Home / healthy / Pengertian Mimisan, Penyebab Dan Cara Mengatasinya

Pengertian Mimisan, Penyebab Dan Cara Mengatasinya

Mungkin kamu bertanya-tanya apa sih itu mimisan dan apa penyebab sebenarnya, oke kali ini yang akan kita bahas adalah masalah mimisan. Ya mungkin hampir setiap orang pernah mengalami mimisan dan hal tersebut akan menimbulkan kepanikan yang luar biasa pada orang yang mengalaminya. Perlu diketahui bahwa mimisan atau epistaksis merupakan kondisi yang umum terjadi dan biasanya tidak mengancam jiwa. Untuk lebih jelasnya lagi, yuk kita simak sama-sama penjelasan berikut ini.

Apa Itu Mimisan?

Mimisan adalah istilah yang dikenal secara medis sebagai epistaksis atau pendarahan hidung. Epistaksis adalah kondisi yang ditandai dengan keluarnya darah melalui lubang hidung. Kebanyakan mimisan di bagian belakang cenderung lebih serius daripada mimisan di bagian depan. Darah dapat keluar dari salah satu atau kedua lubang hidung dengan durasi yang berbeda-beda. Ada yang mengalaminya hanya selama beberapa detik dan ada yang lebih dari 10 menit.

Pada umumnya, terdapat dua mimisan:

  • Mimisan di bagian depan: Kebanyakan hidung berdarah terjadi di bagian depan, dimana darah mengalir dari dinding antara dua kanal (sekat) di dalam hidung. Area yang rentan ini disebut Little’s area, kaya akan pembuluh darah sensitif yang halus dan rentan terhadap kerusakan.
  • Mimisan di bagian belakang: Jenis mimisan yang tidak biasa ini terjadi ketika pendarahan berasal dari rongga hidung, terletak di dalam hidung antara otak dan langit-langit mulut. Kebanyakan mimisan di bagian belakang cenderung lebih serius daripada mimisan di bagian depan. Kasus yang demikian perlu mendapatkan perhatian medis.

Ada beberapa kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami mimisan, yaitu anak-anak berusia 2 hingga 10 tahun, lansia, ibu hamil, orang yang sering mengonsumsi obat pengencer darah (seperti aspirin) dan obat antikoagulan, serta pengidap kelainan darah, seperti hemofilia.

Penyebab Mimisan

Secara umum penyebab mimisan adalah adanya perubahan suhu yang drastis dan kebiasaan buruk mengorek hidung terus menerus ataupun adanya benturan keras yg mengenai hidung. Selain itu mimisan juga dapat disebabkan oleh faktor keturunan. Jika Ayah atau Ibunya sering mimisan di kala kecil, maka anaknya pun dapat mewarisi hal tersebut.

Adapun penyebab mimisan yang lainnya adalah sebagai berikut:

  • Proses buang ingus yang terlalu kencang.
  • Tidak sengaja melukai dinding hidung saat mengorek hidung.
  • Udara yang kering dan dingin. Lapisan dalam hidung yang kering menjadikannya lebih rentan terluka dan terinfeksi.
  • Bentuk hidung yang bengkok, misalnya karena keturunan atau cedera.
  • Sinusitis akut atau kronis.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, misalnya aspirin, antikoagulan atau obat pelega pernapasan yang berlebihan.
  • Iritasi akibat senyawa kimia, misalnya amonia.
  • Cedera hidung.
  • Penggunaan obat-obatan terlarang, seperti menghirup kokain.
  • Operasi hidung.
  • Tumor pada rongga hidung.
  • Kelainan pada kemampuan pembekuan darah, misalnya hemofilia.
  • Konsumsi alkohol.

Gejala Mimisan Yang Harus Diwaspadai

Kondisi ini umumnya tidak berbahaya. Meski demikian, kamu tetap perlu berhati-hati karena mimisan mungkin saja mengindikasikan adanya penyakit-penyakit tertentu. Beberapa indikasi dan mimisan yang sebaiknya diwaspadai meliputi:

  • Mimisan yang berlangsung lebih dari 30 menit. Jika mengalaminya, kamu sebaiknya segera ke rumah sakit.
  • Mimisan yang terjadi pada anak-anak berusia di bawah 2 tahun.
  • Mimisan dengan volume darah yang banyak.
  • Mimisan yang terjadi setelah operasi di daerah hidung atau sinus.
  • Sering mimisan dalam waktu singkat.
  • Detak jantung yang tidak beraturan.
  • Kesulitan bernapas.
  • Apabila kamu sedang mengonsumsi obat pengencer darah seperti aspirin atau warfarin.
  • Muntah darah karena menelan banyak darah.
  • Demam atau mengalami ruam.
  • Mimisan yang terjadi setelah kamu mengalami cedera.
  • Kulit berubah pucat.
  • Mimisan yang disertai pendarahan dari bagian lain tubuh, misalnya pada urine.
  • Jika kamu atau anak kamu mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera menghubungi dokter atau ke rumah sakit.

Cara Mengatasi Mimisan

Pada umumnya, mimisan adalah kondisi yang dapat ditangani sendiri di rumah. Secara tradisional cara mengatasi mimisan dapat dilakukan dengan cara memasukan gulungan daun sirih kedalam hidung. Karena daun sirih memiliki minyak astiri yang dapat mempercepat pembekuan darah. Mimisan akan berhenti selama kurang lebih 10 menit. Setelah terjadi mimisan maka kamu akan merasa sedikit pusing, lemas dan sukar bernapas. Ada beberapa cara sederhana lainnya yang dapat kamu lakukan ketika mimisan seperti di bawah ini:

  • Duduk tegak dan jangan berbaring. Posisi duduk akan mengurangi tekanan pada pembuluh darah hidung sehingga dapat menghentikan pendarahan.
  • Condongkan tubuh ke depan sehingga darah keluar lewat hidung dan tidak masuk ke tenggorokan.
  • Keluarkan dan buang darah yang mengalir ke mulut. Menelan darah dapat memicu keinginan untuk muntah.
  • Gunakan ibu jari dan telunjuk untuk memencet hidung selama sekitar 10 menit. Langkah ini akan memberi tekanan pada sumber pendarahan sehingga menghentikan darah. Jangan lupa untuk bernapas lewat mulut.
  • Letakkan kompres dingin pada pangkal hidung untuk memperlambat pendarahan.

Setelah mimisan berhenti, usahakan agar tidak membuang ingus, membungkuk atau melakukan aktivitas berat selama setidaknya 24 jam. Langkah ini juga dapat mencegah terjadinya iritasi pada hidung. Apabila mimisan tidak kunjung berhenti setelah 20 menit, kamu sebaiknya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Penentuan jenis penanganan ini tergantung kepada penyebab mimisan.

Bekas luka pada pembuluh darah sehabis mimisan biasanya dapat membentuk koreng dan membuat hidung terasa tidak nyaman. Tetapi jangan mengorek koreng tersebut karena hal ini dapat kembali memicu mimisan. Hidung juga umumnya akan lebih rentan terkena iritasi atau infeksi setelah mimisan. Karena itu, menjauhlah sebisa mungkin dari pengidap flu, batuk atau pilek. Menghindari rokok, minuman keras, serta minuman panas juga dapat membantu.

Apakah mimisan berbahaya? Apabila ditelusuri berdasarkan penyebab dan gejala yang muncul akibat dari mimisan pada hidung, pada dasarnya mimisan bukanlah merupakan suatu gejala yang patut ditindaklanjuti secara berlebihan. Cukup tunggu saja selama 10 – 15 menit dan lakukan tips menangani mimisan yang sudah disebutkan sebelumnya.

Bagaimana cara mencegah terjadinya mimisan? Untuk mencegah terjadinya mimisan sendiri lebih ditekankan kepada perubahan kebiasaan atau perilaku seperti berikut ini :

  • Tidak mengorek hidung terlalu dalam
  • Menggunakan masker saat bekerja di lokasi yang banyak allergen dan polutan
  • Tidak membuang ingus terlalu keras
  • Selalu jaga kesehatan dan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan – makanan yang bergizi dan bernutrisi tinggi.

Demikianlah penjelasan tentang mimisan ini, kamu tidak perlu panik ketika mengalami mimisan. Lakukan saja penanganan yang sudah disebutkan di atas agar mimisan dapat berhenti. Begitulah kurang lebih penjelasannya dan semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kamu ya…

Check Also

Jenis, Cara Menghindari dan Mengobati Infeksi Jamur Kulit

Apakah anda sedang mengalami penyakit Infeksi kulit Jamur? Memang sih, penyakit ini tidak akan merenggut nyawa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *