Home / history / Mengulas Kisah Suku Polahi Yang Melakukan Pernikahan Sedarah

Mengulas Kisah Suku Polahi Yang Melakukan Pernikahan Sedarah

Setiap suku pasti memiliki ciri khas atau tradisi tersendiri yang pastinya berbeda satu sama lain. Sama halnya dengan tradisi suku Polahi yang katanya memiliki kebiasaan melakukan pernikahan sedarah. Penasarankan? Untuk lebih jelasnya lagi, yuk kita simak sama-sama artikel ini.

Apa Itu Suku Polahi?

Suku Polahi adalah julukan untuk suku terasing yang hidup di hutan pedalaman Gorontalo. Menurut cerita yang beredar dimasyarakat, suku Polahi adalah masyarakat pelarian jaman dahulu yang melakukan pelarian ke hutan karena takut dan tidak mau dijajah oleh Belanda sehingga menjadikan mereka sebagai suku terasing sampai dengan saat ini. Mereka hidup di pedalaman hutan daerah Boliyohuto, Paguyaman dan Suwawa, Provinsi Gorontalo.

Hasil gambar untuk suku polahi

Kehidupan mereka masih sederhana. Dulu suku Polahi tidak mengenal pakaian, mereka hanya mengenakan semacam cawat yang terbuat dari kulit kayu atau daun woka untuk menutupi kemaluan mereka. Sementara itu bagian dada dibiarkan telanjang, termasuk para wanitanya. Tapi sekarang suku Polahi yang berada di Paguyaman dan sekitarnya sudah tahu berpakaian. Mereka sudah sedikit berubah menjadi lebih modern walaupun belum bisa menyamai kehidupan urban.

Kehidupan terasingkan pun tidak sepenuhnya mereka jalani, pada beberapa kesempatan mereka turun gunung menuju ke pasar desa untuk berbelanja maupun menjual hasil kebun. Beberapa dari mereka juga menawarkan jasa menjadi buruh angkut barang bagi penambang yang melewati permukiman suku Polahi. Meskipun masih terbatas dalam pemahaman akan penggunaan teknologi, namun berbagai aktivitas yang dilakukan menunjukkan bahwa mereka telah membuka diri terhadap peradaban sosial. Selain telah mengenal nilai tukar uang, suku ini juga semakin baik dalam penggunaan telepon seluler dan mengenai bentuk hunian juga kabarnya sudah banyak berubah.

Hasil gambar untuk suku polahi

Mereka memiliki agamanya sendiri dan berbeda dengan agama yang diakui di Indonesia. Suku Polahi mengenal 3 sosok Tuhan, yakni Pulohuta yang digambarkan memiliki kuasa atas tanah. Untuk itu jika ada yang ingin membuka hutan, mereka meminta ijin dahulu kepada Pulohuta. Tuhan lainnya yaitu Lati, sosok yang menghuni pohon-pohon besar dan air terjun. Menurut suku Polahi, ukuran tubuh Lati hanya seukuran boneka kecil namun dalam jumlah yang banyak. Tuhan yang ketiga yang mereka percayai adalah Lausala yang dipercayai memiliki mata merah, membawa pedang yang menyala dan bisa berpindah tempat dengan cepat.

Pernikahan Sedarah Suku Polahi

Pernikahan sedarah merupakan hal tabu bahkan dilarang di berbagai negara, termasuk Indonesia. Secara medis hubungan tersebut berisiko menghasilkan keturunan dengan kecacatan fisik maupun mental. Tetapi ternyata di Indonesia perkawinan sedarah masih ada. Tradisi menyimpang itu masih dipegang teguh oleh suku Polahi di pedalaman Gorontalo. Di dalam suku tersebut, ayah bisa menikahi putrinya dan anak laki-laki bisa menikahi ibunya sendiri. Terdengar aneh bukan? Siapapun yang mendengarnya pasti heran dan tak menyangka di Indonesia ini masih ada fenomena pernikahan sedarah. Tapi ini nyata dan benar-benar terjadi hingga kini.

Alasan Suku Polahi Melakukan Pernikahan Sedarah

Pastinya kamu penasarankan mengapa mereka melakukan pernikahan sedarah? Tentu ada alasannya kenapa suku Polahi sampai harus melakukan itu. Kalau bicara sebab, kita harus kembali ke masa lalu dimana orang-orang Belanda melakukan penjajahan ke Sulawesi. Para suku Polahi kabur dan memutuskan tinggal di pedalaman hutan. Jadi suku Polahi hidup beradaptasi dengan kehidupan rimba. Setelah Indonesia merdeka, turunan Polahi masih bertahan tinggal di hutan. Sikap anti penjajah tersebut terbawa terus secara turun temurun, sehingga orang lain dari luar suku Polahi dianggap penindas dan penjajah.

Karena Polahi hanya diisi oleh segelintir orang dan posisinya begitu terpencil, maka pernikahan yang terjadi pun hanya antara mereka saja. Dari sini kemudian kebiasaan pernikahan sedarah berkembang. Seumpama Polahi tidak terisolasi, maka kemungkinan untuk pernikahan sedarah sangat kecil mengingat opsi memilih pasangannya lebih luas. Tradisi perkawinan sedarah ini merupakan salah satu cara untuk mempertahankan keturunan Polahi.

Soal sistem pernikahan, sebenarnya masyarakat Polahi tidak hanya menganut pernikahan sedarah tapi juga poligami. Jadi seperti yang kamu ketahui tentang istilah tersebut, para pria disana pun tidak masalah untuk menikahi lebih dari satu wanita. Hal yang seperti itu benar terjadi dan dilakukan oleh salah seorang ketua di sana.

Anehnya lagi, kawin sedarah yang secara medis bisa dipastikan memiliki keturunan yang cacat atau keterbelakangan tidak berlaku di suku ini. Hal ini menjadi sulit untuk dijelaskan karena pernikahan sedarah suku Polahi dapat melahirkan anak yang normal, bukan melahirkan anak yang cacat.

Cerita Mistis Suku Polahi

Beberapa puluh tahun lalu, keberadaan suku Polahi masih cerita mistis yang penuh misteri. Paling banyak cerita mengenai suku ini datang dari para pencari rotan yang mengambil rotan di Pengunungan Boliyohuto. “Para pencari rotan sebelum saya, bercerita bahwa Polahi yang bertemu dengan mereka, selalu merampas barang-barang mereka. Mereka terpaksa menyerahkan makanan dan parang yang dibawa, karena kalau tidak Polahi bisa membunuh mereka, ” ujar Jaka Regani, salah satu pencari rotan yang ditemui di Hutan Humohulo, Panguyaman, Kecamatan Boalemo, Gorontalo.

Hasil gambar untuk suku polahi gorontalo

Suku Polahi dianggap mempunyai ilmu kesaktian bisa menghilang dari pandangan orang. Mereka dipercaya punya kemampuan berjalan dengan sangat cepat dan mampu hidup di tengah hutan belantara. “Dua puluh tahun lalu ada teman saya yang meneliti mengenai Polahi primitif sempat hidup bersama mereka selama seminggu. Menurut pengakuannya, ketika bertemu dengan Polahi primitif tersebut, matanya harus diusap dengan sejenis daun dulu baru bisa melihat Polahi,” jelas Rosyid.

Itulah penjelasan tentang suku Polahi, walaupun suku Polahi sudah agak modern dan berkembang, namun kebiasaan pernikahan sedarah masih tetap mereka lakukan. Seakan-akan mereka menentang norma bahwa pernikahan sedarah itu tidak diperbolehkan. Tapi mau gimana lagi, itulah tradisi mereka. Aneh tapi nyata ya sob….. 🙂

Check Also

Inilah Hukuman Mati Yang Kejam Dan Sadis Di Dunia

Apa Yang Anda Pikirkan Ketika Mendengar Hukuman Mati? Hukuman mati diterapkan untuk menciptakan efek jera …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *