Home / pengetahuan / ‘Pheromone’, Zat Alami Tubuh Yang Bisa Memikat Seseorang

‘Pheromone’, Zat Alami Tubuh Yang Bisa Memikat Seseorang

Banyak berbagai cara orang untuk memikat dan menarik perhatian lawan jenis. Ada yang dengan memakai make up menor, gonta-ganti gaya rambut atau apalah itu dan begitu juga dengan yang cowok. Aduh gak penting banget deh, hemmm. Kamu tidak perlu melakukan semua itu, kenapa? Karena sebenarnya di dalam tubuh kamu ada zat yang bernama Pheromone yaitu zat alami untuk memikat pasangan. Gak percaya? Yuk, lihat artikel di bawah ini.

Pengertian Pheromone

Zat pheromone adalah suatu zat alami yang dihasilkan oleh tubuh untuk menarik dan merangsang ketertarikan lawan jenis yang disebarkan melalui udara. Zat pheromone tersebut biasanya akan berproduksi lebih banyak disaat tubuh dalam keadaan fit dan bugar. Waw amazing sekali zat ini ya, hehe.

Pernahkah kamu bertemu dengan seseorang yang memberikan rasa aman dan nyaman ketika keberadaan dirinya berada ditengah-tengah kamu. Dimana dengan berada dekat dengannya kita juga merasakan ketertarikan, kalau dirasa-rasa hanya dirinya yang menjadi pusat perhatian kita, walaupun mungkin secara rasional ada banyak orang lain lebih dari dirinya entah itu lebih cantik, lebih ganteng, lebih wangi dan lebih bersih? Atau mungkin kamu adalah seseorang yang cenderung digemari oleh lawan jenis secara berlebihan, misalkan di tembak berkali-kali atau memiliki pemuja tetap padahal kamu tahu bahwa kamu bukanlah artis, model ataupun pemain sinetron. Akan tetapi banyak orang-orang yang tergila-gila terhadap kamu setelah mengenal kamu.

Nah, itu semua disebabkan oleh zat pheromone dari dalam tubuh yang dihasilkan secara alamiah dan ditujukan kepada spesies yang sama. Yap, itulah zat pemikat alami. Begitulah tanggapan yang melekat pada zat yang satu ini. Pheromone merupakan senyawa kimia alami yang ditemukan pada setiap serangga, hewan dan manusia. Secara alami zat ini memang dihasilkan oleh tubuh, baik itu laki-laki ataupun perempuan.

Sejarah Pheromone

Feromon dalam bahasa Inggris disebut dengan pheromone. Zat pheromone pertama kali dikenali pada tahun 1959 oleh para ilmuwan dari Jerman. Para ilmuwan tersebut menemukan bahwa hewan khususnya serangga, akan memproduksi pheromone ketika musim kawin. Zat unik ini biasanya keluar melalui kelenjar keringat atau kelenjar minyak pada hewan.

Feromon yang diproduksi dari tubuh hewan ini kemudian lepas ke udara dan ditangkap oleh indra penciuman hewan jantan. Hewan jantan yang menangkap zat ini akan lantas mendatangi hewan betina untuk bereproduksi. Para peneliti juga menemukan bahwa zat feromon yang diproduksi setiap hewan rupanya akan menghasilkan aroma yang khas. Bahkan antara satu tikus betina dan lainnya punya aromanya sendiri-sendiri. Dari situ, tikus jantan akan memilih betina dengan aroma feromon yang menurutnya paling baik untuk bereproduksi.

Menurut Prof. Grammer, fenomena pheromon telah ada di bumi sejak berjuta-juta tahun yang lalu. Jika seorang wanita yang secara fisik kurang menarik akan menebarkan pesonanya melalui pheromon untuk menarik lawan jenisnya, sementara wanita yang memiliki fisik menarik tidak akan merasa terusik. Dengan cara itu, sistem pheromon ini membantu seseorang untuk menemukan pasangan yang cocok secara biologis.

Para ahli kimia dari Huddinge University Hospital di Swedia malah mengklaim bahwa Pheromone juga punya andil dalam menghasilkan perasaan suka, naksir, cinta bahkan gairah seksual seorang manusia pada manusia lainnya. Buktinya penelitian terhadap reaksi otak 12 pasang pria dan wanita sehabis mencium bau senyawa sintetik mirip Pheromone. Bebauan tersebut langsung bereaksi terhadap hormon estrogen (pada wanita) dan hormon testoteron (pria). Jadi hubungan cinta, gairah seksual maupun dalam memilih teman juga didasari pada bau pheromon yang dihasilkan manusia.

Jenis-Jenis Pheromone

Pheromone juga ada jenis-jenisnya lho, sejak tahun 2005, para peneliti telah berhasil menggolongkan pheromone atas 4 jenis yaitu sebagai berikut:

  • Penandaan Wilayah Teritorial (Misalnya Pemimpin sekawanan singa akan melepaskan sejenis pheromone di hutan sekitar untuk menandai wilayah kekuasaannya)
  • Pengenal Ibu dan Bayinya (Banyak percobaan menemukan seorang ibu, tetap bisa mengenal baju yang dipakai bayinya diantara tumpukan pakaian anak2 orang lain hanya dengan mengandalkan penciuman)
  • Penyesuai waktu Menstruasi (Kadang-kadang ini disebut sebagai “Nun Syndrome”, dimana sekelompok wanita yang hidup saling berdekatan setiap hari, maka tubuh mereka akan menyesuaikan diri sedemikian rupa sehingga masa menstruasinya menjadi sama. Hal ini pertama kali diamati pada biarawati hidup di asrama, sehingga disebut “nun-syndrome”)
  • Pheromone penarik sex untuk spesies manusia (Beberapa penelitian yang dilakukan para ahli secara “double blind test dengan placebo pembanding, membuktikan efektifitas pheromone cukup nyata untuk meningkatkan daya tarik sex)

Layaknya inisiator dalam reaksi kimia, pheromone dapat menimbulkan rasa tertarik kepada lawan jenis baik itu secara seksual ataupun tidak. Proses kerja pheromone biasanya dimulai dari kontak mata, jika kontak mata terjadi maka senyawa pheromone akan tercium oleh organ tubuh manusia yang sensitif yaitu Vomerosonal Organ (VNO). VNO ini terdapat di dalam lubang hidung dan terhubung ke dalam otak melalui jaringan syaraf.

Di luar pheromone itu sendiri, manusia memang punya aroma tubuh yang khas. Aroma ini ditentukan oleh gaya hidup, pola makan serta kondisi kesehatan setiap orang. Secara tidak sadar, kamu mungkin sudah “merekam” aroma tubuh orang yang dicintai. Jadi ketika aroma tersebut ditangkap oleh indra penciuman dan otak, kamu pun jadi merasa lebih nyaman.

Nah, itulah penjelasan tentang zat pheromone, gimana? Gak nyangka kan kalau ternyata di dalam tubuh kamu terdapat zat alami untuk memikat seseorang. Maka dari itu, gak usah lagi deh sibuk ubah penampilan. Karena sebenarnya kamu bisa menarik seseorang tanpa kamu sadari.

Check Also

Bukan Dengan Uang, Inilah Cara Unik Pembayaran Zaman Dahulu

Ada jual dan ada beli, ketika kita membeli sesuatu tentu saja kita harus membayarnya. Di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *