Home / Unique / Waw, Kampung Pelangi Di Semarang Ini Menarik Perhatian Dunia

Waw, Kampung Pelangi Di Semarang Ini Menarik Perhatian Dunia

Pelangi? Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata pelangi? Ya, tentu saja hal yang ada di langit bukan? Namun sekarang pelangi tidak hanya ada di langit saja lho, akan tetapi ada juga di sebuah kampung di Semarang. Gak percaya dan pastinya kamu penasaran kan, ya udah yuk kita simak aja sama-sama.

Asal Mula Kampung Pelangi

Kampung Pelangi di Jawa Tengah kini jadi pusat perhatian dunia. Media-media internasional memberitakan pesona Kampung Pelangi yang terletak di Kampung Wonosari di Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Banyak yang kagum atas keindahan kampung yang awalnya permukiman kumuh di pinggir kali ini. Lebih-lebih, kampung ini bisa jadi destinasi wisata yang instagrammable abis. Di mana ada tempat yang instagrammable, maka tempat itu akan cepat ngehits dan jadi pemberitaan di media sosial.

Kampung Pelangi Semarang kini jadi pembicaraan oleh banyak orang karena keindahan warna warni kampungnya. Tak cuma media lokal, bahkan media asing pun ramai-ramai memberitakan kampung pelangi ini. Namun apakah proyek senilai Rp 3 miliar ini mampu meningkatkan taraf ekonomi warga miskin di sekitarnya atau hanya sekedar tren foto Instagram saja?

Kampung Gunung Brintik beberapa bulan yang lalu adalah kampung kumuh yang tak tertata dengan rimbunan tanaman liar dan tembok-tembok merah tak berplester. Letaknya persis di pinggir Kali Semarang dengan kurang lebih 325 rumah. Namun beberapa pekan terakhir, kampung ini berubah rupa dan juga berganti nama menjadi Kampung Pelangi yang penuhi warna-warni.

Konsep Yang Menjadi Pusat Perhatian Dunia

Tempat ini tentu bukanlah kampung bercat warna-warni pertama di Indonesia. Sejumlah daerah seperti Malang, Balikpapan dan Lubuklinggau juga memiliki konsep kampung tematik yang serupa. Tapi foto-foto yang banyak diunggah di media sosial media asing ramai membicarakannya. Sebutlah media Inggris, The Independent dan Mirror hingga situs konten media sosial seperti BuzzFeed dan BoredPanda.

“The Tiny Rainbow Village That’s Sparking an Instagram Craze (Kampung Pelangi yang kecil ini memicu kegilaan di Instagram),” kata situs fesyen Vogue.

“Dari perumahan reyot menjadi kampung pelangi: kota kumuh disulap menjadi tempat wisata populer berkat polesan cat,” tulis Mirror.co.uk.

Proyek ini bermula dari rencana perbaikan Pasar Bunga Kalisari yang diinisiasi pemerintah kota tahun lalu. Pasar bunga yang berada persis di depannya itu diharapkan menjadi destinasi wisata baru dengan renovasi sekitar Rp9,6 milyar. “Tapi setelah perbaikan itu selesai pada Desember lalu, kita lihat keindahan pasar tidak didukung oleh perkampungan di belakangnya yang merupakan kawasan kumuh,” kata Wali kota Semarang Hendrar Prihadi.

Dari situlah muncul ide untuk melakukan renovasi kampung dengan proyeksi anggaran sekitar Rp3 milyar. Namun proyek ini tidak bisa didukung oleh anggaran pemerintah karena tidak semua rumah di sana tergolong miskin, sehingga pendanaan akhirnya dikumpulkan dari sumbangan, dana CSR perusahaan hingga uang pribadi.

Pemkot Semarang melalui Dinas Penataan Ruang akan menambah beberapa fasilitas agar kawasan tersebut lebih menarik. Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Semarang, Agus Riyanto mengatakan akan menambah panggung swafoto (selfie) di beberapa titik. “Wisatawan datang ke Kampung Pelangi kebanyakan foto-foto atau selfie. Jadi kami akan tambah panggung selfie dengan latar belakang Kampung Pelangi,” ujarnya.

Agus mengaku tak menyangka jika keberadaan Kampung Pelangi mendapat perhatian dunia. “Awalnya Pak Wali Kota Semarang meminta saya untuk mengangkat daerah kumuh jadi baik. Ternyata sambutannya luar biasa. Banyak pengunjung datang dari mana saja,” ujarnya.

Keberadaan Kampung Pelangi, menurut Agus juga harus disambut baik oleh warga di kampung tersebut. Hal ini perlu mendorong pemberdayaan masyarakat. “Bersyukur masyarakat di sana bisa menangkap peluang. Mereka membuat area gembok cinta. Membuat roti lapis warna-warni atau membuat es mambo warna-warni, juga membuat celengan warna-warni yang bisa jadi ciri khas ketika berkunjung ke sana,” ujar Agus.

Agus berharap kawasan Pasar Bunga Kalisari dan Kampung Pelangi bisa terintegrasi dengan Lawang Sewu, Museum Mandala Bhakti dan pusat oleh-oleh jalan Pandanaran. Jadi nanti parkir cukup di museum lalu wisatawan jalan kaki ke Kampung Pelangi, Jalan Pandanaran atau Lawang Sewu.

Proyek Kampung Pelangi belum sepenuhnya rampung karena sejumlah rumah masih terlihat kumuh dan rusak. Sekitar 100 rumah, menurut pemerintah kota masih belum dicat dan pihaknya berencana untuk melakukan perbaikan segera. Adanya pemasukan dari kegiatan ekonomi bisa disisihkan untuk mengecat kembali dinding yang sudah kusam. Selain swadaya, juga diharapkan adanya CSR dari pihak swasta.

Banyak wisatawan lokal datang ke kampung ini terutama pagi dan menjelang sore. Lidia asal Bekasi misalnya tahu tentang kampung ini dari unggahan di media sosial. Dia kebetulan singgah di Semarang dan akhirnya menyempatkan diri mampir untuk melihat dan berselfie. “Tidak beda jauh dengan foto-foto yang beredar, puas banget bisa sampai di kampung pelangi Semarang,” katanya.

Kampung Pelangi Tidak Ada Biaya Masuk

Untuk masuk ke lokasi ini cukup mudah dan tidak ada biaya masuk, namun bagi yang membawa motor akan ditarik biaya parkir sebesar Rp 3.000. Biaya itu akan digunakan sebagai operasional serta pengembangan Kampung Pelangi ke depan. Tulisan serta lukisan di tembok banyak yang menyelipkan dengan kritik sosial, seperti pemanasan global, kebersihan lingkungan dan penebangan pohon sembarangan.

Setiap sudut jalan dan rumah layak untuk diabadikan serta dinikmati, karena lokasinya yang berbentuk lereng, maka panorama akan terlihat warna-warni dengan latar belakang warna-warni pula. Di depan Kampung Pelangi, disediakan banyak tempat bersantai seperti cafe dan warung yang juga dipenuhi para penjual bunga asli, sehingga bisa untuk simbol oleh-oleh dari Kampung Pelangi. Di dalam lokasi kampung juga ada warung, angkringan yang juga turut dicat warna-warni dengan pernak-pernik khas pedesaan.

Gimana guys, cantik banget kan Kampung Pelangi tersebut? Dengan berkembangnya Kampung Pelangi ini, tentunya akan meningkatkan ekonomi masyarakat Kampung Wonosari, Semarang. Semoga kampung lain menyusul ya dengan kreativitas yang lain lagi.

Check Also

Menakjubkan, Karya Seni Ini Tercipta Dari Sampah Lho

“Sampah”, mungkin itu adalah hal yang tidak berguna lagi kan? Ya, selama ini hampir semua …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *