Home / general / Sapi Berotot “Belgian Blue” Yang Berasal Dari Belgia

Sapi Berotot “Belgian Blue” Yang Berasal Dari Belgia

Hai guys, kali ini kita akan membahas hewan sapi, hehehe :D. Tapi tunggu dulu, ini bukan sembarang sapi lho. Sapi yang satu ini adalah sapi berotot. Pasti bingung ya, masa sapi berotot? Buat kalian yang penasaran banget gimana sih bentuk sapi ini, yuk kita simak sama-sama.

Belgian Blue adalah sapi yang lagi ramai jadi bahan pembicaraan publik. Sapi berotot yang memiliki berat lebih dari satu ton ini sudah lama dikembangkan menjadi sapi pedaging yang dipotong setiap hari di Rumah Potong Hewan (RPH). Pada awalnya sapi berotot ini diisukan sebagai hasil rekayasa genetik antara sapi dan babi sehingga disinyalir diragukan kehalalannya. Akan tetapi, sapi Belgian Blue ini berasal dari persilangan sapi lokal dengan sapi jenis Shorthorn yang berasal dari Inggris.

Hasil gambar untuk sapi berotot

Sapi yang memiliki warna kulit kebiruan ini secara resmi diperkenalkan Belgia pada tahun 1920. Sapi berotot raksasa ini merupakan jenis sapi yang berasal dari Belgia Utara. Sapi jenis ini menjadi istimewa karena bobotnya yang luar biasa berkisar 1,1 hingga 1,25 ton dengan tinggi 1,2 – 1,5 m, bila dibandingkan dengan sapi lokal yang hanya berbobot kurang dari 500 kg. Sapi ini mempunyai keunikan yaitu memiliki otot ganda atau double muscle dan dapat hidup di suhu ekstrim.

Sapi Belgian Blue terbagi menjadi dua jenis yaitu Belgian Blue pedaging dan Belgian Blue pedaging dan susu. Meskipun sapi Belgian Blue memiliki mutasi gen yang menyebabkan adanya perbedaan dari sapi pada umumnya, Belgian Blue bukanlah hasil rekayasa genetik. Belgian Blue merupakan hasil teknologi perkawinan silang atau crossbreeding. Meskipun namanya Belgian Blue, tetapi sapi ini memiliki banyak warna yaitu: putih, cokelat, biru gelap, merah muda, hitam dan merah.

Hasil gambar untuk sapi berotot

Belgian Blue tidak memiliki myostatin dalam sel. Hal ini menyebabkan terjadinya pembesaran jaringan otot baik hipertrofi (hasil peningkatan ukuran sel) atau hiperlaksia (bentuk penambahan jumlah sel). Myostatin merupakan protein penghambat pertumbuhan otot daging sehingga daging dapat tumbuh berlipat ganda. Adanya gen myostatin yang bermutasi secara alami merupakan fenomena yang biasa terjadi pada kawin silang. Fenomena ini menyebabkan adanya peningkatan massa otot sebesar 20-25%. Belgian Blue sendiri saat ini dikembangkan melalui inseminasi buatan.

Hasil gambar untuk sapi berotot

Peternak sapi di Belgia memiliki program khusus untuk mengembangkan varietas sapi berotot ini. Sapi ini hanya makan pakan olahan seperti jerami dan konsentrat yang terbuat dari biji-bijian dan kedelai, mereka justru tidak terlalu banyak makan rumput, karena tidak ada ruang untuk menyimpan rumput dalam perut mereka. Hal inilah yang menyebabkan pemberian pakan lebih efisien yang disebut sebagai salah satu kelebihan Belgian Blue.

Sapi Belgian Blue ini tumbuh dan berkembang dengan cepat dan dalam waktu yang relatif singkat, berbobot besar dan menghasilkan susu dan daging dalam jumlah besar. Sapi Belgian Blue ini menghasilkan lebih banyak daging dan sedikit lemak. Hal ini terbukti setelah dipotong dan dihilangkan tulangnya, presentase daging sapi yang dihasilkan sebanyak 82 persen. Wah wah enak banget nih kayaknya ya guys.:)

Hasil gambar untuk belgian blue indonesia

Kolesterol daging Belgian Blue kurang dari 45 mg/100 g atau lebih rendah dari daging ayam yang berada di kisaran 62 mg/100 g. Daging Belgian Blue terasa lebih empuk dan lebih mudah dimasak dibanding daging lainnya. Tentu saja harga daging sapi Belgian blue lebih mahal jika diekspor ke luar negeri. Harga paling rendah sapi jantan Belgian Blue sekitar 2000 pound atau sekitar Rp 35 juta. Meskipun tampilannya mengerikan dan sangar karena ukurannya besar, ternyata sapi ini jinak lho.

Indonesia sendiri telah berhasil mengembangkan sapi Belgian Blue di Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dilansir dari situs betcipelang.ditjennak.pertanian.go.id, sapi Belgian Blue pertama yang diproduksi BET dinamai “Gatot Kaca”.

Hasil gambar untuk sapi berotot

Duta Besar Belgia untuk Indonesia, Patrick Herman menyatakan kagum dengan keberhasilan Indonesia mengembangkan sapi jenis Belgian Blue dengan sangat baik. “Saya sangat senang mendengar keberhasilan Indonesia mengembangkan sapi jenis Belgian Blue melalui teknologi tranfers embrio dan inseminasi buatan,” kata Patrick saat mengunjungi BET Cipelang.

Patrick menyebutkan, keberhasilan Indonesia menjadi sangat penting terutama bagi negaranya, karena secara tidak langsung Belgia berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan melalui peternakan salah satunya di Indonesia. “Saya berharap Indonesia bisa menjadi unggul dalam memproduksi sapi-sapi berkualitas di Asia. Karena kita tidak hanya berbicara tentang kebutuhan sapi yang tinggi, tapi juga persoalan ketahanan pangan,” katanya.

Udah gak penasaran lagi kan? Unik juga ya sapi berotot tersebut dan di Indonesia sendiri juga udah ada lho sapi berotot. Kalau di Indonesia namanya “GATOT KACA”, lucu banget ya namanya. Ya walaupun sapi ini terlihat seram, tapi sapi ini jinak kok. 😀

Check Also

Latar Belakang Perang Dunia II Serta Misteri Yang Belum Terpecahkan

Perang Dunia 2 atau disingkat (PD 2) merupakan kelanjutan dari Perang Dunia I yang terjadi …