Home / info / Wow! Pria Ini Telanjang Selama 40 Tahun Karena Alergi Pakaian

Wow! Pria Ini Telanjang Selama 40 Tahun Karena Alergi Pakaian

Setiap orang bisa mengalami alergi, kebanyakan sih karena alergi makanan. Tapi gimana ya kalau alergi dengan pakaian? Ya, itu berarti sama sekali tidak bisa memakai pakaian. Pembahasan yang lucu nih kayaknya. Yuk, langsung kita simak aja ya dibawah ini.

Subal Barman, pria asal India ini tidak bisa memakai pakaian sejak ia berusia lima tahun. Sejak usia itulah ia terpaksa bertelanjang karena alergi terhadap pakaian. Telanjang dihadapan orang lain merupakan hal yang sangat memalukan bagi semua orang, apalagi telanjang dihadapan orang-orang yang bukan keluarga sendiri. Namun pria asal India ini tidak punya pilihan, ia hidup telanjang bulat selama 40 tahun karena alergi dengan pakaian.

Jangankan memakai pakaian yang menutupi seluruh badan, memakai kaos kaki saja dapat membuat badannya memerah karena gatal dan mengalami sakit yang luar biasa. Pastinya banyak yang terkejut saat melihat seorang pria dewasa berkeliaran tanpa memakai pakaian di tubuhnya. Kondisi ini membuatnya sangat tidak nyaman bahkan ia tidak bisa tidur beralaskan seprai karena kulitnya yang sangat sensitif.

Ia didiagnosis dengan kondisi langka ketika berusia lima tahun dan ketika ia berusia 17 tahun olehpetugas medis setempat. Tapi kemiskinan membuatnya tak mampu mencari pertolongan medis ke kota. Pekerjaannya sebagai petani di desa Rajpur, Bengar Barat, India Utara membuatnya tak mampu mencari pengobatan karena masalah biaya. Jadi ia lebih memilih untuk telanjang dalam menjalani kehidupannya sehari-hari.

“Sejak kecil saya tidak bisa memakai pakaian. Jika memakai baju maka kulit saya rasanya seperti terbakar dan sangat sakit,” ungkapnya seperti yang dilansir dari Daily Mail.

Hasil gambar untuk pria ini alergi pakaian

Untungnya warga desa tempat tinggalnya memahami kondisi kesehatan yang dideritanya ini. Ia tidak ingin alergi yang dideritanya ini membuatnya tidak bisa bersosialisasi dengan lingkungannya. Walaupun telanjang, ia tetap menghadiri setiap undangan dari tetangga dan bahkan datang ke kuil untuk beribadah.

Musim dingin adalah masa-masa paling menyenangkan bagi Barman. Namun di musim panas dia harus mandi beberapa kali sehari untuk mendinginkan kulitnya. Hingga saat ini ia masih belum menikah. Meskipun sudah didiagnosis sejak kecil, Subal Barman belum mampu mengobati alerginya. Penghasilan yang didapatnya sebagai seorang petani hanya cukup untuk membiayai kebutuhannya sehari-hari.

“Apa ada wanita yang mau menikah dengan pria yang mempunyai kondisi seperti ini. Tidak ada keluarga yang mungkin akan memberikan anak perempuannya untuk menikah dengan saya,” sebutnya.

Hasil gambar untuk pria ini alergi pakaian

Menurut pakar kulit Hywel Williams dari British Skin Foundation, kasus Subal sebetulnya bisa disembuhkan. Alergi yang dia derita disebut Dysaesthesia. Seandainya keluarga Subal punya dana, dokter bisa mencari saraf pusat yang membuat tubuhnya sensitif terhadap bahan yang bersentuhan dengan kulit.

Dysaesthesia terjadi dari hasil sejumlah kondisi seperti neuropati diabetes atau multiple sclerosis. Kondisi ini menyebabkan seseorang merasakan sakit seperti tertusuk jarum, terbakar, digelitik dan sensasi lainnya saat bersentuhan dengan kain.

Rasa malu pastinya ia rasakan namun ia tidak punya pilihan. Ini kehidupan yang harus dijalaninya, meskipun ia sadar ia mungkin saja hidup sendirian selamanya. Ia justru nyaman dengan kehidupannya yang lebih mirip suku pedalaman yang tak menggunakan pakaian. Warga desa tempat ia tinggal pun sudah terbiasa melihatnya berkeliaran tanpa busana.

“Tetangga saya untungnya terbiasa dengan saya. Mereka pikir itu normal dan tidak pernah mengeluh,” katanya menjelaskan. “Mereka tahu saya punya masalah alergi selama bertahun-tahun, sehingga mereka tak pernah mengganggu saya.”

Hasil gambar untuk subal barman alergi pakaian

Subal tidak pernah menyesal punya kelainan kulit. “Saya percaya Tuhan menciptakan saya untuk alasan yang khusus. Di mata-Nya, saya pasti dianggap spesial”. Meski hidup bertelanjang di zaman modern ini, Subal tak merasa minder bahkantidak takut dibilang orang tidak waras.

Saat ini Barman tinggal sebatang kara sejak ditinggal oleh ibu kandungnya yang wafat pada tahun 2003 lalu. Ayah kandungnya juga sudah wafat jauh sebelum ibunya pergi. Barman belum menikah, meski usianya sudah tak muda lagi. Ia beranggapan jika kondisinya saat ini menjadi penyebab dirinya belum mendapatkan pasangan hidup. Meski menjalani hidup yang cukup berat, namun Barman mengaku tetap bersyukur dan menjalankan kehidupannya seperti orang normal.

Sungguh miris penyakit yang dialami Barman tersebut. Meskipun kata dokter penyakit alerginya itu bisa disembuhkan, akan tetapi ia tidak mempunyai biaya dan ia memutuskan untuk menjalani hari-harinya dengan bertelanjang bulat. Kita doakan saja ya supaya suatu hari ia bisa sembuh dari penyakitnya, amin.

Check Also

Viral, Imam Berambut Gimbal

Mungkin sudah terlalu sering kita mendengar istilah “jangan menilai sebuah buku hanya dari sampulnya”, pepatah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *