Home / relationship / Punya Pacar Over Protektif? Yuk, Atasi Dengan Cara Ini

Punya Pacar Over Protektif? Yuk, Atasi Dengan Cara Ini

Semua orang pasti akan merasakan kesal kalau pacarnya terlalu over protektif dan cemburuan. Senang juga sih kalau punya pacar yang sayang dan perhatian. Namun kalau si dia adalah tipikal yang over protektif dan mudah cemburu, bisa bahaya juga bagi hubungan yang kalian jalani. Kemanapun kamu pergi, pacarmu akan selalu menaruh rasa curiga. Bagaimana mengatasi pacar yang seperti ini ya? Ketika kamu hanya menghabiskan waktu bersama teman, ia akan menuduh kamu melakukan hal-hal yang menjurus ke perselingkuhan. Kalau kamu punya pacar seperti itu, cocok banget nih baca artikel ini. Silahkan disimak ya.

Penyebab Pacar Over Protektif Dan Cemburuan

Ketika seseorang memiliki pasangan, ia pasti ingin melindungi pasangannya sebaik mungkin karena ia menyayangi pasangannya seperti ia menyayangi dirinya. Jika perlindungan pada kekasih dilakukan dengan cara dan porsi yang tepat, maka semua akan baik-baik saja dan menjadi semakin baik bagi kedua belah pihak. Akan tetapi, ketika perlindungan itu dilakukan secara berlebihan, maka hal itu bisa berakibat buruk bagi kedua belah pihak. Hal itulah yang sekarang lebih dikenal dengan bahasa pacar protektif.

Tak dapat dipungkiri bahwa cemburu adalah bagian dari cinta. Hal tersebut kadang-kadang bisa menjadi hal lucu yang bikin makin sayang sama si dia. Memang tidak enak sih ketika kemana-mana dia khawatir dan merasa curiga kalau kamu jalan sama cowok lain. Yang ada malah kamu akan merasa sakit dengan sikap dia. Padahal mungkin saja dia melakukan itu karena memang sayang banget sama kamu.

Banyak orang yang menduga bahwa pacar protektif itu muncul begitu saja dan merasa dirinya tidak melakukan hal-hal yang membuat kekasihnya khawatir secara berlebihan. Bagaimana pun, perilaku kekasih yang protektif juga bisa muncul akibat dari kekasihnya yang selalu membuatnya khawatir akan kehilangan dia. Berikut ini beberapa penyebab kenapa pacar menjadi over protektif:

1. Tidak Percaya

Salah satu alasan yang paling jelas dan paling sering muncul adalah rasa tidak percaya. Lantas siapa yang memulai rasa tidak percaya ini muncul? Hal itu bisa terjadi karena salah satu tidak menyadari keinginan kekasihnya. Tidak muncul pengertian dan saling memahami satu sama lain.

Ketika hal-hal sepele kamu lakukan misalnya kamu berjanji untuk ketemuan di suatu tempat, mendadak kamu terlambat dan tidak memberi kabar dan itu terjadi berulang kali. Tidak dapat dipungkiri bahwa kekasih kamu akan menjadi tidak percaya pada kamu dan ketika ia tidak percaya, maka muncullah sifat protektif itu. Semata-mata karena tidak ingin kehilangan kamu dan tidak ingin kamu menjadi lebih buruk.

2. Pernah dikhianati

Pada dasarnya, kepercayaan adalah dasar sebuah hubungan yang baik. Selain rasa percaya, keadaan dimana kekasih kamu atau bahkan kamu sendiri merasa pernah dikhianati oleh kekasih kamu yang sebelumnya bisa memunculkan perilaku over protektif pada kekasih kamu yang sekarang. Orang-orang yang rasa percayanya pernah dikhianati akan sulit untuk disembuhkan kembali. Lantas ketika ia memiliki kekasih lagi, ia akan menjadi lebih waspada dengan kekasihnya karena takut untuk kembali dikhianati.

3. Takut Kehilangan

Salah satu alasan yang paling sering muncul dan menjadi penyebab utama dari perilaku over protektif adalah takut kehilangan. Biasanya hal ini terjadi karena kekasih kamu atau bahkan mungkin kamu sendiri selalu serius menjalani hubungan tapi selalu kandas di tengah jalan. Pelajaran itu yang kemudian membuat seseorang menjadi takut kehilangan karena rasa sayang yang begitu besar terhadap pasangannya dan ketika ia mendapatkan pasangan yang menurutnya tepat, ia akan dengan serius melindunginya dan takut kehilangannya. Rasa takut kehilangan yang berlebihan inilah yang kemudian menyebabkan perilaku over protektif itu.

Cara Menghadapi Pacar yang Over Protektif

Hal-hal kecil dan sepele pun akan menjadi awal dari pertengkaran, situasi inilah yang sebenarnya dikatakan dengan posesif yaitu sebuah situasi dimana seseorang akan lebih cenderung untuk percaya pada emosinya dibanding dengan logika. Untuk menghadapi pacar kamu yang over protektif, atasi dengan cara berikut ini:

Meyakinkan Dari Rasa Curiga

Umumnya, sikap protektif akan muncul seiring timbulnya rasa tidak aman yang bisa dipicu oleh beragam faktor. Bisa jadi ia begitu sayang kepada kamu sehingga ia menjadi takut jika suatu saat ia akan kehilangan kamu. Bisa juga karena ia memiliki trauma dengan hubungannya di masa lalu karena pernah dikhianati atau karena adanya masalah psikologis sehingga membuat pikirannya tidak bisa tenang.

Oleh karena itu, kamu dituntut agar bisa berbicara secara lebih serius dan meyakinkan pacarmu bahwa kamu memiliki niat yang sungguh-sungguh untuk menjalin hubungan dengannya. Yakinkan dirinya bahwa kamu akan selalu menjadi yang terbaik dan tidak pernah sedikitpun berniat untuk melukai hatinya sehingga ia tidak perlu memiliki rasa khawatir yang berlebihan.

Kenalkan Dengan Temanmu

Mengatasi pacar yang over protektif juga bisa dilakukan dengan mengajaknya untuk berkenalan dengan teman-temanmu. Baik itu bersama teman main, teman kantor atau siapapun itu. Meskipun pacarmu tidak akan ikut untuk bergaul dengan teman-temanmu tapi dengan mengenal lingkungan pergaulanmu, maka ia akan merasa lebih aman lagi. Sebaiknya tunjukkan bahwa kamu memang memiliki lingkungan pergaulan yang luas bahkan dengan lawan jenis sekalipun. Namun pastikan pula bahwa kamu bukanlah tipikal orang yang mudah beralih ke lain hati.

Luangkan Waktu Bersama

Mungkin saat ini kamu sudah selalu berusaha untuk menjalin komunikasi dan membatasi diri dengan sifat over dari pacarmu. Namun sekarang cobalah agar bisa membuat pacarmu menjadi lebih rileks lagi dengan meluangkan waktu bersama. Keluarlah bersama meskipun hanya untuk sekedar nonton atau makan. Usahakan agar bisa melakukan hal-hal yang mengasyikkan bersama sehingga bisa membuatnya menjadi lebih senang. Ketika hatinya bisa lebih senang, maka biasanya pikirannya juga akan ikut menjadi tenang.

Mengakhiri Hubungan

Jika kamu sudah melakukan segala cara di atas namun ternyata sifat dan cara berpikirnya tetap tidak bisa dirubah, maka mungkin kini sudah saatnya untuk mengakhiri hubungan. Bukan tanpa alasan, pasalnya usaha untuk membuatnya menjadi pribadi yang lebih positif ternyata hanya membuatnya semakin merasa tidak aman dan justru mulai mengekang.

Itulah beberapa hal yang berkaitan dengan pacar yang over protektif, pacar protektif itu tidak sepenuhnya berbahaya dan dengan catatan bahwa penempatan perilaku protektif itu berada di tempat yang seharusnya. Maka selalu pupuklah kepercayaan dalam hubungan yang kamu jalani. Kalau kamu ingin memiliki hubungan yang awet, kalian berdua harus belajar saling memahami dan mengerti. Okey? Sampai jumpa lagi ya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *