Home / Motivasi / “Jessica Cox”, Wanita Yang Menjadi Pilot Pertama Tanpa Lengan

“Jessica Cox”, Wanita Yang Menjadi Pilot Pertama Tanpa Lengan

Terkadang kita masih belum bisa bersyukur atas apa yang sudah kita miliki. Kita masih berpikir kalau kita belum sempurna, belum memiliki fisik sempurna dan kita selalu melakukan apapun untuk membuatnya menjadi seperti sempurna. Tidak seperti wanita ini, walaupun ia memiliki fisik yang tidak sempurna tapi ia tetap bersemangat menjalani hari-harinya tanpa malu. Siapakah dia? Silahkan disimak ya.

Jessica Cox adalah wanita asal Arizona, Amerika Serikat yang lahir pada tahun 1983. Ia lahir tanpa lengan karena kelainan saat ia di kandungan ibunya atau disebut kelainan bawaan. Kelainan bawaan atau penyakit bawaan adalah kondisi yang ada saat lahir dan sering terjadi sebelum kelahiran atau yang berkembang selama bulan pertama kehidupan (penyakit neonatal), terlepas dari sebab-akibat. Penyakit ini ditandai dengan kelainan struktural yang disebut “anomali kongenital” dan melibatkan kecacatan atau kerusakan pada janin yang sedang berkembang.

Saat Jessica lahir, dokter yang menolong persalinan mengingatkan kedua orangtuanya bahwa ia tak akan bisa menjalani hidup layaknya orang normal. Selama mengandung, ibunya tidak merasa ada gejala yang aneh. Namun ternyata ia lahir dengan penyakit bawaan langka yang menyebabkan dia tidak punya lengan.

Beruntung ia memiliki orangtua yang kuat dan tabah menghadapi kondisi fisik anaknya. Orangtuanya yakin setiap orang pasti memiliki kelebihan, termasuk anaknya. Orangtuanya juga yang selalu ada ketika mentalnya sedang goyah. Kondisi itu tidak dijadikannya penghalang, justru membuatnya berlatih keras mengembangkan kemampuan jari-jari kakinya seperti layaknya jari tangan. Jemari kakinya itu bisa melakukan semua hal yang dilakukan tangan, seperti untuk berdandan, bermain piano dan mengemudikan mobil bahkan mengemudikan pesawat terbang.

Ia adalah wanita hebat meskipun tanpa lengan, dia berhasil menerbangkan pesawat dengan kakinya. Berkat skill nya menjadi pilot, Jessica masuk Guinness World Record pada tahun 2008 setelah menerima lisensi pilotnya, prestasinya tidak kepalang dia bisa menerbangkan tiga pesawat yang berbeda dan memiliki 80 jam terbang di tiga negara yang berbeda pula. Untuk menjadi pilot dia membutuhkan tiga instruktur.

Jessica Cox terbang di pesawat mesin tunggal untuk pertama kalinya melalui penerbangan Wright pada tahun 2005. Ia mendapat sertifikat pilot nya pada 10 Oktober 2008, setelah menjalani pelatihan selama tiga tahun, dinyatakan memenuhi syarat untuk menerbangkan pesawat sport di ketinggian 10.000 kaki. Dia menerima pelatihan penerbangan melalui beasiswa di bawah bimbingan Parrish Traweek. Pesawatnya dirancang sedemikian rupa sehingga Jessica dapat menerbangkan dengan kaki.

Memiliki keterbatasan fisik tidak membuat wanita ini menyerah dalam hidup. Justru keterbatasan itu menjadi pelecut baginya untuk mengukir prestasi sebagai pembuktian diri. Berbagai prestasi telah diraihnya, meski tak memiliki dua lengan.

Pada usia 14 tahun ia sudah menyandang sabuk hitam dari Federasi Taekwondo Internasional, pada usia 15 tahun dia ikut kompetisi renang kemudian berselancar dan pencapaian Jessica yang paling terkenal adalah ketika dirinya mendapat lisensi pilot untuk menerbangkan pesawat ringan.

Jessica Cox mulai berlatih taekwondo pada saat umurnya 10 tahun di sebuah sekolah di kota Sierra Vista disekitar rumahnya, gara-gara taekwondo juga ia menemukan jodohnya yaitu Patrick, guru beladirinya itu yang menikahinya. Menurut Patrick, pasangannya itu telah membuka mata dia untuk melihat hal yang positif.

Sekarang Jessica dan suami sedang belajar lagu frozen yang lagi ngetren, untuk melengkapi nyanyinya dia bermain piano dengan lancar waktu dia duet dengan Patrick. Jessica Cox bisa juga mengendari mobil dengan menggunakan kakinya dan hebatnya dia punya SIM unlimited.

Banyak kegiatan lain yang wanita hebat ini lakukan sendiri karena dia tidak mau selalu bergantung kepada orang lain seperti beresin kamar, menyisir rambut, menulis, membereskan rak sepatu, dll. Dia juga ingin berkeliling negara guna memberi motivasi bagi yang memiliki cacat atau keterbatasan seperti yang dia alami.

Kekurangan tidak menjadikan suatu keterbatasan dalam bekerja atau aktifitas apapun seperti Jessica Cox pilot pertama tanpa lengan, selain itu dia juga berhasil menamatkan pendidikannya sebagai seorang psikolog di University of Arizona, bahkan meskipun tanpa lengan dia juga bisa menikah, itu artinya cinta bisa datang kepada siapa saja.

Sekarang Jessica, si pilot tanpa lengan ini bekerja sebagai pembicara soal motivasi. Ia melanglang buana untuk saling berbagi dan membesarkan hati orang untuk selalu kreatif dan inovatif. Mantranya: “Berpikirlah di luar sepatu!”.

Kita harus belajar dari Jessica Cox guyss, kekurangan tidak membuat kita berhenti. Semua bisa dilakukan asalkan kita percaya pada diri kita sendiri. Dan pastinya yang terpenting adalah harus tetap bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki. See you again 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *