Home / history / Sejarah Jas Hujan

Sejarah Jas Hujan

Bagi Anda pengendara sepeda motor, mungkin sudah sering donk mengenakan yang namanya jas hujan atau mantel. Sebenarnya jas hujan atau mantel ini tidak hanya dipakai oleh pengendara motor saja tetapi juga dipakai oleh pejalan kaki karena dianggap lebih simpel ketimbang membawa payung.

Tetapi, pernahkah Anda berpikir siapakah yang pertama kali membuat jas hujan atau mantel? Penemu jas hujan pertama kali di dunia adalah Charles Macintosh seorang ahli kimia dari Skotlandia. Pria asal Glasgow yang lahir pada bulan Desember 1788 ini konon pertama kali mematenkan metode pembuatan bahan anti air yang ditemukannya yaitu dengan mencampurkan karet yang telah dihancurkan dengan aspal cair pada tahun 1823.

Tapi ternyata, bahan dasar pembuatan jas hujan ini tidak sesederhana seperti fungsinya. Charles Macintosh awalnya melakukan percobaan dengan memanfaatkan bahan-bahan sisa dari pabrik gas. Kemudian beliau mencoba menggunakan bahan wol dan menambahkan zat-zat hasil temuannya pada bahan wol tersebut.

Hasil karya Charles Macintosh ini tercatat sebagai bahan anti air pertama yang berhasil. Namun, hasilnya belum begitu sempurna karena mudah sobek ketika dijahit. Bahan minyak alami dari kain wol menyebabkan lapisan karet tidak bekerja dengan baik. Di musim dingin, bahan ini menjadi kaku. Sebaliknya jika di musim panas menjadi lengket.

Tiga tahun sebelum Charles Macintosh mematenkan temuannya. Thomas Hancock lebih dahulu mematenkan teknik penciptaan bahan elastis yang digunakan dalam pembuatan sarung tangan, tali selempang, sepatu dan stoking. Tapi dalam proses penciptaan bahan elastis pertama kali, ternyata terlalu banyak bahan yang terbuang oleh Hancock. Akhirnya Hancock menciptakan mesin yang diberi nama Masticator. Mesin ini bertujuan untuk menghemat bahan dalam penggunaan karet.

Pada awalnya, Masticator atau mesin penghancur ini terbuat dari kayu. Bagian dalam mesin tersebut berupa sebuah lubang silinder dan di dalamnya terdapat gerigi. Di dalam lubang tersebut, bahan-bahan yang tidak terpakai dihancurkan kembali. Thomas Hancock dan Charles Macintosh akhirnya bekerja sama menciptakan bahan anti air yang nyaman dalam segala cuaca. Bahan anti air ini kemudian diberi nama Mackintosh (jas hujan).

Pada saat ini, jas hujan atau mantel ini dapat dimodifikasikan dan didesain menjadi jas hujan dengan berbagai jenis. Ada jas hujan ponco atau yang sering disebut jas hujan klebet, jas hujan overcoat yang berbentuk jaket atau mantel, jas hujan training dan jas hujan rok atau gamis. Untuk yang model terakhir adalah desain terbaru yang sangat cocok dipakai oleh kaum perempuan.

Tidak hanya model jas hujannya saja yang didesain semenarik mungkin. Pemilihan warna terhadap jas hujan atau mantel ini juga dibuat beragam. Pada umumnya, warna yang dipilih adalah warna-warna terang yang berfungsi untuk memudahkan pemakainya terlihat saat hujan lebat terutama ketika jarak penglihatan berkurang.

Tips merawat jas hujan agar awet:

  1. Saat hujan mulai turun segeralah merapat ke pinggir (kalau bisa tempat teduh), gunakan mantel dengan hati hati agar tidak ketarik ataupun salah lainnya yang mengakibatkan sobek.
  2. Jika hujan berhenti sebelum sampai rumah (cuaca mulai panas) dan jarak rumah masih jauh, sebaiknya anda berhenti sejenak dan melepas mantel anda. Kibas kibaskan untuk mengurangi air yang menempel lalu lipat dan masukkan dalam jok motor kembali. Tenang aja, walaupun dalam keadaan basah, jamur tidak akan muncul cuma dalam beberapa jam.
  3. Sesampainya di rumah, cuci mantel dengan air bersih untuk menghilangkan debu kotoran yang menempel (terutama bagian bawah yang terkena cipratan air). Jangan biarkan kotoran tersebut menempel pada permukaan jas hujan, ditakutkan dapat membuat mantel terlihat kusam.
  4. Cara mencuci cukup dengan lap dan air bersih, permukaan mantel yang terbuat dari bahan karet sangat mudah dibersihkan. Keringkan dengan mengangin-anginkan sampai benar benar kering. Lebih baik jangan terkena sinar matahari secara langsung.
  5. Jika sudah kering, lipatlah dengan rapi dan masukkan kembali dalam kantongnya. Jangan lupa membawa mantel dalam jok saat anda berkendara dengan motor selama masih musim hujan.

Hal-hal yang dapat merusak jas hujan:

Jangan Dijemur

Sehabis digunakan biasanya jas hujan akan basah, kebanyakan pemilik motor langsung menjemurnya di pagar atau di atas motor. Setelah kering baru dilipat dan dimasukkan ke dalam jok atau disimpan. Sebenarnya cara tersebut tidak disarankan karena lama kelamaan kotoran berupa pasir atau tanah akan menumpuk di jas hujan. Akibatnya bisa merusak elastisitas jas hujan sehingga mudah robek.

Jangan Langsung Dilipat

Setelah digunakan jas hujan langsung dilipat dalam keadaan basah. Cara satu ini juga tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan jas hujan menjadi bau.

Jangan Dikucek

Mencuci jas hujan memang disarankan, tapi jangan dikucek karena bisa merusak lapisan karet dalam jas hujan. Untuk membersihkan jas hujan lebih baik menggunakan busa seperti mencuci motor.

Nah, itulah sejarah singkat tentang jas hujan. Untuk Anda pengendara sepeda motor, jangan pernah lupa masukkan jas hujan ke dalam bagasi sepeda motor agar Anda terlindung dari hujan.:)

Check Also

Inilah Hukuman Mati Yang Kejam Dan Sadis Di Dunia

Apa Yang Anda Pikirkan Ketika Mendengar Hukuman Mati? Hukuman mati diterapkan untuk menciptakan efek jera …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *