Home / general / Mengenal Tentang Sel Punca, Sel Penyembuh Berbagai Penyakit

Mengenal Tentang Sel Punca, Sel Penyembuh Berbagai Penyakit

Di dalam tubuh kita terdapat banyak sel-sel, akan tetapi pernah gak kamu mendengar sel punca? Di dunia kedokteran di Indonesia belakangan ini ramai dengan pemberitaan mengenai stem cell atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan nama sel punca. Terutama setelah Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyatakan bahwa sel punca akan menjadi pengobatan mutakhir di masa depan. Nah untuk lebih jelasnya lagi, mari sama-sama kita simak yuk.

Apa Itu Sel Punca?

Semua individu berasal dari satu sel yang disebut zigot, yaitu sel gabungan antara sel telur wanita dengan sperma pria. Kemudian sel ini membelah menjadi dua, lalu empat sel dan seterusnya. Setelah membelah, sel-sel tersebut akan secara alami mengambil peran dan tanggung jawabnya masing-masing di dalam tubuh. Proses ini disebut dengan diferensiasi.

Sel punca atau sel stem merupakan sel yang masih ‘polos’ dan belum memiliki fungsi apapun. Jika kamu ingat pelajaran ketika di sekolah, setiap jaringan terdiri dari sel yang memiliki fungsinya masing-masing. Misalnya, sel otot yang berfungsi untuk mempertahankan fungsi otot.

Sementara sel stem tidak seperti sel-sel lainnya. Sel ini ibaratnya murni dan belum diberikan tanggung jawab apapun, belum juga melewati proses diferensiasi. Selain itu, sel jenis ini memiliki kemampuan untuk dan dapat membelah sebanyak-banyaknya sesuai dengan kebutuhan. Kedua kemampuan ini membuat sel stem dianggap ‘spesial’ dan bisa digunakan untuk mengobati suatu penyakit.

Dengan memerhatikan proses kematangan sel punca menjadi sel-sel pada organ tubuh, para dokter dan peneliti mungkin dapat memahami bagaimana terjadinya sebuah penyakit. Sel-sel punca yang digunakan dapat berasal dari beberapa sumber, yaitu:

Sel punca embrionik

Sel yang diambil dari embrio adalah sel zigot yang sudah berkembang dan membelah yang memiliki usia sekitar 3-5 hari. Biasanya sel ini didapatkan dari proses bayi tabung, jadi bukan diambil dari rahim perempuan yang telah mengandung embrio. Sel stem embrio ini mempunyai umur yang sangat panjang, dapat memperbanyak dirinya beratus-ratus kali lipat dan bersifat pluripoten atau dapat berkembang menjadi sel apapun yang ada di tubuh. Namun sampai saat ini penggunaan sel stem embrionik masih cukup kontroversi.

Sel punca non-embrionik atau sel punca dewasa

Tak seperti namanya, sel jenis ini tetap diambil dari tubuh bayi atau pun anak-anak. Sel punca ini berasal dari berbagai jaringan yang masih dalam tahap perkembangan. Sel jenis ini hanya dapat memperbanyak diri sesuai dengan peran yang telah ia terima sebelumya. Contohnya seperti sel stem hematopoietic adalah sel stem dewasa yang berasal dari sumsum tulang dan berfungsi untuk membuat sel darah baru.

Sel punca dari tali pusar

Sel ini diambil dari tali pusar dan plasenta bayi yang baru lahir yang kemudian langsung disimpan di dalam bank sel stem untuk digunakan di kemudian hari. jenis sel tersebut dapat membantu pengobatan kanker darah dan kelainan darah pada anak.

Namun sel punca dewasalah yang berfungsi melakukan regenerasi untuk mengatasi berbagai kerusakan yang selalu terjadi dalam kehidupan. Tubuh kita mengalami pengrusakan oleh berbagai faktor dan semua kerusakan yang mengakibatkan nekrosis (kematian jaringan dan sel) akan dibersihkan oleh sel makrofag yang beredar dalam darah. Sel punca dewasa sebaliknya berfungsi untuk memperbaiki jaringan yang mengalami kerusakan.

Manfaat Dari Sel Punca

Sel tubuh yang sudah bekerja pada suatu jaringan, memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri hanya beberapa kali saja sebelum mereka rusak. Sedangkan sel punca memiliki kemampuan untuk membuat dirinya banyak, hingga tak terbatas sesuai dengan kebutuhan tubuh. Jadi sel ini dianggap dapat membentuk kembali suatu jaringan yang rusak.

Kemampuan inilah yang dianggap dapat digunakan untuk membantu mengobati berbagai penyakit, khususnya penyakit kronis. Telah banyak penelitian yang mencoba untuk memahami serta melakukan uji coba kegunaan sel punca. Dari banyak penelitian tersebut, diketahui jika sel stem ini berpotensi untuk mengobati berbagai penyakit seperti:

  • Stroke
  • Luka bakar
  • Rematik
  • Penyakit jantung
  • Gangguan penglihatan, misalnya kerusakan retina
  • Penyakit Parkison’s
  • Kanker
  • Gangguan kemampuan mendengar
  • Untuk mengetahui efektivitas dan keamanan obat-obatan.

Terapi sel punca membutuhkan kondisi yang prima, keamanan dan sterilisasi pengerjaan yang menjadi hal paling utama. Karena itu semua aktivitas dilakukan di ruangan steril dimana termasuk penggunaan ruang karantina dan pengolahan yang toleransi pencemarannya sudah diatur ketat. Sampel yang diproses harus bebas dari penyakit infeksi seperti HIV, HCV, HBsAG. Sebab kalau sudah terinfeksi, dikhawatirkan akan menularkan ke yang lain. Namun, terapi sel punca tidak disarankan untuk pasien kanker. Sebab hal itu bisa mendukung perkembangan sel abnormal.

Pengobatan Sel Punca Yang Kontroversi

Meskipun sel stem dipercaya memiliki potensi yang besar dalam bidang medis, namun pengobatan dengan menggunakan sel ini masih menimbulkan pro dan kontra. Kontroversi ini muncul karena sel punca yang dapat digunakan untuk mengobati segala penyakit ini didapatkan langsung dari embrio.

Embrio yang diambil sel puncanya dapat mengalami gangguan hingga kematian. Bagi sebagian orang yang kontra dengan terapi sel punca ini menganggap bahwa embrio adalah bentuk dari manusia yang paling awal, sehingga terapi ini tak ada bedanya dengan membunuh manusia.

Demikianlah penjelasan tentang sel punca di atas tersebut, menurut kamu gimana dengan adanya sel punca tersebut? Sebuah keuntungan atau dianggap membunuh manusia? Secara ya kalau embrio yang diambil sel puncanya dapat mengalami gangguan sampai kematian.

Check Also

Latar Belakang Perang Dunia II Serta Misteri Yang Belum Terpecahkan

Perang Dunia 2 atau disingkat (PD 2) merupakan kelanjutan dari Perang Dunia I yang terjadi …