Home / info / Ibu Selalu Pantas Di Nomor Satukan, Meskipun Anak Lelakinya Sudah Menikah

Ibu Selalu Pantas Di Nomor Satukan, Meskipun Anak Lelakinya Sudah Menikah

Kebanyakan dari sebagian lelaki pasti akan menganggap sangat pentignya pernikahan mereka, bahkan tidak hanya lelaki saja yang akan menginginkannya. Karena wanita sudah pasti akan selalu mendambakannya disetiap hari-hari yang mereka lewati. Tuntutan semacam ini pun akan selalu ada dari orang tua, jika seorang pria atau seorang wanita sudah memasuki usia yang sudah bisa dikatakan dewasa atau sudah bisa untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan.

Kebanyakan pihak atau semua kalangan mungkin akan berpikir, kalau setelah menikah, sebagai seorang suami hanya fokus dan mengurus keluarga yang baru saja dibangun. Sebenarnya masih ada banyak kewajiban seorang suami setelah menikah kepada sang ibunya yang memang harus tetap dijalankan serta dipenuhi kewajibannya sebagai seorang anak meskipun sudah menikah. Intinya, tugas seorang anak itu tidak akan ada habisnya untuk memenuhi kewajibannya kepada sang ibu.

Jadi jangan pernah anda memiliki anggapan yang salah, jika sudah menikah maka tugas anda sudah selesai untuk memenuhi kewajiban sebagai seorang anak, meskipun anda sudah memiliki keluarga yang sudah anda mulai bersama wanita damba’an hati anda, dalam setiap agama sudah pasti akan mengajarkan hal tersebut. Apalagi jikalau mengingat sang ibu ataupun orang tua yang menyayangi dan memenuhi hak-hak anaknya diwaktu kecil.

Tidak hanya itu saja, bahkan seorang ibu sanggup bergadang hanya demi anaknya untuk tertidur pulas dan menggantikan popok atau menggantikan pakaian kita dimasa balita. Bahkan tangisan seorang bayi, baginya adalah satu kebahagiaan yang sederhana untuk dirasakan oleh seorang ibu. Walaupun mereka sudah lelah satu harian beraktifitas untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang istri, mereka juga akan kembali mengurus anaknya yang masih rewel.

Sangat beruntung bagi anda yang masih memiliki ibu dan masih bisa berbakti untuk menghapus semua kesalahan-kesalahan yang sudah diperbuat. Apalagi kalau kita mengingat apa yang semua sudah mereka lakukan atas kebaikan serta menanamkan benih kasih sayang kepada anaknya. Makanya akan sering kita dengar pepatah yang mengatakan, “Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanajang gala” Mungkin hanya pepatah inilah yang bisa menggambarkan seorang ibu yang sudah menjadi pahlawan dalam hidup anaknya.

So, dengan begitu jangan pernah anda menyakiti hati seorang ibu ataupun membantah keinginannya meskipun anda sudah dewasa untuk diaturnya. Ada pula kewajiban soerang anak lelaki, yang memang harus dipenuhi dan tidak boleh dilupakan. Meskipun seorang anak lelaki itu sudah menikahi seorang perempuan yang sudah menjadi pilihan untuk menjalani hari-hari bersama dengannya. Melalui artikel ini saya sudah mengupas dengan tuntas mengenai seorang anak lelaki tidak boleh menelantarkan sang ibu meskipun sudah menikah dan sangat wajib hukumnya untuk memenuhi kewajibannya sebagai seorang anak :

  • Berbakti Kepada Ibu

Terkadang, seringkali seorang lelaki yang sudah menikah akan mengesampingkan bahkan melupakan ibunya hanya karena ia sudah memiliki istri yang cantik yang merawat. Tentunya ini bukanlah sikap yang terpuji untuk ditirukan kepada setiap anak lelaki yang sudah menikah. Sebab kewajiban seorang anak laki-laki untuk berbakti kepada ibunya akan tetap terus berjalan dan tidak akan pernah putus sampai kapan pun, meskipun anda sudah menikah dan memiliki keluarga yang baru saja anda bangun.

Anak laki-laki yang harus memperhatikan ibunya dan memenuhi kebutuhannya dan tentu saja, harus menjalankan apa yang memang disuruh sang ibu selama itu tidak melanggar hukum agama dan menyimpang juga.

  • Menyayangi Sepenuh Hati

Perjuangan seorang ibu untuk membesarkan anaknya tidaklah mudah. Maka itu, anak wajib membalas kebaikan-kebaikan ibunya ketika ia telah dewasa. Salah satunya dengan cara menyayangi. Bahkan walau sudah menikah, anak laki-laki tetap berkewajiban mencintai ibunya melebihi cinta kepada istrinya. Apabila hal ini memicu rasa iri di hati istri, cobalah berikan pengertian kepadanya bahwa ibu adalah hal yang utama dalam islam. Sebisa mungkin, berusahalah menciptakan kedamaian diantara istri dan ibumu.

  • Selalu Hormat dan Sopan Kepada Ibu

Menghormati juga merupakan kewajiban anak laki-laki terhadap ibunya setelah menikah. Anak diperintahkan untuk bertutur kata yang sopan kepada orang tua. Apabila orang tua melakukan kesalahan, seorang anak tidak boleh membentaknya. Ingatkan mereka dengan ucapan yang lembut. Sebagai suami, bimbinglah istrimu untuk turut menghormati ibumu. Sebab bagi seorang istri, mertua adalah ibunya. Jadi harus dihormati dan disayangi layaknya ibu sendiri. Itulah ciri-ciri istri shalehah.

  • Selalu Adil Terhadap Nafkah Ibu dan Istri

Seorang istri yang melarang suaminya memberikan nafkah kepada mertua, maka perbuatan itu bisa jadi memicu dosa. Namun apabila ia turut merelakannya insyaAllah rezeki suaminya bertambah dan ia memperoleh pahala juga yang sangat berarti untuk kehidupan dimasa depan dan pertanggung jawabannya atas permasalahan ini.

  • Merawat Ibu Dengan Baik

Perintah untuk berbuat baik dan merawat orang tua telah dituliskan secara jelas dalam Al-Quran. Sebagai seorang anak, kita wajib merawat orang tua yang telah lanjut usia. Jangan malah mengirimkannya ke panti jompo. perlakukan orang tua dengan baik, sayangi mereka, berikan tempat tinggal yang layak. Apabila kondisi mereka sudah lemah dan tidak ada yang merawatnya, cobalah berbicara dengan istri untuk mengajak orang tua tinggal bersama-sama dalam satu rumah.

  • Mematuhi Nasehat Ibu

Anak laki-laki yang telah menikah masih wajib mematuhi perintah ibunya. Selama si ibu tidak menyuruh melakukan hal-hal yang dilarang islam (seperti berbuat maksiat) atau perbuatan jahat lainnya maka anak harus mentaati perintah tersebut. Namun apabila istri tidak menyetujuinya, cobalah bertanya alasan mengapa ia tak setuju. Diskusikan baik-baik dengan istri dan ajarkan sesuai ajaran agama.

  • Perhatikan Kondisi Ibu

Perhatian seorang laki-laki setelah menikah tidak hanya diberikan kepada istri dan anak-anaknya saja, tapi ibunya juga wajib menerima perhatian tersebut. Jangan sampai kebersamaan dengan istri melupakan akan keberadaan seorang ibu. Jenguklah ibu sesering mungkin. Berikan apa yang dibutuhkan walaupun seorang ibu mungkin tidak memintanya karena “tidak enak” dan takut merepotkan. Menjadi anak laki-laki haruslah bisa berbuat adil antara ibu dan istri. Jangan menyakiti hati keduanya dan berusahalah untuk membahagiakan mereka.

  • Berdua Menjaga Sang Ibu

Semakin bertambah usia, kekuatan orang tua akan semakin menurun. Bahkan diantara mereka ada yang bersikap layaknya anak kecil dan menjadi pikun. Di saat seperti itu, anak laki-laki tidak boleh meninggalkan orang tuanya sendirian. Ia wajib menjaga dan merawat mereka. Apabila anak laki-laki tersebut sibuk dan memiliki banyak pekerjaan, maka ia harus menyuruh istri untuk menjaga orang tuanya. Tentunya istri juga harus bersabar. Sebab ketika ia memutuskan menikah secara tak langsung berarti orang tua si laki-laki akan menjadi orang tuanya. Maka wajib bagi dirinya untuk menjaga mertua

  • Selalu Jaga Nama Baik Ibu

Ibu adalah orang yang paling berjasa dalam hidup anaknya. Sejelek apapun sikap ibu, mungkin ia pernah khilaf atau melakukan perbuatan yang memalukan, seorang anak tidak boleh mengumbar aib ibunya dihadapan orang lain termasuk istrinya. Anak laki-laki yang sholeh harus bisa melindungi nama baik keluarganya. Apabila ada masalah dan pertikaian, sebaiknya diselesaikan secara pribadi dengan pikiran tenang dan memperbanyak berdoa meminta petunjuk kepada tuhan yang maha kuasa.

  • Selalu Mendoakan Ibu

Kalau dalam ajaran agama islam, sudah pasti diajarkan untuk selalu mendoakan kedua orang tua kita agar dijauhkan dari segala siksa kubur dan dimudahkan urusannya di dunia dan akhirat juga. Sebab mengingat dengan apa yang sudah dilakukan orang tua kepada kita di masa kecil, tak mungkin bisa terbalas dengan apapun. Meskipun seorang anak akan memberikannya materi yang berlimpah.

  • Memberikan Nasihat, Bila Sang Ibu Salah

Ada kalanya dimana orang tua bersikap egois, entah karena faktor usia atau keadaan. Namun apapun alasannya, sebagai seorang anak sangat dilarang membentak orang tua. Apabila orang tua melakukan sesuatu yang salah, mungkin menyakiti hati menantunya maka tugas anak laki-laki adalah menasehati orang tua cara halus. Jangan mengatakan ucapan kasar kepada orang tua karena hal itu dimurkai Allah SWT.

Sebagaimana firmannya dalam surat Al-israa’ ayat 23 yang artinya:

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. (Q.S Al Israa’:23)

  • Meringankan Beban Ibu

Seorang ibu berhak mendapatkan perlindungan dari anak laki-lakinya, sekalipun anak tersebut telah menikah. Siapa lagi yang mau melindungi orang tua kalau bukan anaknya? Toh, seorang anak menjadi tumbuh dewasa dan sukses juga berkat orang tuanya. Jadi mereka wajib meringankan beban ibunya, yang berarti memenuhi kebutuhannya, menjaganya dari orang-orang jahat, memastikan ia tinggal di tempat yang aman, segera datang apabila ia membutuhkan bantuan dan sebagainya.

Jangan pernah menjauhinya karena ia akan selalu membutuhkan seorang anak untuk membantu, meskipun seorang ibu tidak akan pernah meminta apapun atas apa yang telah ia lakukan.

  • Mengingatkannya Untuk Beribadah

Tugas seorang anak kepada orang tua tidak sekedar memberikan kebahagiaan, uang dan kasih sayang. Tapi juga menjaga mereka agar tetap di jalan Allah SWT agar kelak bisa berkumpul bersama di surga. Apabila orang tua sempat belok jalannya, melakukan maksiat atau mungkin lupa beribadah, anak wajib memperingatkannya dengan cara yang baik. Dengan memberikannya nasehat tentang ilmu-ilmu agama berarti kita telah menyelamatkannya dari api neraka.

Namun sekali lagi, lakukan itu dengan cara yang sangat lembut dan sopan. Allah SWT berfirman dalam surat At-Tahrim ayat 6 yang artinya:

Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu”. (QS. At Tahrim: 6)

  • Memuliakan Ibu

Anak perempuan yang telah menikah maka kebahagiaanya menjadi tugas suaminya. Sedangkan kebahagiaan ibu menjadi tanggung jawab anak-anaknya, khusunya anak laki-laki. Jangan sampai menelantarkan ibu, Anak laki-laki wajib memuliakan ibunya, memberikan perhatian, menyayangi dan memenuhi segala kebutuhannya. Tidak ada satupun yang pantas untuk dilewati tanpa terkecuali.

  • Selalu Menjaga Perasaan Ibu

Meskipun seorang anak yang dilahirkan sang ibu sudah menikah, bukan berarti terlepas untuk selalu menjaga perasaan orang tuanya. Malah sebaliknya, seorang anak lelaki yang sudah menikah hendaklah untuk selalu menjaga perasaan sang ibu meskipun sudah memiliki keluarga baru. Apalagi kalau kita mengingat, segala sesuatu ridha allah memang berada di tangan orang tua kita. Maka dari itu, sebisa mungkin tunjukkanlah senyum terindah dan jangan pernah menyinggung prasaan seorang ibu pada saat bertemu. Jangan pernah menyakiti hati sang ibu.

kesimpulan dari artikel ini, tidak ada yang bisa menggantikan posisi seorang ibu. Meskipun itu wanita terbaik yang sudah anda pilih sebagai pendamping hidup. Tidak ada yang pantas untuk menggantikannya tanpa alasan apapun, jangan pernah berpikir tuga seorang anak lelaki sudah usai untuk memenuhi segalah kebutuhan seorang ibu jika sudah menikah. Sayangilah sang ibu selagi masih bisa menyayangi dan memberikan segala sesuatu yang bisa kita berikan.

Sebab penyesalan akan selalu datang menghampiri kita, bila sang ibu telah tiada dan kita belum bisa menunaikan segala tugas-tugas kita sebagai seorang anak. Jangan sesekali merasa terbebani karena sang ibu meminta bantuan apapun kepada anda, tidakkah itu perbuatan yang tidak terpuji mengingat kasih sayang seorang ibu yang tidak pernah kita dapatkan dari siapa pun, bahkan tak tergantikan dalam bentuk apapun.

Semoga artikel ini bisa memberikan pemikiran yang tepat terhadap menyayangi seorang ibu meskipun anda sudah menikah dan memiliki keluarga baru sampai anak cucu. Pengabdian seorang anak tidak boleh putus kepada orang tua, karena kasih ibu yang sepanjang masa juga sangat pantas untuk mendapatkan pengabdian seorang anak. Sampai disini sajalah perjumpaan kita pada artikel kali ini, akhir kata saya ucapkan banyak terima kasih atas waktu dan perhtiannya.

Check Also

Kacamata Atau Softlens, Mana Sih Yang Lebih Baik?

Apa kamu pernah mengalami kebingungan saat harus memilih antara memakai kacamata atau softlens? Ya, itu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *