Home / Traveling / The Le Hu Garden, Taman Kekinian Di Pinggiran Kota Medan

The Le Hu Garden, Taman Kekinian Di Pinggiran Kota Medan

Taukah Anda ada taman kekinian yang asyik di pinggiran kota Medan?

Di kota Medan banyak terdapat taman untuk dikunjungi seperti taman beringin, taman Ahmad Yani dan masih banyak lainnya. Tetapi mencari taman yang luas dan penuh dengan bunga warna-warni saat ini mungkin sulit ditemukan di daerah perkotaan. Untuk menemukan taman yang luas dan penuh bunga, solusinya adalah dengan mengunjungi daerah di luar kota.

Nah, untuk Anda yang tinggal di kota Medan. Mungkin tidak perlu pergi lagi ketempat yang jauh untuk menikmati suasana taman yang luas dan penuh bunga. Saat ini ada taman wisata keluarga yang berbeda dari taman-taman lainnya.

Taman ini berada di pinggiran kota Medan, cukup pergi ke daerah Patumbak, Deli Serdang yang jaraknya itu tidaklah jauh dari Kota Medan, karena lokasinya bisa dibilang masih perbatasan wilayah Medan dan Deli Serdang. Taman ini memberikan suasana alami pedesaan.

Nama taman ini adalah Taman The Le Hu Garden, berada di jalan pendidikan, Deli tua. Untuk menuju kesana, Anda akan melewati ladang dan kebun masyarakat di sana. Taman ini hanya berjarak 500 meter dari SMAN 1 Deli Tua.

The Le Hu Garden menjadi tempat yang asik buat dikunjungi. Taman yang cukup luas dengan bunga-bunga serta kolam ikan menjadikan taman ini sebagai tempat yang asik buat berfoto-foto dan bersantai. Untuk masuk ke The Le Hu Garden, pengunjung dikenakan retribusi sebesar Rp 10ribu sudah termasuk biaya parkir kendaraan anda. Cukup murah, bukan?

Taman yang mengusung suasana pedesaan ini menjadikan tempat ini terasa sejuk. Dan kebanyakan pengunjung datang untuk bersantai, berfoto-foto bahkan menjadi tempat foto praweding disini. Fasilitas The Le Hu Garden cukup memenuhi seperti Toilet, Mushola serta Kantin.

Harga makanan dan minuman juga terbilang murah. Dengan makanan dan harga tiket masuk yang murah bukan berarti murahan lho. Tempat ini menawarkan sejuta pesona dengan taman bunganya. Wajar saja banyak para pengunjung mendatangi tempat ini.

The Le Hu Garden yang buka setiap hari sabtu-minggu pada pukul 10.00-18.00 WIB ini telah ada sejak tahun 2015. Dengan harga yang terjangkau, kita sudah dapat menikmati alam nan indah dan kebun sayur yang ditanam di pinggiran taman. Selain itu kita juga dapat berfoto di pondok yang disediakan secara gratis. Dari pondok, kita dapat melihat pemandangan dengan udara segar dan sejuk yang tidak pernah di dapat di kota. The Le Hu Garden juga menyediakan perahu untuk lebih merasakan suasana pedesaan. Dengan tarif Rp. 20.000,00 selama 15 menit, kita sudah bisa berkeliling di atas ikan yang berenang di sungai.

Di sini kita juga dapat menyalurkan hobi memancing bersama keluarga atau teman. Bermain outbond dengan suasana air yang mengalir langsung dari sungai membuat lebih tertantang untuk menikmatinya. Selain itu, kita juga dapat bercocok tanam dan menanam padi di tempat yang telah disediakan.

Semua nilai-nilai kehidupan diborong The Le Hu. Banyak yang bisa dipelajari di The Le Hu. Pertama, nilai keindahan yang langsung tampak didepan mata saat mulai memasuki The Le Hu kampung Tarutung ala Patumbak ini. Kedua, nilai Moral. Tentunya saat kamu mengunjungi suatu tempat rekreasi, kamu harus menjaga sikap kamu untuk tidak melakukan hal yang mengurangi keindahan tempat tersebut, misalnya mencabut tanaman, membuang sampah sembarangan, mencoret-coret batu atau pepohonan dan saling menghargai sesama pengunjung. Benar, kan? Kemudian nilai pendidikan, memancing, bercocok tanam adalah hal-hal yang dapat menjadi media pembelajaran bagi kamu yang sama sekali belum pernah melakukannya.

Jelas sekali bahwa Taman The Le Hu Garden ini tidak hanya menjadikan para remaja pada umumnya. Untuk para orang tua sangat disarankan membawa anak-anak karena sangat baik untuk memberi pengetahuan tentang alam kepada anak kita, mengingat perkembangan zaman yang pesat, anak-anak sudah tidak lagi tertarik dengan pengetahuan selain bermain games di gadget yang canggih.

Tetapi jangan heran, jika terjadi kemacetan yang luar biasa untuk menuju tempat ini. Kemacetan parah yang sering terjadi di sekitar daerah dibangunnya The Le Hu kadang memancing emosi pengendara yang hanya ingin sekedar melintas. Tapi itu hanya masalah kecil yang kerap terjadi. Untuk mendapatkan kepuasan yang sesungguhnya butuh pengorbanan bukan? maka kenangannya akan sulit terlupakan. Tapi lebih banyak keuntungan yang didapat selain masalah kemacetan. Salah satunya The Le Hu telah menaikkan nama Patumbak yang mulanya hanya daerah pelosok yang jauh dari jangkauan kini menjadi primadona, banyak orang beramai-ramai darimana-mana mendatangi Patumbak.

So, tunggu apalagi guys? daripada menghabiskan waktu untuk pergi ke mall atau cafe, lebih baik Anda mencoba untuk mengunjungi taman yang indah ini. Sesekali bermainlah ke alam, maka alam akan menyambutmu dengan hangat. Tapi ingat, tetap jaga kebersihan alam ya…

Check Also

“Bukit Teletubbies”, Tempat Wisata Baru Di Blitar

Siapa sih yang tidak tau film Teletubbies yang populer pada tahun 2000 an? Tentunya kamu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *