Home / general / Apakah Orang Yang Suka Selingkuh Bisa Berubah? Yuk, Lihat Jawabannya

Apakah Orang Yang Suka Selingkuh Bisa Berubah? Yuk, Lihat Jawabannya

Siapa nih yang pernah selingkuh atau pernah diselingkuhin? Hemm sedih banget ya, hehehe. Ya, sekarang ini kan lagi marak-maraknya selingkuh atau menjadi korban selingkuhan. Tapi pernah gak sih kamu berpikiran apa tukang selingkuh bisa berubah? Kira-kira bisa berubah gak ya? Penasaran? Yuk, kita simak jawabannya di bawah ini.

Antara Cinta Dan Perselingkuhan

Cinta tidak hanya melibatkan emosi, begitu kata antropolog biologis, Helen Fisher. Akan Tetapi, cinta juga melibatkan sistem kerja otak yang terkait dengan seks dan reproduksi. Kedua sistem ini yang bisa menjelaskan mengapa manusia mampu melakukan perselingkuhan, bahkan di saat kita begitu menghargai cinta.

Menurut Fisher, cinta adalah dorongan dan cinta seperti ketergantungan, bagaimana frase“cinta itu buta” (sedikit ada benarnya). Saat kamu jatuh cinta, tidak hanya orang ini memiliki makna khusus untuk diri kamu, kamu memfokuskan seluruh jiwa dan raga serta perhatian kamu pada mereka.

Kamu juga menjadi sangat posesif secara seksual dengan dirinya. Tetapi, karakteristik utama dari cinta romantis adalah kebutuhan suatu keinginan yang kuat untuk terlibat dalam satu hubungan dengan orang ini, bukan hanya secara seksual tetapi juga emosional. Seks adalah nilai tambah, disamping itu kamu ingin dia untuk menghubungi kamu, mengajak kamu berkencan dan seterusnya untuk memberi tahu kamu bahwa ia mencintai kamu. Ciri utama lainnya adalah motivasi, motor di otak mulai bekerja dan kamu menginginkan orang ini. Dan yang terakhir, cinta adalah obsesi.

Manusia memiliki tiga sistem otak primer yang berhubungan dengan cinta. Pertama, dorongan seks yang berevolusi untuk memotivasi seseorang untuk memenuhi kepuasan seks dengan berbagai partner. Kedua, cinta romantis yang memotivasi seseorang untuk memfokuskan energi kawin mereka pada pasangan spesifik, sehingga menghemat waktu dan energi. Ketiga, keterkaitan. Keterkaitan berevolusi untuk mendorong kamu dan pasangan kamu untuk bersama setidaknya cukup lama untuk membangun sebuah keluarga sebagai sebuah tim.

Ketiga sistem saraf dasar ini berinteraksi satu sama lain dan dengan sistem otak lainnya untuk memberikan kamu berbagai motivasi, emosi dan perilaku yang diperlukan untuk mengatur strategi reproduksi manusia yang rumit. Namun, akan selalu ada komplikasi dalam kerja sistem ini. Tiga sistem ini tidak akan selalu berjalan bersamaan. Itulah sebabnya mengapa seks bisa tidak semudah itu. Saat orgasme, otak melepaskan lonjakan dopamin. Dopamin terkait dengan cinta romantis. Maka dari itu, kamu bisa saja jatuh cinta dengan partner seks kamu. Selain itu, orgasme juga melepaskan oksitosin dan vassopressin, dua hormon yang terkait dengan perasaan keterikatan. Ini mengapa sebabnya kamu bisa merasa memiliki persamaan dan berhubungan erat dengan partner seks kamu.

Tiga sistem ini juga tidak selalu berhubungan satu sama lain. Kamu bisa merasakan keterikatan mendalam untuk pasangan jangka panjang kamu, namun disaat yang sama juga memiliki cinta romantis yang intens untuk seseorang selain dirinya dan ketertarikan seks yang kuat terhadap orang lain yang bukan dari kedua orang ini.

Penyebab Utama Perselingkuhan

Bagi yang pernah diselingkuhi beberapa kali oleh orang yang sama atau mungkin kamu sendiri hobi selingkuh, kamu perlu memahami bahwa permintaan maaf atau penyesalan semata tak bisa jadi jaminan orang tersebut tak akan selingkuh lagi. Pasalnya, selingkuh bila dilihat dari sudut pandang psikologis merupakan suatu perilaku rumit yang didasari oleh alasan yang berlapis-lapis. Ketahuan oleh pasangan saja tak akan membuatnya kapok dan yang ada ia justru semakin mahir menutupi tindak-tanduknya. Untuk itu, kamu perlu memahami lebih jauh apa yang ada dalam pikiran si tukang selingkuh. Berikut adalah beberapa penyebab seseorang suka selingkuh:

1. Terintimidasi oleh pasangan

Menurut seorang pakar psikologi klinis sekaligus anggota American Psychological Association, Linda Hatch, Ph.D. Kamu mungkin selingkuh karena merasa terintimidasi oleh pasangan. Misalnya pasangan kamu adalah orang yang nyaris sempurna atau jauh lebih sukses dari kamu. Lama-lama kamu justru merasa minder dan akhirnya mencari sosok lain yang bisa membuat kamu merasa lebih baik. Inilah mengapa kadang orang berselingkuh dengan seseorang yang sepertinya tak lebih baik dari pasangannya sendiri.

2. Merasa ada yang kurang

Ada juga alasan selingkuh yang umum ditemui. Yaitu merasa bahwa ada yang kurang dari pasangan. Sebagai contoh, kamu mengira pasangan cuma menyayangi kamu karena kekayaan. Kamu pun mencari sosok lain yang bisa menghargai sisi lain dalam diri kamu, misalnya sifat kamu yang humoris.

Padahal belum tentu pandangan dan perkiraan kamu soal pasangan benar. Bisa saja pasangan menghargai kamu sepenuhnya, tetapi kamu tak menyadarinya. Jadi bukan berarti kamu tak pernah puas, justru orang yang hobi selingkuh biasanya adalah pribadi yang tidak percaya diri.

3. Maniak seks

Banyak orang yang langganan selingkuh ternyata juga seorang maniak seks. Jadi perselingkuhan di sini adalah gejala dari gangguan yang serius, yaitu maniak. Orang-orang seperti ini tidak bisa mengendalikan nafsu dan dorongan seksual yang begitu besar, meskipun dirinya sudah memiliki pasangan. Maka meski dia sudah pernah ketahuan selingkuh, seorang maniak seks akan tetap selingkuh lagi di kesempatan berikutnya.

Orang Yang Suka Selingkuh Bisa Berubah

Tukang selingkuh bisa saja berubah dan menghentikan kebiasaannya. Namun, kamu memerlukan pendekatan dan metode yang tepat untuk sepenuhnya menghapus kecondongan selingkuh. Merasa kasihan dengan pasangan yang kamu sakiti saja tak mempan untuk mencegah kamu selingkuh di kemudian hari. Inilah mengapa orang yang suka selingkuh susah berubah.

Untuk berubah, kamu harus tahu akar permasalahannya dalam diri kamu bukan pada diri pasangan. Selingkuh adalah pilihan kamu sendiri, tak ada yang bisa dilakukan pasangan untuk mengendalikan perilaku kamu. Maka selama kamu belum benar-benar memahami alasan selingkuh, perubahan rasanya hampir mustahil deh.

Wah, ternyata orang yang suka selingkuh itu belum bisa berubah sepenuhnya ya. Akan tetapi semuanya membutuhkan peran dari kedua pihak untuk mengevaluasi diri, memaafkan, memberi waktu bagi satu sama lain dan memperbarui komitmen serta kedekatan emosional. Melibatkan pihak ketiga seperti terapis, psikolog atau kerabat bisa membantu proses rekonsiliasi.

Check Also

Latar Belakang Perang Dunia II Serta Misteri Yang Belum Terpecahkan

Perang Dunia 2 atau disingkat (PD 2) merupakan kelanjutan dari Perang Dunia I yang terjadi …