Home / healthy / ‘Superbugs’, Bakteri Berbahaya Yang Belum Ada Obatnya

‘Superbugs’, Bakteri Berbahaya Yang Belum Ada Obatnya

Banyak sekali tentunya bakteri yang ditemukan dalam dunia medis, tidak sedikit bakteri yang bisa menguntungkan dan tak sedikit pula bakteri yang bisa merugikan bagi tubuh kita. Namun terkadang bakteri juga bisa menjadi antibiotik, tapi jangan pernah salah atau berlebihan dalam menggunakan antibiotik. Mengapa? Karena yang ada nantinya akan menimbulkan bakteri, salah satunya bakteri Superbugs. Untuk lebih jelasnya lagi, mari kita simak sama-sama.

Apa itu bakteri Superbags?

Bakteri Superbugs atau NDM-1 (New Delhi Metallo-beta-laktamase-1) adalah bakteri yang disebabkan oleh penggunaan obat antibiotik yang berlebihan. Ilmuwan Inggris menyebut bakteri ini tersebar akibat ulah manusia yang kerap melakukan operasi plastik untuk kecantikan di negara tersebut. Kasus kematian akibat super bakteri ini pertama kali dilaporkan ketika seorang warga Belgia meninggal setelah melakukan pengobatan medis di India. Beberapa kasus lainnya juga didapati setelah penderita melakukan operasi plastik atau operasi kosmetik di India. Sementara itu di Indonesia, artis Nadia Vega juga terkena bakteri ini.

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dan berlebihan tidak hanya berdampak pada ekonomi tetapi ternyata menimbulkan masalah kesehatan yang lebih mengerikan. Jika serangan bakteri itu tak dapat ditangani secara cepat, maka bakteri dapat menjalar ke organ tubuh dan dapat menyebabkan kematian. Sampai saat ini belum ditemukan obat khusus untuk menyembuhkannya.

World Antibiotics Awareness yang merupakan perayaan menyeluruh dari World Health Organization (WHO) memberitahukan semua warga dunia akan kesadaran penggunaan obat antibiotik. Tujuan dari perayaan itu yaitu untuk meningkatkan kesadaran resistensi antibiotik global. Serta mendorong seluruh masyarakat melakukan praktek penggunaan antibiotik sebaik mungkin.

Bakteri superbugs ini telah muncul di India, Pakistan, Inggris, Amerika dan berbagai belahan dunia lainnya. Bakteri ini juga telah menyebar di rumah sakit di Inggris, para ahli kesehatan dunia memperingatkan bakteri superbugs ini bisa menjadi masalah besar di seluruh dunia.

Menurut suatu penelitian yang dipublikasikan di PLOS Medicine dan diulas di Review on Antrimicrobial Resistance, superbugs diprediksi akan membunuh 10 juta orang dalam setahun pada tahun 2050 bila dunia tak bertindak dari sekarang. Angka itu menunjukkan bahwa satu orang akan mati setiap tiga detik pada tahun 2050 akibat bakteri tersebut. Saat penelitian itu dilakukan yakni pada pertengahan tahun 2014, diperkirakan 700 ribu orang telah meninggal setiap tahunnya akibat permasalahan resisten terhadap obat.

Pada tahun 2009, peneliti di Turki menemukan 95 persen handphone dokter dan perawat memiliki setidaknya satu jaringan bakteri. Yang mengejutkan, pada satu dari delapan ponsel ditemukan bakteri superbugs MRSA.
Penyakit menular seksual kencing nanah atau gonore adalah penyakit yang juga potensial terkena bakteri superbugs. Hal ini terjadi karena mudahnya penularan melalui hubungan seksual dan penggunaan obat yang berlebihan dan tak terkendali.

Ada pula kebiasaan masyarakat lainnya yang kerap mengobati diri sendiri dengan membeli obat-obat yang mengandung antibiotik secara bebas di apotek dan toko obat. Padahal sebagian besar penyebab infeksi saluran napas seperti batuk, pilek dan demam adalah virus yang bisa sembuh sendiri tanpa pemberian antibiotik.

Saat ini, para ilmuwan takut kalau bakteri superbugs ini bisa masuk dengan mudah ke dalam bakteri E.Coli. Jika sampai hal ini bisa terjadi, maka akan langsung menyebar dengan cepat dan sangat mustahil untuk bisa diobati. Sayangnya bakteri ini resisten terhadap antibiotik secanggih carbapenem. Kalau di Amerika Serikat kasus ini juga sudah diidentifikasi antara bulan Januari dan bulan Juni 2016 lalu. Menurut Pusat Pengawasan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC/ Centers for Disease Control and Prevention) bahwa para pasien telah menjalani perawatan medis ke India.

Tempat yang paling mudah untuk terkena bakteri ini ialah Rumah Sakit. Karena rumah sakit sebagai tempat berbagai penyakit untuk bisa berkembang. Menurut para ahli bahwa hampir 100 ribu orang meninggal akibat bakteri superbugs. Dan hampir 1,7 juta pasien rumah sakit terjangkit bakteri ini yang belum ada obatnya.

Kehadiran superbugs yang memiliki kekuatan antimicrobial resistance (AMR), kemampuan untuk melawan antimikroba seperti antibiotik dan sejenisnya, menjadi masalah yang sedang dan akan dihadapi dunia secara global. Penelitian tersebut memperkirakan diperlukan biaya hingga 100 triliun dolar Amerika Serita (AS) atau sekitar Rp 1,34 juta triliun untuk mengatasinya.

Penularan melalui bahan makanan sampai saat ini memang masih kurang diperhatikan. Tetapi ternyata terdapat temuan bakteri superbugs MRSA ditempat pertokoan yang menjual daging babi, ayam, daging sapi dan daging lain di AS. Dan awal tahun ini, peneliti mengatakan penggunaan berlebihan antibiotik dalam produksi pertanian menjadi penyebab utama pertumbuhan bakteri superbug dalam rantai makanan.

Terkait penggunaan obat-obat antibiotik, penelitian di US National Ambulatory Medical Care Survey pada tahun 1989 menunjukkan setiap tahun sekitar 84% anak mendapatkan antibiotik. Hasil lainnya, ditemukan bahwa 47,9% resep pada anak usia 0-4 tahun terdapat antibiotik. Angka tersebut menurut perhitungan banyak ahli cukup mencemaskan. Dalam tahun yang sama, ditemukan resistensi kuman yang cukup tinggi karena pemakaian antibiotik berlebihan tersebut.

Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun kerap mengkonsumsi obat-obat antibiotik secara sembarangan dan berlebihan. Misalnya saja, ketika terkena infeksi saaluran napas seperti batuk, pilek dan demam, banyak orang berobat ke dokter dan kerap mendapatkan obat-obat antibiotik.

Untuk itu, mulai sekarang kita harus berhati-hati dalam penggunaan antibiotik dan dalam gaya hidup. Akan lebih baik jika mencegah daripada mengobati. Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat

Check Also

Jenis, Cara Menghindari dan Mengobati Infeksi Jamur Kulit

Apakah anda sedang mengalami penyakit Infeksi kulit Jamur? Memang sih, penyakit ini tidak akan merenggut nyawa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *