Home / pengetahuan / Nail Art Dapat Atasi Gangguan Kecemasan, Benarkah?

Nail Art Dapat Atasi Gangguan Kecemasan, Benarkah?

Pernah gak kamu mengalami gangguan kecemasan? Banyak hal yang dapat menyebabkan gangguan kecemasan di dalam hidup, salah satu contohnya stres. Stres dapat mengubah alur komunikasi sel-sel saraf dalam sirkuit otak. Hal ini akan mengubah struktur otak tertentu yang mengkontrol emosi. Mungkin kamu bingung gimana sih cara mengatasi gangguan kecemasan ini. Sekarang kamu gak perlu bingung lagi, salah satu solusi terbaik untuk mengatasi gangguan kecemasan adalah Nail Art. Nail Art? Masa sih? Daripada penasaran, yuk simak artikel ini.

Apa Itu Gangguan Kecemasan?

Gangguan kecemasan adalah gangguan kejiwaan di mana penderita tersebut mengalami kecemasan yang berlebihan dan mempengaruhi hidup normal mereka. Semua orang merasa cemas sekarang dan kemudian hari. Hal ini merupakan suatu emosi yang normal dialami semua orang.

Kecemasan adalah suatu istilah yang menggambarkan gangguan psikologis yang dapat memiliki karakteristik yaitu berupa rasa takut, keprihatinan terhadap masa depan, kekhawatiran yang berkepanjangan dan rasa gugup. Rasa cemas memang biasa dihadapi semua orang. Namun, rasa cemas disebut gangguan psikologis ketika rasa cemas menghalangi seseorang untuk menjalani kehidupan sehari-hari dan menjalani kegiatan produktif. Meskipun begitu, gangguan kecemasan setiap orang memang berbeda. Gangguan kecemasan dapat menyebabkan penderitaan dan mengganggu kemampuan kamu untuk menjalani hidup normal.

Jenis-Jenis Gangguan Kecemasan

Jenis gangguan kecemasan adalah penyakit mental yang serius. Bagi orang yang memilikinya, khawatir dan ketakutan yang konstan luar biasa dan dapat melumpuhkan kehidupannya. Tapi dengan pengobatan, banyak orang dapat mengelola perasaan itu dan kembali ke kehidupan yang memuaskan. Ada beberapa jenis gangguan kecemasan seperti berikut ini:

  • Gangguan Panik. Orang dengan kondisi ini memiliki perasaan teror yang menyerang tiba-tiba dan berulang kali tanpa peringatan. Gejala lain dari serangan panik termasuk berkeringat, nyeri dada, palpitasi (detak jantung kencang atau tidak teratur) dan perasaan tersedak atau tercekik. Hal ini dapat merasa seperti kamu mengalami serangan jantung atau “tiba-tiba menjadi gila.”
  • Gangguan Kecemasan Sosial. Disebut juga fobia sosial, ini melibatkan khawatir berlebihan dan kesadaran diri tentang situasi sosial sehari-hari. khawatir sering berpusat pada takut dihakimi oleh orang lain atau ketakutan ketika diri ini akan berperilaku memalukan atau menyebabkan ejekan.
  • Fobia Spesifik. Ini adalah ketakutan yang intens dari objek atau situasi tertentu, seperti ketinggian atau tempat sempit. Tingkat ketakutan biasanya tidak pantas untuk situasi yang sebenarnya sederhana dan dapat menyebabkan kamu menghindari situasi sehari-hari.
  • Gangguan Kecemasan Umum. Ini adalah rasa khawatir yang berlebihan, khawatir dan ketegangan yang tidak realistis, bahkan meskipun hanya ada sedikit yang menimbulkan kecemasan atau justru tidak ada yang memicu.

Penyebab Gangguan Kecemasan

Penyebab pasti dari gangguan kecemasan tidak diketahui, namun gangguan kecemasan seperti bentuk lain dari penyakit mental bukan hasil dari kelemahan pribadi, cacat karakter atau pendidikan yang buruk. Ilmuwan melanjutkan penelitian mereka pada penyakit mental, hal ini menjadi jelas bahwa banyak dari gangguan ini disebabkan oleh kombinasi faktor, termasuk perubahan zat kimia dalam otak dan stres lingkungan.

Seperti penyakit otak lainnya, gangguan kecemasan dapat disebabkan oleh masalah dalam fungsi sirkuit otak yang mengatur rasa takut dan emosi lainnya. Penelitian telah menunjukkan bahwa stres berat atau tahan lama dapat mengubah sel-sel saraf di dalam sirkuit ini lalu mengirimkan informasi dari satu daerah otak yang lain.

Penelitian lain menunjukkan bahwa orang dengan gangguan kecemasan tertentu memiliki perubahan struktur otak tertentu yang mengontrol kenangan dikaitkan dengan emosi yang kuat. Selain itu, penelitian telah menunjukkan bahwa gangguan kecemasan dapat berjalan dalam keluarga yang berarti bahwa mereka dapat setidaknya sebagian diwariskan dari satu atau kedua orang tua, mirip dengan risiko genetik untuk penyakit jantung atau kanker. Selain itu, faktor lingkungan tertentu seperti trauma atau peristiwa penting dapat memicu gangguan kecemasan pada orang yang memiliki kerentanan yang diwariskan untuk mengembangkan gangguan tersebut.

Nail Art Dapat Mengatasi Gangguan Kecemasan

Bagi beberapa wanita, kuku merupakan salah satu bagian tubuh yang juga bisa menarik perhatian. Maka tak heran para wanita pun rutin melakukan berbagai perawatan kuku. Salah satu perawatan kuku yang paling banyak dilakukan selain menicure dan pedicure adalah nail art. Jenis perawatan ini dilakukan dengan cara menghiasi kuku menggunakan cat kuku yang berwarna-warni dan dipadukan dengan hiasan dekoratif lainnya yang menarik hati dan tentunya unik. Tapi tau gak kamu, selain membuat kuku jadi cantik, ternyata nail art juga bisa membantu mengatasi kecemasan lho?

Greta Angert, seorang psikoterapis gangguan kecemasan dari Los Angeles mengatakan, membuat nail art mampu mengatasi kecemasan dengan meningkatkan suasana hati seseorang karena melibatkan kreativitas dalam mengembangkan ide dari perpaduan warna-warni dan bentuk gambar yang unik. Greta juga menambahkan jika nail art mampu menggambarkan suasana hati seseorang yang sedang dirasakan setiap harinya.

Orang yang memiliki masalah kecemasan seringnya menemukan hiburan untuk sekedar menenangkan suasana hati mereka dengan berkreasi dalam bentuk karya seni. Nah, salah satunya melukis di atas kuku. Untuk melukis di atas kuku, dibutuhkan konsentrasi yang tinggi. Sehingga pada akhirnya orang akan lupa dengan kecemasan yang mereka rasakan karena sibuk berkreasi menuangkan imajinasi mereka.

Selain itu, nail art juga dipercaya mampu membantu dalam menghentikan kebiasan menggigit kuku seseorang yang disebabkan karena gangguan kecemasan, rasa gugup dan hal lainnya yang membuat kebanyakan orang tidak sadar sering melakukan kebiasaan tersebut.

Pasalnya, ketika seseorang membuat nail art yang dimulai dari membentuk kuku, menggambar sketsa dan mewarnainya, hal ini secara tidak langsung akan membuat mereka lebih menghargai dalam setiap proses pembuataanya. Sehingga ketika seseorang ingin melakukan kebiasaan menggigit kuku, justru akan membuat mereka berpikir dua kali untuk merusak keindahan kukunya sendiri.

Memang efek yang ditimbulkan dari kebiasaan membuat nail art ini belum bisa dipastikan bertahan dalam jangka panjang. Namun jika kamu melakukan nail art secara rutin, hal ini cukup membantu kamu menghilangkan kebiasaan buruk menggigit kuku. Gimana? Apa kamu ingin mencobanya?

Check Also

Yuk, Ketahui Kenapa Kita Harus Belajar Bahasa Asing

Hai guys, penting gak sih menurut kamu bisa berbahasa asing? Kalau kamu beranggapan untuk apa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *