Home / Unique / Masjid Yang Memiliki Arsitektur Mengejutkan

Masjid Yang Memiliki Arsitektur Mengejutkan

Masjid adalah salah satu tempat beribadah para Umat Islam yang hendak menunaikan kewajibannya sebagai Muslim dengan Shalat. Di segala penjuru negara sudah pasti akan terdapat Masjid dan tempat beribadah Agama lainnya. Walaupun di negara tersebut Mayoritasnya bukanlah orang-orang beragama Islam, tetap juga akan menjumpai Masjid.

Kalau di Indonesia sudah bisa dikatakan, kalau penduduknya adalah Muslim terbesar di dunia, makanya sangat tidak diherankan jika di Indonesia akan terdapat banyak sekali rumah peribadatan yang kita kenal dengan Masjid. Indonesia juga mengalahkan negara-negara lain dengan jumlah Masjid paling banyak, bahkan negara Arab Saudi saja kalah sama Indonesia dengan Masjid terbanyak. Kemarin Kementrian Agama juga pernah mengatakan bahwa jumlah keseluruhan Masjid di Indonesia sudah mencapai 200 ribu lebih yakni, Masjid raya, Masjid Agung atau Masjid bersejarah.

Lebih menariknya lagi, kalau Masjid di Indonesia dibangun dalam segi arsitektur bangunannya tidaklah selalu monoton dan kubahnya juga tidak mencirikan khas. Bahkan lebih jauh dari itu, kalau Masjid yang ada di Indonesia di beberapa tempat menjadi saksi sejarah dan erat kaitannya dengan akulturasi etnik. Hal ini tentu biasa saja jika melihat dari letak geografis Indonesia yang memang sejak dahulu menjadi lalu-lintas perdagangan dunia.

Lantas, Masjid-Masjid mana sajakah yang bisa dikatakan unik dengan arsitekturnya untuk zaman modern? Yuk, mari kita simak ulasannya dibawah ini :

1. Punya 25 Kubah, Dibangun Tanpa Rangka

Seperti yang kita ketahui, sudah tidak ada lagi bangunan pada zaman sekarang ini yang dibangun tanpa menggunakan rangka besi. Namun hal ini sungguh-sungguh terjadi pada Masjid Al-Muhajirin yang berada di sulawesi selatan, desa ujung lero, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang. Kabar yang telah beredar, bahwa umur Masjid ini belum genap seabad tapi sudah bisa menggetarkan jagad ilmu Konstruksi.

Bahkan ahli Konstruksi dari jepang sekali pun sudah mensurveinya, mereka mengatakan tidak percaya bahwa Masjid tanpa rangka besi walaupun hanya sebatang saja. Masjid tersebut sudah dibangun sejak tahun 1957 oleh Prakarsa KH.

Masjid ini dibangun hanya menggunakan bahan-bahan dari batu karang yang telah dibakar dan untuk memperkuatnya dengan menggunakan bahan campuran dari semen dan putih telur yang sudah dihaluskan yterlebih dahulu. Sudah pasti bangunan Masjid ini juga menggunakan batu bata untuk dinding yang disusun pada atas bilahan bambu. Sementara itu, kubah tersebut yang berjumlah 25 juga melambangkan atau mempunyai arti kata yang pada umumnya menyimbolkan 25 Rasul yang dipercaya pada ajaran Islam.

Masjid Al-Muhajirin juga mempunyai cerita, bahwasannya ketika terjadi gempa pada tahun 1997, salah satu kubah yang terdapat diatas Masjid ini pernah mengalami keretakan, bahkan hampir runtuh disaat getaran gempa yang pertama. Yang lebih herannya lagi pada saat gempa susulan datang, kubah yang tadinya retak, bisa menyatu kembali seperti sediakala.

2. Kelenteng atau Masjid

Sangat terlihat jelas pada foto diatas, bisa saja orang-orang akan menganggap ini Masjid apa Kelenteng sih? Sebab bentuk bangunannya yang benar-benar sangat mirip sekali dengan tempat beribadah Umat Konghucu. Masjid ini bernama Al-Mahdi yang bertempatan di Kota Magelang, Masjid ini juga sudah menghabiskan biaya yang sangat lumayan, yakni tidak kurang dari satu Miliyar. Masjid tersebut juga hanya bisa menampung 120 Jama’ah saja, Karena bangunannya yang memang tidak terlalu besar.

Kalau kita lihat fisik bangunannya dari atap Masjid, Kubah atau menara Masjid ini memang sangat mirip dengan Kelenteng. Apa lagi warna catnya yang didominasi dengan warna merah. Tidak hanya itu saja, di sejumlah titik juga bisa temukan lampion yang berwarna sama dengan bangunan yakni warna merah dan bertuliskan Asmaul Husna. Lebih mengejutkan lagi, Masjid ini dibangun pada atas rumah yang berada di kawasan perumahan elit tersebut.

Masjid Al-Mahdi juga bisa dikatakan bangunan baru, karena Masjid ini diresmikan pada bulan April 2017 lalu oleh Walikota Magelang yang bernama Sigit Widyonindito. Masjid ini juga merupakan Masjid ke-18 di Indonesia yang bangunannya mirip dengan Kelenteng. Perbedaannnya jika Masjid-Masjid yang lain rata-rata dibangun atas kesepakatan komunitas warga Tionghoa yang telah memeluk Islam, namun Masjid Al Mahdi ini murni Mahdi yang memang mewakafkan rumahnya untuk dijadikan Masjid.

3. Masjid Kremlin ala Indonesia

Kalau di Sleman, Yogyakarta maka kita akan menjumpai Masjid yang bernama An-Nurumi. Masjid ini juga pernah menjadi sorotan baik di Indonesia, bahkan sampai mancanegara. Karena bangunan pada Masjid An-Nurumi ini mirip dengan salah satu Landmark yang berada di Rusia, yakni Katerdal Saint Basil yang berdiri di Moscow. Kemiripan Masjid ini dan Katerdal bisa kita lihat dari foto diatas, kemiripannya terletak pada warna-warni Kubahnya.

Warna-warni kubahnya yang sangat mencolok pada Masjid tersebut juga mempunyai cerita yang tersimpan dibaliknya. Hj. Umi Nursalim adalah seseorang yang telah pemrakarsa bangunan Masjid An-Nurumi pada tahun 2005 lalu. Pada saat itu Umi yang sedang melaksanakan ibadah Umrah. HJ Umi ketika itu singgah di Masjid Kremlin atau yang juga dikenal dengan Masjid Qolşärif. Saat singgah disanalah, terbesit keinginan Hj. Umi untuk membangun Masjid semegah Masjid Kremlin yang memang tidak saja dijadikan tempat beribadah tetapi juga sebagai museum sejarah islam di tanah Tatar.

Namun, karena Katedral Saint Basil memang lebih terkenal dibandingkan Masjid Qolsarif karena sering muncul di brosur-brosur atau di iklan-iklan promosi pariwisata, maka bisa jadi secara tidak sengaja bangunan Masjid An Nurumi yang juga dikenal dengan Masjid Permen ini pun dibangun lebih mirip dengan Katedral Saint Basil. Perbedaannya hanya ada pada menara yang berjumlah 9 melambangkan Wali Songo dan interior dalamnya yang dihiasi Asmaul Husna.

4. Masjid Perahu

Setidaknya ada 2 Masjid yang sama-sama disebut Masjid Perahu di Indonesia. Satu terletak di Sukabumi di areal Pondok Pesantren Yatim Piatu Al Hikmah Kampung Cikiray Kidul 02 RT 09, Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat dan satu lagi terletak di Jakarta di Jalan Menteng Pulo Raya Nomor 23, RT 3/RW 5, Menteng Dalam.

Masjid tersbut juga sama-sama terinspirasi dari kisah Nabi Nuh dengan bahteranya. Biarpun begitu, para pendiri-pendiri Masjid ini tidak sama. Masjid Perahu yang terletak di Sukabumi tersebut berdiri diatas kolamikan dengan kedalaman 3 meter dan berukuran 100 meter persegi saja. Masjid yang telah dibangun oleh Almarhum Kiai Haji Abdul Aziz pada tahun 1979 ini juga menginspirasikan kehidupan seperti samudera.

Sementara itu, Perahu yang ada di Jakarta memang sangat nyata dari sebuah perahu asli yang dipadukan dengan sebuah bangunan lain yang merupakan bangunan utama berdiri tidak jauh dari perahu tersebut. Bangunannya yang di didirikan oleh KH Abdurrahman Massum pada tahun 1962 dan sekarang perahu tersebut digunakan untuk tempat mengambil wudhu. Akan tetapi didalam Masjid ini juga terdapat Kitab suci Al-Qur’an yang bersampul kayu.

Hanya itu saja yang bisa kami sajikan satu ulasan untuk para pembaca sekalian, semoga saja dengan adanya artikel ini bisa menambah wawasan para pembaca ya. Akhir kata kami ucapkan banyak terima kasih.

Check Also

Waw, Kampung Pelangi Di Semarang Ini Menarik Perhatian Dunia

Pelangi? Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata pelangi? Ya, tentu saja hal yang ada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *