Home / info / Kesalahan Memakai Celana Dalam Yang Wajib Diketahui

Kesalahan Memakai Celana Dalam Yang Wajib Diketahui

Setiap orang pasti tau apa itu celana dalam, benar gak? Kelewat banget kalau sempat tidak mengetahui apa itu celana dalam, hihihi. Ya celana dalam adalah salah satu pakaian yang digunakan sehari-hari di dalam kehidupan kita. Namun ada kebiasaan yang salah saat memakai celana dalam, penasaran apa saja kesalahan yang sudah kamu lakukan? Yuk kita simak sama-sama artikel ini.

Seperti merawat daerah intim, memilih pakaian dalam juga harus sangat diperhatikan. Para wanita mungkin sering membicarakan ukuran dan jenis bra seperti apa yang sehat untuk payudara, tetapi tetap nyaman digunakan serta menopang dengan baik. Tapi, nampaknya masih belum banyak wanita yang membicarakan soal celana dalam.

Memang terdengar sepele, namun kebiasaan salah yang sering dilakukan sehari-hari saat mengenakan celana dalam mampu berdampak buruk bagi kesehatan. Bagi para wanita, memilih celana dalam sama pentingnya dengan memilih pakaian harian yang ingin dipakai. Meskipun tidak terlihat dari luar, namun celana dalam memiliki fungsi dan model yang beragam.

Memang ada beberapa wanita yang membicarakan pentingnya sering mengganti celana dalam. Mulai dari bagaimana cara menjaga agar celana dalam tetap kering dan tak lembab, hingga bahan yang paling pas buat kesehatan organ intim. Meskipun penting urusan celana dalam masih sering diabaikan atau disalahsikapi. Namun tetap ada juga yang melakukan kesalahan dalam pemakaian celana dalam seperti berikut ini:

1. Terlalu Ketat

undefined

Wanita cenderung tidak begitu memperhatikan berapa ukuran celana dalam yang digunakan. Dalam pikiran kita, asalkan celana dalam sudah merasa nyaman atau sesuai dengan bentuk lekuk tubuh, maka celana dalam sudah cocok untuk kita gunakan. Salah satu kesalahan dalam pemakaian celana dalam yang paling sering diabaikan adalah terlalu ketat.

Tanpa kita sadari, memakai celana dalam yang terlalu ketat bisa memberikan bekas tekanan karet pada lingkar pinggang saat dilepas. Meskipun kurang dirasakan oleh banyak orang, celana dalam yang terlalu ketat sebenarnya membuat rasa yang tidak nyaman bagi area pinggang dan perut bawah. Pakar kesehatan bahkan menyebutkan jika celana dalam yang terlalu ketat bisa memicu naiknya asam lambung ke bagian kerongkongan. Naiknya asam lambung ini tentu akan membuat rasa mual setelah mengkonsumsi makanan.

Memakai celana dalam terlalu ketat akan menambah resiko infeksi jamur, khususnya pada area organ vital. Keketatan celana dalam akan membuat area organ vital menjadi “kurang bernafas”, cenderung lebih panas dan juga lebih lembab. Padahal kondisi inilah yang menjadi favorit jamur untuk berkembang dan pada akhirnya memicu infeksi. Selain itu, keketatan celana dalam juga membuat kain materialnya lebih sering bergesekan dengan kulit area organ vital, khususnya saat berjalan. Jika gesekan ini terjadi cukup lama, maka area organ vital pun beresiko terkena masalah iritasi kulit dan lecet-lecet.

2. Memakai Celana Dalam Saat Tidur Di Malam Hari

Hasil gambar untuk kesalahan memakai celana dalam saat tidur

Tidur dengan menggunakan celana dalam menyebabkan daerah selangkangan tidak dapat bernapas, sehingga menghasilkan keringat dan bakteri. Keringat dan bakteri dapat menimbulkan infeksi dan iritasi. Maka dari itu, di malam hari perlu sekali untuk melepas celana dalam sebelum tidur.

3. Dua Kali Pakai

Hasil gambar untuk kesalahan memakai celana dalam lebih dari sekali

Dalam keadaan terdesak, mungkin kamu pernah memakai celana dalam lebih dari sekali. Tentu kamu sudah mengetahui jika kebiasaan ini perlu ditinggalkan. Sering kali, kita terlalu sayang melemparkan celana dalam ke tempat cucian karena merasa belum lama dipakai dan terlihat masih bersih. Ini pikiran keliru lho. Jangan pernah memakai celana dalam dua kali. Sebab, bagaimanapun celana itu sudah dipakai dan ada kotoran. Kotoran sangat mudah menjadi tempat berkembangnya bakteri dan meningkatkan risiko infeksi.

4. Tidak Memakai Celana Dalam Berbahan Katun

Hasil gambar untuk celana dalam bahan katun yang dipakai wanita

Memang faktanya celana dalam katun tidak menjadikan penampilan terlihat seksi, namun sangat baik untuk kesehatan. Bahan silk dan sintetis tidak dapat bernapas sehingga menjadikan area kewanitaan menjadi lembap dan memicu timbulnya jamur. Untuk sehari-hari, gunakanlah celana dalam berbahan katun yang lembut, nyaman dan menyerap keringat.

Celana dalam standar berbahan katun mungkin adalah pilihan terbaik, baik dari segi kenyamanan maupun kesehatan. Meski dari segi penampilan, celana dalam jenis ini memang terlihat lebih ketinggalan zaman, tapi celana dalam ini dapat mengurangi risiko terjadinya masalah kesehatan.

5. Memakai Thong

Hasil gambar untuk thongs g string

Thong/g-string memang berguna saat kamu hendak mengenakan celana atau rok ketat karena mereka tidak meninggalkan garis celana dalam yang merusak penampilan. Tapi dokter sangat tidak menyarankan untuk mengenakan celana dalam jenis ini dalam periode waktu yang lama saat berolahraga. Ketika kamu berolahraga, tali thong akan menggesek-gesek kulit mengikuti gerakan kamu. Gesekan ini dapat memicu infeksi kandung kemih dan infeksi bakteri pada vagina. Jika bakteri tersebut masuk ke rahim, kamu bisa terserang penyakit radang panggul atau infeksi kandung kemih jika bakteri masuk ke saluran kemih. Maka dari itu, jika kamu tidak memerlukan celana dalam ini, sebaiknya gunakan celana dalam biasa.

6. Tidak Mengganti Celana Dalam Sehabis Olahraga

Hasil gambar untuk tidak ganti celana dalam setelah olahraga

Saat olahraga pastikan jika kamu membawa celana dalam serta bra tambahan. Tidak hanya mengganti baju setelah berolahraga, kamu juga perlu mengganti celana dalam. Setelah olahraga, daerah intim kamu juga akan berkeringat. Jadi segeralah ganti dengan celana dalam bersih setelah berolahraga.

7. Memakai Pewangi Detergen

Hasil gambar untuk mencuci celana dalam pakai deterjen

Jika kamu mengalami kemerahan dan infeksi di organ intim, kemungkinan disebabkan oleh detergen yang kamu gunakan untuk mencuci celana dalam. Biasanya detergen berpewangi bisa menyebabkan iritasi di kulit Miss V. Sebaiknya kamu menghindari detergen berpewangi. Deterjen yang terlalu keras atau tak cocok bisa mempercepat lecet dan infeksi.

8. Memakai Ukuran Yang Salah

Hasil gambar untuk kesalahan memilih celana dalam

Jangan sekali-kali menggunakan celana dalam dengan ukuran yang salah. Kamu mesti punya tiga jenis celana dalam. Pertama, celana dalam yang berbahan katun. Sehingga nyaman kamu pakai untuk sehari-hari. Celana dalam ini juga harus pas ukurannya. Tak kekecilan dan kebesaran. Sementara, celana dalam kedua harus sedikit lebih besar dari ukuran yang pertama. Berbahan katun, celana dalam yang lebih besar ini berguna pada saat kamu sedang haid dan mengenakan pembalut. Kamu harus tahu betul ukuran pinggang, lingkar paha atas, lingkar pinggul dan lainnya. Sehingga kamu bisa menyesuaikannya dengan detail ukuran yang tertera pada celana dalam di toko. Jangan sampai memaksakan diri untuk membeli celana dalam lucu dan imut, namun terlalu besar atau sempit.

Apa pun jenis dan bahan pakaian dalam yang kamu pilih dan mengenakan pakaian dalam selalu lebih baik dibandingkan tidak mengenakannya. Celana dalam berguna sebagai pelindung organ intim kamu agar tidak mudah terkena infeksi. Kesalahan memakai celana dalam akan menyebabkan penyakir ringan sampai kanker. Sekarang kamu sudah tau kan kesalahan apa yang sering kamu lakukan dalam pemakaian celana dalam, jadi mulai sekarang jangan lakukan lagi ya. Sesuaikan celana dalam dengan aktifitas yang sedang dijalani agar bisa bergerak dengan nyaman, sekaligus senantiasa menjaga kesehatan organ intim.

Check Also

Unik! Pelayan Cafe Ini Suapi Pengunjungnya

Hai semua!!! Kali ini kita akan membahas tentang cafe yang unik, yups cafe ini berada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *